
Bi Sari mencebikan bibirnya saat mendengar ucapan Ayura.
"Kalau kayak gitu ceritanya mah, namanya bi Sari dipecat non. Lebih baik kerjaan bi Sari banyak daripada bi Sari harus kehilangan pekerjaan. Jadi tolong ya non. Jangan kasih tau tuan Genta kalau bi Sari bantuin nona Ayura kabur waktu itu," pinta bi sari semakin memelas.
"Itu gampang bi. Tapi izinin Ayura nginep di rumah temen Ayura ya," ucap Ayura menaik turunkan kedua alisnya.
"Tapi non. Nanti kalau tuan Genta marah sama bi Sari gimana?" tanya bi Sari yang merasa terjepit. Melarang salah. Tak melarang juga salah.
"Papi gak akan tahu kalau bi Sari gak ngasih tahu. Jadi bi Sari diem-diem aja. Jangan kasih tau ke papi kalau Ayura nginep di rumah temen Ayura," ujar Ayura pada bi Sari.
"Tapi non....."
"Bi Sari tenang aja. Ayura bisa jaga diri baik-baik kok," ucap Ayura mencoba untuk meyakinkan bi Sari.
Bi Sari diam untuk beberapa saat. Mencoba berfikir keputusan apa yang harus dia ambil sekarang.
"Tapi nona Ayura janji ya bakalan baik-baik aja. Gak ngelakuin hal yang macem-macem ya non," pinta bi Sari dengan sedikit memohon. Karena jujur saja dia khawatir terjadi sesuatu pada nonanya.
"Siap bi. Itu mah gampang. Ayura bakalan selalu baik-baik saja sampai papi pulang. Oke?"
Bi Sari menganggukan kepalanya.
"Kalau gitu Ayura pergi dulu ya bi," ucap Ayura tersenyum menang dan kembali berjalan keluar rumah dengan menarik koper miliknya.
"Hati-hati ya non," teriak bi Sari dan dibalas oke dengan jari oleh Ayura.
"Gak pa-pa deh nona Ayura nginep. Lagian kan dirumah temennya yang perempuan," gumam bi Sari lalu kembali kebelakang untuk melanjutkan pekerjaannya.
Ello berjalan hilir mudik didepan gerbang. Sudah hampir satu jam namun istrinya belum keluar dari dalam. Dan hal itu benar-benar membuat Ello gelisah. Apalagi dia sudah beberapa kali menghubungi nomer Ayura namun sama sekali tidak di angkat.
Dan suara pintu gerbang dibuka membuat Ello yang sedang hilir mudik menghentikan langkah kakinya dan beralih mrnatap pintu gerbang.
"Sayang... kamu kemana aja? Kak Ello udah khawatir kalau kamu gak jadi nginep apartemen," ujar Ello yang kini sudah berdiri di depan istrinya.
Ayura terseyum. "Maaf ya kak. Tadi ada sedikit masalah. Jadi agak lama di dalem."
"Masalah? Masalah apa? Kamu gak pa-pq kan?" tanya Ello khawatir.
"Gak kak. Gak pa-pa. Cuma tadi harus ada sedikit negosiasi dengan mata-mata di dalem," jawab Ayura santai.
"Negosiasi? Mata-mata? Maksudnya?" tanya Ello tak mengerti.
__ADS_1
"Udah gak usah di pikirin kak. Lebih baik kita sekarang langsung ke apartemen aja. Langit udah mulai gelap," ujar Ayura dan di balas anggukan kepala oleh Ello. Dia pun meraih koper di tangan Ayura.
"Ini gimana bawanya?" tanya Ello menatap koper di gengaman tangannya.
"Taruh ditengah aja kak. Ayura pangku," jawab Ayura.
"Mana bisa Ay. Motor kak Ello gak motor sport. Boncengannya sempit. Cuma muat badan kamu doang. Yang ada nanti kamu jatuh ke belakang," ujar Ello tak yakin bisa membawa koper Ayura.
"Trus gimana kak? Padahal Ayura udah pake koper yang agak kecilan."
"Kamu naik aja deh. Nanti kopernya kamu tarik sampe pangkalan ojek. Biar koper kamu naik ojek aja," ujar Ello dan di balas anggukan kepala oleh Ayura.
