Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Hukuman


__ADS_3

Reno menatap kearah empat pria yang baru saja masuk ke dalam ruang rawatnya. Dan dia sangat mengenali tiga pria diantaranya.


Reno mengalihkan pandangannya kearah Laura. Mencoba mencari tahu apa maksud semua ini. Tapi sayangnya adik sepupunya itu terlihat sama kagetnya dengan dirinya. 'Kenapa tiga pria yang ada di foto dan video itu ada disini? Ada hubungan apa antara ketiganya?' tanya Reno dalam hati.


"Ada perlu apa ya tuan-tuan kemari?" tanya Ardi Sanjaya, ayah dari Reno yang saat ini sedang menemani sang putra yang sedang di rawat akibat babak belur dihajar oleh Ello.


"Apa lo Reno Sanjaya?" tanya Hiro dengan tatapan nyalang ke arah pria yang tengah terbaring lemah di atas ranjang pasien. Bahkan Hiro sama sekali tak menggubris pertanyaan yang dilontarkan oleh Ardi Sanjaya.


"Iya, ada apa ya? Apa kita pu-"


"Dasar baji**an," pekik Hiro langsung berjalan cepat ke arah Reno dan memberi hadiah bogem mentah pada laki-laki yang telah berani melukai adiknya.


"Papa.... Om......" pekik mama Reno dan Laura bersamaan untuk meminta bantuan Ardi Sanjaya. Keduanya berusaha menahan tubuh Hiro agar tak menghajar Reno yang bahkan saat ini masih sangat lemah tak berdaya.


"Apa yang kamu lakukan pada putraku?" bentak Ardi Sanjaya sembari berusaha sekuat tenaga menjauhkan tubuh Hiro dari putranya.


Sedangkan disisi lain, Papi Genta, Papa Arya dan Fano hanya menatap datar pada apa yang terjadi di hadapannya. Sejujurnya ketiga pria itu juga ingin sekali memberi bogem mentah pada Reno. Namun melihat kondisi Reno saat ini, membuat mereka merasa bogeman dari Hiro sudah cukup untuk melampiaskan kemarahan mereka semua. Apalagi bekas bogeman Ello semalam masih terlihat jelas di seluruh tubuh Reno.


"Lepasin gue. Biar gue bunuh baji**an itu," pekik Hiro sambil meronta mencoba melepaskan diri dari cekalan Ardi Sanjaya.


"Kamu gak pa-pa nak?" tanya mama Reno membantu membangunkan Reno yang sudah terkapar di atas lantai dengan darah yang mengalir dari selang infus. Sedangkan Laura yang ketakutan sudah berlari keluar untuk memanggil dokter. Dia sangat khawatir dengan keadaan kakak sepupunya itu.

__ADS_1


"Lepas...." teriak Hiro masih berusaha melepaskan diri. Pandangan matanya masih menatap tajam Reno yang saat ini terlihat sangat tak berdaya. Hiro masih belum puas menghajar pria brengs** itu.


Tak lama berselang, dua orang polisi masuk kedalam ruang rawat Reno diikuti oleh tenaga medis dan Laura yang menyusul di belakang.


"Tangkap dia pak. Dia sudah memukuli putraku," pinta mama Reno menunjuk kearah Hiro.


"Cih....." Hiro meludah ke samping. "Polisi kesini untuk menangkap baji**an itu," ujar Hiro tersenyum miring. Karena papa Arya memang tadi sempat menghubungi polisi dan melaporkan apa yang sudah Reno perbuat pada Ayura.


"Apakah saudara yang bernama Reno Sanjaya?" tanya polisi itu sembari menatap ke arah Reno yang saat ini berdiri dengan bantuan sang mama.


Reno terdiam. Tak menjawab. Dia menundukan kepalanya tak berani menatap orang di sekelilingnya.


"Benar. Dia Reno Sanjaya. Memangnya ada apa ya pak?" tanya mama Reno yang memang belum tahu penyebab sang putra babak belur hingga dirawat di rumah sakit. Karena setiap kali ditanya, Reno memilih bungkam.


