Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Seserahan


__ADS_3

Hiro dan Ayura sudah bersandar di railing besi balkon kamar dengan pandangan yang sama-sama terfokus pada mobil hitam yang baru saja berhenti tepat di depan teras rumah mereka.


Dan tak lama kemudian terlihat tiga remaja laki-laki yang turun dari mobil tersebut.


"Ra, bukankah itu pacar kamu?" tanya Hiro seraya menunjuk seorang remaja yang baru saja keluar dari balik pintu kemudi.


"Hah mana kak?" tanya Ayura dengan menyipitkan pandangan matanya menatap ke arah yang di tunjuk Hiro.


"Itu....."


"Hah iya. Itu kak Ello. Ngapain ya mereka bertiga kesini?" tanya Ayura yang juga melihat ada Alex dan Mike dibawah sana.


Hiro mengangkat kedua bahunya. "Mana kakak tahu."


Dan tanpa permisi Ayura berbalik arah hendak masuk ke pintu kamar kakaknya yang terhubung dengan balkon.


"Mau kemana?" teriak Hiro saat melihat adiknya berjalan masuk.


Ayura berhenti, menengok sebentar kearah kakaknya. "Mau turun ke bawah. Kan ada temen-teman Ayura," jawab Ayura lalu kembali melanjutkan langkah kakinya.


Saat Ayura sedang menuruni tangga sudah terlihat ada bi Sari yang sedang berjalan ke arah pintu utama. Karena Ello dan kedua sahabatnya memang sudah membunyikan bel beberapa kali.


"Bibi, biar Ayura aja yang buka pintunya," ucap Ayura yang berhasil menghentikan langkah kaki bi Sari.


"Baik non."


Ayura melanjutkan langkah kakinya dengan sedikit berlari kecil. Dan tanpa menunggu lama dia pun membukakan pintu untuk suami dan kedua sahabat suaminya.


Ceklek..


Saat pintu terbuka, Ayura langsung disuguhi dengan senyum manis suminya.


"Kakak kenapa kesini malem-malem?" tanya Ayura heran.


Belum sempat Ello menjawab, Hiro sudah muncul di balik tubuh Ayura. "Ada apa rame-rame kesini?"


"Ini kak. Kita mau latihan bareng Ayura. Soalnya turnamen tinggal dua hari lagi," jawab Ello. Dia sudah mempersiapkan jawaban ini sejak sore tadi. Apalagi Ayura sempat bercerita jika kakaknya akan mendukung mereka di turnamen akhir pekan ini.

__ADS_1


"Emang harus malem-malem ya?" tanya Hiro menatap ketiga remaja di depannya yang terlihat membawa bingkisan di tangan masing-masing.


"Ini masih jam setengah delapan kak. Kita janji latihannya gak akan lama," sahut Ello.


"Ya udah masuk. Kakak kasih waktu sampai jam sepuluh malam. Setelah itu kalian pulang ke rumah masing-masing," ucap Hiro mulai membuka pintu rumah utama lebih lebar agar temen-teman adiknya bisa masuk.


"Makasih kak. Ini ada sedikit cemilan buat kakak," ujar Ello memberikan lima tumpuk box pizza ukuran medium dengan lima macam topping yang berbeda. Lalu berjalan masuk kedalam rumah saat box pizza itu diterima oleh Hiro.


"Ini juga sedikit cemilan buat temen ngopi atau ngeteh kak," ucap Alex memberikan lima box martabak telur spesial. Namun karena kedua tangan Hiro yang sudah memegang box pizza dari Ello, akhirnya Alex meletakan kelima box martabaknya diatas box pizza. Dan dia pun menyusul Ello yang sudah duduk di sofa ruang tamu.


Setelah Alex masuk, kini giliran Mike yang menyodorkan parsel buah ke Hiro. "Kalau ini biar sehat kak, masih fresh dan dipetik langsung dari pohonnya."


"Kamu gak liat tangan saya sudah penuh seperti ini?" tanya Hiro kesal karena wajahnya sudah tertutupi oleh box-box yang berada ditangannya.


Mike nyengir. "Kalau gitu ini kamu aja yang terima Ra," pinta Mike menyodorkan parsel buah yang dia bawa ke arah Ayura.


"Ahh... iya makasih kak. Lain kali gak usah repot-repot," sahut Ayura menerima parsel buah dari Mike.


"Gak repot kok Ra. Santai aja. Semua yang beli kak Ello kamu," jawab Mike sedikit terkikik mengingat bagaimana hebohnya Ello saat mengajak dia dan Alex mengunjungi rumah Ayura.


"Kak Ello yang beli semua ini?" tanya Ayura seakan tak percaya.