~
Sepasang suami istri itu sudah sampai di apartemen. Keduanya yang lelah langsung merebahkan tubuh mereka di atas ranjang.
"Kak...."
"Hmmm... kenapa Ay?" tanya Ello yang sudah memiringkan tubuhnya dan menatap istrinya.
"Ayura capek," ujar Ayura masih menatap ke arah langit-langit kamar mereka.
"Mau kak Ello pijitin?" tanya Ello yang kini langsung mendudukan tubuhnya dan bersiap memijat istrinya.
Ello menganggukan kepala. "Ya udah sana mandi. Nanti gantian kak Ello."
Ayura menanggukan kepala, lalu turun dari ranjang dan bergegas menuju kamar mandi. Sedangkan Ello langsung mengambil ponselnya di saku celana lalu melakukan panggilan telepon.
"Apa sih ngab? Kenapa lagi?" tanya Mike sesaat setelah panggilan tersambung. Dia kesal karena Ello menelepon saat dirinya sedang bermain game di ponselnya.
"Ckk... sensi banget sih lu, kayak cewek lagi dapet aja," ucap Ello ketus.
"Iya gue lagi dapet. Masalah buat lo?" sahut Mike tak kalah ketus.
"Lagi dapet sih lagi dapet. Tapi jan marah-marahnya ke gue dong," ujar Ello tak terima di semprot oleh Mike.
"Lo bikin gue AFK onyet," sahut Mike kesal.
Ello terkekeh. "Sorry ngab gue gak tau kalau lo lagi war."
"Sorry.. sorry," ucap Mike mencibir. "Kenapa lo telfon gue? Kalau gak penting gue matiin sekarang juga."
__ADS_1
"Ehh..jan dulu. Penting nih penting banget," ujar Ello dengan sangat serius.
"Paan? Cepet ngomong," sahut Mike tak sabar. Dia sudah sangat curiga jika yang akan dikatakan Ello pasti hal yang tak penting untuk dirinya.
"Sabar napa," ujar Ello. "Gue cuma mau nanya lo udah telepon nyokap gue belum?" sambung Ello.
"Ckk... udah gue tebak pasti gak penting," gerutu Mike.
"Sembarangan bilang gak penting. Ini penting banget buat gue," sahut Ello tak terima pertanyaannya di anggap tidak penting.
"Penting buat lo tapi gak penting buat gue," sahut Mike sebal.
"Gak usah banyak protes. Tinggal jawab doang ribet amat lo," ketus Ello tak sabar.
"Udah. Gue udah telfon nyokap lo. Udah bilang lo nginep di rumah gue."
"Trus nyokap gue bilang apa?"
"Biasalah. Kayak gak tau nyokap lo aja."
"Jangan telat makan. Jangan begadang. Kalau ada apa-apa langsung telepon?" tanya Ello memastikan pesan mama Rani.
"Hmm.... itu lo udah hafal pesan nyokap lo," sahut Mike.
"Berarti aman kan? Nyokap gue gak bakalan nyamper ke apartemen gue kan?" tanya Ello memastikan.
"Aman.. aman. Sekarang kalau lo mau kelonan udah gak bakalan ada yang ganggu," sindir Mike.
"Oke ganteng. Makasih ya. Nanti gue isiin diamond lo," ujar Ello.
"Seriusan?" tanya Mike antusias.
"Iya. Makasih ya udah bantuin."
"Gak masalah. Santai aja. Kapan-kapan kalau lo butuh bantuan bilang aja. Asal isiin diamond gue agak banyakan," ucap Mike sambil terkekeh.
"Dasar lo gak tau dir......"
"Kakak......." suara panggilan Ayura membuat Ello tak melanjutkan ucapannya dan mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Bahakan Ello memutuskan begitu saja panggilan teleponnya dengan Mike.
"Kenapa Ay kok gak keluar?" tanya Ello heran saat melihat hanya kepala Ayura yang muncul di balik pintu kamar mandi.
__ADS_1
Ayura mengigit bibir bawahnya. Lalu kembali menatap suaminya. "Kakak tolong ambilin baju Ayura di dalam koper. Ayura lupa gak bawa baju ganti," ujar Ayura lirih.