Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Ancaman Agam


__ADS_3

Masih dengan wajah angkuhnya, sopir mobil box itu meraih lembar demi lembar foto-foto yang di lempar Agam kepadanya. Sopir box itu masih belum tahu foto apa yang Agam berikan karena posisi foto memang dengan keadaan terbalik.


Dengan perlahan sopir mobil box itu membalik lembaran foto ditangannya. Dan detik selanjutnya dia membelalakan kedua matanya dengan tangan yang sudah meremas foto ditangannya.


"Gue yakin foto itu cukup untuk jadi bukti dan buat lo membusuk di dalam penjara," ucap Agam dengan wajah datar dengan senyum menakutkan. Senyum yang bahkan baru kali ini Ello lihat.


Ello menatap sopir mobil box yang saat ini terlihat terkaget dan ketakutan hingga membuat Ello penasaran dengan foto apa yang baru saja dilempar oleh Agam.


"Ini bukan gue." Sopir mobil box itu mencoba membantah jika foto screenshot yang diambil dari salah satu rekaman dask cam mobil itu bukan dirinya.


"Bagaimana dengan ini." Agam kembali melempar ponselnya ke atas meja.


Dengan perasaan yang mulai campur aduk, sopir box itu meraih ponsel Agam yang berada di depannya.


Sebuah rekaman dask cam mobil beberapa hari yang lalu. Dimana saat sopir mobil box gadungan itu tengah menyabotase mobil papa Arya yang berakhir dengan Fano sebagai korbannya.


Sopir mobil box gadungan itu diam membeku dengan segala kegelisahan yang mulai bermunculan. Wajahnya terlihat sangat jelas di video itu. Dan dia tak mungkin bisa membantah lagi.


"Dua kali. Dua kali lo melakukan percobaan pembunuhan. Dan gue bakalan pastiin lo membusuk di penjara. Gue bakalan nyewa banyak pengacara buat mastiin lo gak bakalan pernah keluar dari penjara. Kecuali........" Agam tersenyum miring. "Kecuali lo bongkar siapa dalang utamanya. Karena gue yakin lo gak kenal dan gak punya dendam apapun dengan om Arya. Dan lo gak punya motif khusus selain karena bayaran dari orang yang nyuruh lo," ujar Agam.


Beberapa hari ini Agam harus bekerja ekstra untuk bisa menemukan bukti jika mobil om Arya memang disabotase hingga membuat Fano mengalamai kecelakaan. Bahkan dia meminta bantuan salah satu temannya yang seorang hacker untuk meretas rekaman CCTV di sekitar restoran. Hingga dia memutuskan untuk mengecek satu per satu mobil yang kemungkinan ada di restoran malam itu.


Dan siapa sangka, dari salah satu mobil yang mereka cek rekaman dask cam-nya menemukan bukti jika mobil yang di kendarai Fano saat itu memang di sabotase.


"Itu hanya beberapa bukti kejahatan lo baru-baru ini. Kalau lo masih gak mau buka mulut, gue bisa dengan mudah nyari lebih banyak bukti kejahatan lo di masa lalu yang sama sekali gak di ketahui siapa pun," ujar Agam dengan santai.


~

__ADS_1


Dengan langkah yang masih tertatih, papa Arya mencoba berjalan dengan cepat agar bisa segera sampai di dalam kantor polisi.


Setengah jam yang lalu Agam menghubunginya dan mengatakan jika dalang utama kecelakaan yang di alami Fano sudah di amankan di kantor polisi.


Ya, sopir mobil box itu memilih mengungkap siapa sosok yang membayarnya untuk melakukan semua kejahatan yang dia lakukan. Sopir mobil box gadungan itu tak ingin hukumannya semakin berat karena ancaman-ancaman yang Agam berikan. Bahkan Agam sempat mengatakan jika dia tahu jika sopir mobil box gadungan itu pernah membunuh sang kekasih yang tengah hamil dengan cara menenggelamkannya di sungai. Dan entah dapat info berharga itu dari mana, sopir box itu tak tau. Karena pada kenyataannya polisi sudah menutup kasus itu dengan hasil jika sang kekasihnya bunuh diri. Lalu bagaimana bisa Agam tahu jika dirinya yang menenggelamkan kekasihnya hingga tak bernyawa?