"Ancaman? Kekerasan? Dan asusila?" gumam mama Reno tak percaya. "Apa itu semua benar Reno?" Mama Reno menatap kearah putranya meminta penjelasan.


Reno menggelengkan kepalanya. "Reno gak berbuat asusila ma," ujar Reno lirih.


"Kamu memang belum melakukannya. Karena Ello datang lebih cepat untuk menyelamatkan putriku," sahut papi Genta dengan suara meninggi.


"Putri?" gumam Reno dan memberanikan diri mengangkat kepalanya untuk menatap sosok yang menyebut Ayura sebagai putrinya.

__ADS_1


Deg


Reno diam terpaku. Pria paruh baya yang dicium Ayura di video pemberian Laura adalah ayah Ayura? Reno menggelengkan kepala tak percaya.


"Gue pastikan lo membusuk di penjara setelah apa yang lo lakuin ke adik gue," ujar Hiro. Dan lagi-lagi membuat Reno menggelengkan kepala. Karena pria dalam video yang berpelukan dengan Ayura adalah kakaknya sendiri. Lalu siapa pria yang satunya? Apa dia juga berhubungan keluarga dengan Ayura?


"Lo pikir adik ipar gue cewek yang suka gonta ganti pasangan? Jangan lo pikir gue gak tahu kalau lo juga ngirim foto waktu gue makein Ayura seat belt dan seolah-olah kita lagi ciuman. Lo mau hancurin hubungan keluarga gue dengan anceman tak berdasar kayak gitu," ketus Fano. Dia bahkan merasa tak enak pada adiknya Ello saat melihat foto dirinya dan Ayura yang seakan sedang berciuman. Hingga membuat Fano berusaha meyakinkan adiknya jika tak terjadi apa-apa antara dirinya dan Ayura. Dan untung saja Ello langsung percaya padanya.


"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan menantu dan calon cucuku, akan aku pastikan kamu membusuk di penjara," sahut papa Arya. Ia tak akan melakukan kesalahan yang sama seperti pada Satria dulu yaitu memberi kesempatan untuk seseorang dan berharap dia bisa berubah. Kalau pun mau berubah. Biarkan Reno tetap menerima hukuman yang sudah seharusnya dia dapatkan.


Anak? adik? adik ipar? menantu? calon cucu? Kata-kata itu terus berputar dikepala Reno. Jadi Ayura sudah menikah? Tapi kapan Ello dan Ayura menikah? Lalu apakah benar kalau semua pria yang ada di video itu adalah keluarga Ayura?


Memikirkan hal itu membuat tubuh Reno seketika lemas tak berdaya. Apalagi dia sangat tahu jika keluarga Darmawangsa adalah keluarga berpengaruh di kota ini. Di tambah lagi keluarga Aditama? Ya walaupun dia tak begitu mengenal keluarga Aditama, tapi dari yang Reno lihat, keluarga Ayura juga bukan dari keluarga biasa. 'Tamatlah riwayatku,' batin Reno.


Dia mengangkat kepala menatap tajam kearah Laura, adik sepupunya yang saat ini tertunduk menatap lantai. Semua foto dan video itu Reno dapatkan dari Laura. Bahkan Laura juga memprovokasinya hingga membuat dirinya nekat melakukan pelecehan terhadap Ayura. Kalau saja dia tak mendengarkan kata Laura. Mungkin semua ini tak akan terjadi.


"Arghh......." teriak Reno menjambak rambutnya dengan kasar.


"Bawa dia pak," pinta papa Arya. Dan dibalas anggukan kepala oleh dua orang polisi di sampingnya.


"Tunggu pak, tunggu. Biarkan putraku mendapatkan perawatan dulu," pinta mama Reno.

__ADS_1


"Mama....." bentak Ardi Sanjaya. "Biarkan anak tak tau diri itu menerima hukuman atas apa yang dia lakukan," ujar Ardi Sanjaya menatap kecewa pada putra sulungnya. Harusnya Reno bisa menjadi contoh untuk adik-adiknya. Bukan seperti ini. Mencoreng nama keluarga besar Sanjaya.


__ADS_2