
Ayura menatap gedung pencakar langkit di depannya dengan penuh takjub. Apalagi dulu saat lewat di depan gedung ini bersama kak Hiro, kakaknya itu mengatakan jika lima lantai teratas gedung ini adalah perusahaan game yang belum lama berdiri namun sudah berkembang sangat pesat.
Dan Ayura sebagai seorang pecinta game pastinya memiliki keinginan untuk bisa masuk ke perusahaan game itu walaupun hanya sekedar untuk jalan-jalan.
"Ayo Ay kita masuk," ajak Ello yang langsung menggandeng tangan istrinya.
"Kakak kita ke lantai teratas?" tanya Ayura saat melihat Ello memencet tombol lift dengan angka tiga puluh.
"Iya, memangnya kenapa?" tanya Ello pada Ayura.
"Bukankah lima lantai teratas adalah perusahaan game?" Ayura balik bertanya.
"Kok kamu tau?" Ello kembali bertanya dengan raut wajah kaget. Tak menyangka jika istrinya mengetahui jika ada perusahaan game di dalam gedung ini.
"Kak Hiro yang ngasih tau waktu itu," jawab Ayura dan membuat Ello menganggukan kepalanya mengerti.
"Lalu untuk apa kita kesana? Bukankah kita akan ke basecamp kalaian?" tanya Ayura mentap ketiga pria yang berada satu lift dengannya.
"Basecamp kita memang ada di sini," jawab Mike. Hingga tak lama berselang pintu lift sudah terbuka pertanda mereka sudah sampai di lantai tiga puluh.
"Ayo Ay," ajak Ello lagi saat melihat wajah bingung Ayura.
"Kakak beneran basecamp kalian ada di sini?" tanya Ayura tak percaya.
"Iya. Mangkannya ayok kita susul Alex dan Mike biar kamu bisa tau dimana basecamp kita." Ello kembali menggandeng Ayura berjalan menyusuri lantai tiga puluh menuju ruangan yang tak lain adalah bascamp mereka.
Disepanjang koridor Ayura tak berhenti berdecak kagum saat melihat banyak sekali action figure hero mobile legends yang tersusun rapi di lemari kaca. Bahkan bukan hanya action figure hero mobile legends saja, namun ada juga dari beberapa dari game online lain.
Ceklek
Ello membuka pintu sebuah ruangan. "Ayo masuk., disini bascamp kita," ajak Ello.
Ayura menatap kagum pada ruangan berukuran cukup besar di depannya. Disana sudah tersedia monitor gaming, mousepad, gaming keyboard, controller game, headset dengan microphone, mouse gaming dan coolerpad yang semuanya berjumlah lima buah.
Bahkan saat ini Alex dan Mike sudah duduk diam dikursi masing-masing dengan pandangan menatap monitor di depannya.
Ayura masih terbengong, dia tak menyangka basecamp the most wanted boys di sekolahnya ada di dalam perusahaan game. Ini benar-benar luar biasa. Sangat jauh dari ekspetasinya yang mengira jika basecamp suami dan sahabat-sahabatnya ada di ruang kecil dan pengap dengan tembok penuh coretan mural.
__ADS_1
"Sorry, kerjaan gue baru kelar," ujar seorang pria yang baru saja datang. Hingga membuat Ayura menatap pria itu. Mencoba mencari tahu siapa pria yang kini sudah berdiri didepannya.
"Ini yang bakal gantiin Isthiizty?" tanya pria itu pada Ello.
"Iya kak. Kenalin namanya Ayura," ujar Ello. "Ra kenalin ini kak Agam. Salah satu anggota tim kita." Ello memperkenalkan Agam pada Ayura.
"Agam...." Agam mengulurkan tangannya.
Ayura menatap Ello seakan bertanya apakah dia boleh menjabat tangan Agam. Dan Ello terlihat biasa saja, dia justru hanya tersenyum saat membalas tatapan Ayura.
"Ayura....." Ayura akhirnya menjabat tangan Agam.
Disisi lain Mike yang melihat Agam bisa menjabat tangan Ayura hanya mendengus kesal. Bisa-bisanya Agam diizinkan berjabat tangan dengan Ayura sedangkan dirinya tidak.
"Lo gak usah heran kenapa Ello ngizinin kak Agam jabat tangan sama bininya," bisik Alex.
"Memang kenapa?" tanya Mike yang ikut berbisik.
