
Sejenak Mike terdiam mencoba mencerna perkataan sahabatnya. Ayura hilang? Bagaimana bisa?
"Lo jangan bercanda!" sahut Mike yang sama sekali tak percaya dengan ucapan Ello.
"Gue lagi gak bercanda Mike. Lo pikir kayak gini lucu buat bahan bercandaan?" tanya Ello. Dia merasa kesal karena Mike justru tak percaya ucapannya. "Gue udah cari di tempat tadi kita ninggalin Ayura sendiri, gue juga udah cek semua toilet yang ada di sekitar aula. Tapi dia gak ada. Gue udah nanya anak-anak tapi mereka semua juga gak tau Ayura dimana," lanjut Ello yang terdengar sangat frustasi.
"Oke..Oke... Lo tenang dulu ngab. Lo udah coba telfon Ayura belum? Siapa tahu dia lagi kemana gitu?" tanya Mike.
"Udah. Dari tadi gue udah coba telfon dia. Tapi sama sekali gak di angkat," sahut Ello. Dia menghela nafas kasar. "Lo dimana sih Ay," gumam Ello dengan pandangan mata terus memindai sekitar untuk mencari keberadaan sang istri.
"Lo tenang dulu. Ayura pasti cuma ada sekitar sini. Dia gak akan pergi jauh," ucap Mike mencoba meredakan kepanikan sahabatnya.
"Gue udah cari dia di sekitar sini tapi bini gue gak ada Mike."
"Lo sekarang dimana? Gue sama Alex kesitu sekarang."
"Gue ada di pintu masuk aula."
"Ya udah tunggu, gue kesana," ujar Mike sebelum akhirnya mematikan panggilan teleponnya. Dan bergegas menghampiri Ello.
~
Ayura mencoba membalikan tubuhnya agar bisa melihat sosok yang berdiri di belakangnya. Namun sayang. Tubuhnya justru di peluk pria itu hingga tak bisa bergerak sama sekali.
"Kak Reno lepasin!" bentak Ayura dengan tangan terus berusaha melepaskan tangan Reno yang melingkar di perutnya.
__ADS_1
"Kenapa? Bukankah bukankah gue bukan cowok pertama yang meluk lo," bisik Reno tepat di telinga Ayura.
"Maksud kakak apa sih? Ayura gak ngerti," sahut Ayura ketus. "Kak Reno lepas. Atau Ayura teriak," ancam Ayura yang sudah sangat kesal karena Reno sama sekali tak mau melepasakan pelukannya.
"Teriak aja. Gak bakalan ada yang denger kamu suara teriakan lo," sahut Reno dengan sangat santai. Dia sengaja meminta Ayura menemuinya di dekat ruang UKS karena jaraknya yang cukup jauh dari aula sekolah. Hingga siapapun tak akan bisa menganggu mereka.
"Kak Reno lepas sekarang. Atau Ayura bakal bilang ke kak Ello apa yang udah kakak perbuat ke Ayura."
"Bilang aja. Gue gak takut sama tunangan lo itu," ujar Reno lalu membalik tubuh Ayura agar menghadap ke arahnya. Bahkan Reno juga menahan pinggang gadis cantik yang hingga saat ini belum bisa dia lupakan sama sekali. Bukan karena dia sangat mencintai Ayura. Tapi karena Reno merasa harga dirinya hancur karena cintanya yang ditolak di hadapan seluruh murid Darmawanga. Dan tambah lagi Ayura justru memilih berpacaran bahkan sampai bertunangan dengan Ello, rival abadinya.
Apalagi sejak timnya kalah dari tim tigers di kompetisi e-sport beberapa bulan lalu, kehidupannya di sekolah Darmawangsa berubah sangat derastis. Beberapa teman-teman sekolahnya seakan mengasihaninya dan bahkan sangat banyak murid Darmawangsa yang menyepelekannya karena dia kalah telak dari seorang Grafello.
Bahkan sejak saat itu, Reno tak pernah masuk sekolah lagi. Dia hanya masuk saat ujian berlangsung. Dan Reno merasa semua itu karena Ello yang merusak kehidupannya di sekolah ini.
"Jangan sentuh gue." Ayura menepis tangan Reno yang mulai mengusap lembut pipinya.