"Minta tolong apa kak?" Ayura balik bertanya.


"Minta tolong bantu bawa masuk beberapa makanan didalam mobil. Soalnya masih ada beberapa box brownies, cup cake, martabak manis dan cemilan lainnya."


"What? Masih ada lagi?" pekik Ayura dan Hiro bersamaan dengan kedua mata yang sudah membulat sempurna.


Mike menggaruk tengkuk lehernya.


"Iya kak," jawabnya sambil nyengir. "Kalau gitu saya boleh masuk kan kak?" tanya Mike. Dan tanpa menunggu jawaban, Mike nylonong masuk dan meninggalkan Ayura dan Hiro yang masih terlihat sangat syok.


"Ra kok pacar kamu ajaib banget," ucap Hiro setelah menetralakn keterkejutannya. "Ini udah kayak orang mau lamaran aja. Bawa seserahan sebanyak ini."


Ayura nyengir. "Udah ahh kak masuk aja yuk. Berat juga lama-lama bawa beginian," ucap Ayura dan dibalas anggukan kepala oleh kakaknya.


Karena terlalu banyak makanan yang dibawa Ello, akhirnya Hiro pun memanggil pak Sapto dan mang Ucup untuk membantu bi Sari. Bukan untuk membawa masuk makanan kedalam rumah. Melainkan untuk membagikannya ke orang-orang di pinggir jalan.

__ADS_1


Hiro pun hanya menyisakan beberapa makanan yang mungkin bisa mereka habiskan.


"Kakak kok gak ngasih tau Ayura sih kalau mau kesini," tanya Ayura yang kini sudah duduk disamping suminya.


"Surprise sayang. Gimana? Kamu seneng gak kakak dateng?" tanya Ello yang kini sudah merangkul tubuh istrinya.


Sedangkan disisi lain, Alex dan Mike justru sedang menikmati pizza yang mereka bawa tadi tanpa memperdulikan Ello dan Ayura yang kini duduk di depan mereka.


Ayura tersenyum. "Iya Ayura seneng. Ini pertama kali Ayura diapelin cowok."


"Hah seriusan?" tanya Ello dan dibalas anggukan kepala oleh Ayura.


"Jadi beneran kakak yang pertama?" tanya Ello masih tak percaya.


"Ihhh... iya kakak. Masa kakak gak percaya," jawab Ayura dengan wajah cemberut.


Ello tersenyum lebar. "Percaya sayang. Kakak bakalan selalu percaya sama kamu. Cuma kakak seneng aja bisa jadi cowok pertama yang apel ke rumah kamu."


Dan mereka yang awalnya izin untuk berlatih justru malah saling melempar candaan. Bahkan bukan cuma Ello dan Ayura saja. Namun Alex dan Mike pun ikut menyahuti lelucon receh di antara mereka hingga tawa ngakak mereka pun memenuhi seisi ruang tamu.


"Ehemm....." suara deheman dari Hiro langsung menghentikan tawa mereka. Bahkan Ayura pun ikut diam hingga membuat ruang tamu yang awalnya riuh kini menjadi hening.


"Katanya mau latihan," ucap Hiro ikut bergabung dan memilih duduk di single sofa yang memang kosong.


"Iya kak. Tapi temen satu tim kita tiba-tiba gak bisa ikut gabung latihan. Soalnya lagi ada kerjaan," jawab Ello. Padahal sejak tadi dia sama sekali tak menghubungi Agam untuk mengajak latihan. Karena latihan untuk turnamen memang hanya alibinya agar bisa berkunjung kerumah Ayura.


"Kurang satu ya? Gimana kalau kakak ikut gabung? Ya walaupun gak sejago kalian berempat, tapi kakak bisa lah buat mengisi kekosongan salah satu teman kalian," sahut Hiro memberi saran.


"Kak Hiro beneran mau ikut main?" tanya Ayura tak percaya.


"Iya. Daripada kalian cuma bercanda kayak gini. Kan mending latihan. Apalagi kamu bilang turnamennya tinggal dua hari lagi," jawab Hiro mengeluarkan ponselnya dari saku celana.


Dia memeng jarang bermain game. Tapi dulu waktu di Jepang bersama Ayura, dia sering mengisi libur akhir pekannya dengan menemani adik kesayangannya bermain game. Jadi sedikit banyak dia mengerti tentang game yang akan mereka mainkan.


"Okelah. Log in," sahut Alex semangat.


"Ayok gas," sahut Mike seraya meraih ponselnya yang berada diatas meja.

__ADS_1


Dan akhirnya mereka pun berlatih dengan ditemani oleh Hiro.


__ADS_2