"Ello, Agam. Siapa pelaku utamanya? Dan dimana dia sekarang?" tanya papa Arya dengan emosi yang sudah memuncak saat baru saja tiba di hadapan putra bungsunya. Namun sayang, Ello justru memilih untuk diam tak berniat menjawab pertanyaan sang papa. Karena dia sendiri masih syok saat mengetahui siapa dalang utama kecelakaan sang kakak.


"Tenang dulu om. Pelakunya ada di dalam. Lagi di interogasi sama kepolisian. Kita harus tunggu dulu," ujar Agam mencoba menenangkan. Sudah sejak dua jam yang lalu pelaku utama digiring ke kantor polisi. Dan samapai sekarang masih berada didalam belum bisa ditemui sama sekali.


Hari sudah berganti gelap. Namun Ello, Agam dan papa Arya masih di kantor polisi. Masih setia menunggu hasil penyelidikan selesai.


Drt.. Drt.. Drt..


Terdengar suara dering ponsel Ello untuk kesekian kalinya. Dan semua itu berasal dari panggilan telepon istrinya. Namun karena perasaannya yang masih campur aduk. Antara marah dan kecewa, Ello pun memutuskan untuk tak menjawab panggilan telepon dari Ayura.


Drt.. Drt.. Drt..


"Ayura kak. Ello gak mau dia khawatir," jawab Ello tanpa mengalihkan pandangannya ke arah lawan bicaranya.


"Angkat. Jangan buat dia khawatir," perintah Agam.


Ello menghela nafas panjang. Lalu meraih ponselnya di saku celana. Dan tanpa melihat siapa sang penelepon, Ello langsung mengangkat dan meletakan ponselnya di telinga.


"Iya sayang," ucap Ello saat panggilan tersambung.


"Sayang-sayang. Najis lo panggil-panggil gue sayang," bentak seseorang dari seberang telepon.

__ADS_1


Ello menelan salivanya dengan susah payah. Dia sangat tahu suara siapa yang berada di balik telepon. Dengan sedikit ragu, Ello melihat nama yang tertera di layar telepon.


"Hehe.... Kak Hiro. Tumben telfon Ello. Kenapa kak?" tanya Ello dengan wajah yang mulai pucat. Dia mengerutuki kebodohannya yang mengira jika sang penelepon adalah Ayura, istrinya. Dan yang lebih bodoh dari itu, bisa-bisanya Ello memanggil kakak iparnya dengan sebutan sayang.


"Kemana aja lo? Kenapa adik gue nelfon dari tadi gak diangkat?" tanya Hiro dengan suara yang terdengar mengintimidasi.


"Maaf kak. Tadi Ello gak tau kalau ada telfon dari Ayura," jawab Ello berkilah.


"Alesan. Dimana lo sekarang? Adik gue gak mau makan malem gara-gara nungguin lo pulang. Jadi lo harus pulang sekarang juga!" perintah Hiro seakan tak bisa dibantah lagi.


"Ello belum bisa pulang sekarang kak. Tolong suruh Ayura makan sekarang kak. Jangan tungguin Ello," pinta Ello yang khawatir saat tahu jika istrinya belum makan malam.


"Udah dia tetep gak mau. Mending lo pulang aja deh," perintah Hiro lagi.


"Ello gak bisa kak. Ello lagi di kantor polisi."


"Di kantor polisi? ngapain lo kantor polisi?"


"Pelaku yang menyabotase mobil papa udah diamanin disini kak. Jadi Ello harus nunggu sampai penyelidikannya selesai."


"Yaudah lo tenang aja gak usah pikirin Ayura. Nanti biar kakak yang nyuruh dia makan."


"Makasih ya kak."


"Iya. Lo di kantor polisi mana? Nanti kakak susulin kesana."


Setelah mengetahui dimana letak kantor polisinya, Hiro pun segera mematikan teleponnya dan bergegas membujuk sang adik untuk makan. Agar dia bisa segera menyusul Ello ke kantor polisi. Karena jujur saja Hiro juga penasaran siapa pelaku sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2