"Ckk.. lo lemot banget sih. Ya jelas Ello izinin lah. Orang kak Agam bulan depan udah mau kawin," ujar Alex kesal namun masih tetap berbicara dengan berbisik.
Ello menepuk bahu kedua sahabatnya dengan cukup keras hingga membuat Alex dan Mike yang sedang berbisik-bisik menghentikan aktivitasnya. Keduanya nyengir menatap Ello.
"Lah kan biar dia sadar jadi kita ngomong di depannya. Ya gak Mike?" Alex meminta persetujuan sahabatnya.
"Yups.. daripada kita ngomong di belakang tapi yang di omongin gak nyadar," sindir Mike.
"Iya, ujung-ujungnya kita yang gedeg sendiri," sahut Alex.
"Serah kalian aja dah," ujar Ello tak terlalu memikirkan ucapan kedua sahabatnya. Dia lebih memilih menarik kursi di samping Ayura dan duduk disana.
"Gas lah kita mabar," teriak Mike dengan penuh semangat.
Dan tanpa menunggu lama kelima anak gamers itu pun log in ke akun masing-masing.
"Kamu pake maksman aja. Nanti aku yang jadi tank biar bisa lindungi kamu," ujar Ello hingga membuat ketiga pria yang ada disana menatap jengah pada Ello sang leader tim.
Game sudah di mulai. Dan pertandingan kali ini cukup berat bagi tim Ello. Karena salah satu hero musuh cukup overpower. Apalagi Ayura yang baru masuk ke tim membuat mereka masih harus belajar saling beradaptasi.
__ADS_1
Hingga akhirnya game pun berakhir di menit ketiga puluh. "Maaf ya kak, kalian kalah gara-gara ngajak Ayura gabung," ucap Ayura lirih. Dia merasa menjadi penyebab kekalahan tim mereka.
"Gak pa-pa Ay. Menang kalah dalam game udah biasa." Ello menggengam tangan Ayura memberi support pada istrinya itu.
"Ini bukan salah lo Ra. Ini tuh salah si Alex," sahut Mike ikut menimpali.
"Kok jadi gue?" protes Alex tak terima disebut sebagai biang kekalahan.
"Udah di bilang ambil buff biru dulu. Jadi hyper itu jangan ikut mobil johnson. Di ajak muter-muter sampe linglung. Johnson tuh buta map. Dasar Alu," ketus Mike. Dia sangat kesal dengan Alex, pasalnya dia sudah memilih memakai hero odette agar bisa ikut jalan-jalan dengan johnson. Namun sialnya Alex selalu saja mengrecokinya.
"Udah udah, kalian gak usah debat. Disini kita cuma perlu belajar melatih kekompakan saja. Karena dari yang gue liat, skill kalian semua udah bagus kok," sahut Agam menengahi.
"Ckk... dasar kalian bocil. Game aja diributin," ujar Ello menggelengkan kepalanya. Dia merasa heran dengan kedua sahabatnya itu.
Dan benar apa yang di katakan Agam tadi. Jika kekompakan adalah kunci kemenangan mereka. Buktinya dalam tiga pertandingan berikutnya, mereka dengan mudah mengalahkan lawan. Bahkan hanya memerlukan waktu setikar dua belas menit dalam satu kali putaran permainan.
"Kamu laper gak?" tanya Ello pada Ayura saat mereka semua sudah duduk berkumpul di sofa yang masih berada di dalam basecamp.
"Iya. Yura udah laper," jawab Ayura nyengir.
"Yaudah kita makan dulu disini sebelum aku pulang," ucap Ello dan di balas anggukan kepala oleh Ayura.
"Kak Agam. Tolong pesenin makan sore buat kita ya. Kalau bisa yang ada nasinya. Jangan junk food," pinta Ello pada Agam.
"Ya udah. Gue tunggu bentar. Gue bilang sama Tata dulu, biar dia yang pesenin," sahut Agam lalu bergegas keluar dari basecamp.
"Kak....." Ayura memanggil suaminya.
"Iya, kenapa? Kamu pengen sesuatu?" tanya Ello. Dan dibalas gelengan kepala oleh Ayura. "Lalu kenapa hem?"
"Kok kakak bisa punya basecamp disini? Apa ini perusahaan game ini milik kak Agam?"
.
.
.
__ADS_1
Hey guys udah pada liat visualnya Ello dan Ayura?
Bagi yang tidak puas dengan visual versi author gak apa-apa guys. Kalian bebas berfantasi dan berimajinasi sendiri. Jangan sampai visual dari author membuyarkan imajinasi kalian ya😉😉