Reno menatap Ayura dengan sorot mata tajam dengan kilatan kemarahan yang sudah terpancar sangat jelas. Reno sangat marah atas penolakan Ayura.
"Maksud kak Reno apa sih kirim foto-foto dan video tadi?" tanya Ayura. "Ayura gak peduli kalau kak Reno mau nyebar foto dan video itu," ucapnya Ayura tegas. "Ayura cuma penasaran. Kenapa kak Reno masih usik kehidupan Ayura? Asal kakak tahu, Ayura udah cukup bahagia bisa bareng-bareng sama kak Ello. Jadi Ayura mohon sama kak Reno. Tolong, tolong jangan ganggu Ayura dan kak Ello lagi," pinta Ayura dengan memberanikan diri membalas tatapan tajam Reno.
Reno mencengkam dagu Ayura. "Jangan pura-pura bahagia Ra. Gue tahu lo gak bahagia," ujar Reno tersenyum sinis. "Kalau lo bahagia, lo gak bakalan punya cowok lain diluaran sana."
"Kakak salah paham," ujar Ayura dengan suara terbata karena cengkraman Reno yang cukup kuat. Bahkan dia sudah berusaha sekuat tenaga mencoba melepaskan diri. Tapi semuanya hanya sia-sia. Karena nyatanya kekuatan Reno jauh lebih besar dari kekuatannya.
"Kamu gak perlu mengelak sayang. Kak Reno gak masalah kalau kamu punya banyak pria di luaran sana. Asal kamu tetap mau bersama kakak," sahut Reno sembari mengelus lembut rambut Ayura dan satu tangan masih mencengram dagunya.
__ADS_1
"Jangan ngimpi. Ayura gak sudi punya pasangan kayak kak Reno," ujar Ayura yang masih memberanikan diri menatap tajam Reno.
"Kita lihat saja. Setelah malam yang akan kita lewati bersama, apakah kamu masih bisa berkata seperti itu," bisik Reno.
"Maksud kakak apa?" tanya Ayura yang tak bisa lagi menyembunyikan ketakutannya.
"Kita akan bersenang-senang sayang," ujar Reno semakin mendekat. Pandangan matanya menatap bibir ranum Ayura. Dia sudah sangat tak sabar ingin merasakan kelembutan bibir manis Ayura.
"Aauww shitt......" pekik Reno saat merasakan kakinya di injak oleh Ayura.
Ayura yang melihat Reno terlihat lengah langsung mencoba melepaskan diri dan pergi menjauh dari Reno. Jujur saja jantungnya sudah berpacu dengab cepat. Dia sangat takut melihat tatapan penuh damba dari Reno.
"Jangan harap lo bisa lari dari gue," teriak Reno dan berlari cepat mengejar Ayura.
"Kak Ello tolongin Ayura," gumam Ayura dengan air mata yang sudah mengalir. Dia mengrutuki kebodohannya karena memilih menemui Reno sendirian.
Awalnya Ayura hanya tak ingin Ello mengetahui fotonya dengan Fano yang seakan sedang berciuman di dalam mobil. Dan untuk foto dan video dirinya yang sedang mencium pipi papi Genta dan fotonya yang sedang berpelukan dengan Hiro, Ayura tak peduli. Lagi pula dia merasa tak ada yang salah dengan foto itu.
"Kak Ello, Ayura takut," gumam Ayura masih mencoba berlari di lorong sekolah. Dia berusaha menjauh sejauh mungkin dari Reno yang ternyata saat ini masih mengejarnya. Dan sayangnya Ayura yang saat ini memakai high heels tak bisa berlari dengan cepat. Hingga membuat Reno dengan mudah menangkapnya.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Reno tersenyum miring saat dirinya berhasil merengkuh tubuh Ayura dan menguncinya.
"Lepasin kak," pekik Ayura meronta mencoba melepaskan diri. Airmatanya sudah mengalir deras, dia merasa sangat ketakutan.
"Jangan harap. Karena malam ini akan menjadi malam indah untuk kita. Dan kak Reno akan pastikan kamu gak bakalan pernah melupakannya sampai seumur hidupmu," ujar Reno dan langsung menarik tubuh Ayura masuk kedalam gudang ada di dekat mereka.
__ADS_1