Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Bolehkan?


__ADS_3

Langkah kaki Ayura berhenti tepat di depan pintu salah satu ruangan di apartemen suaminya.


Dari luar Ayura dapat melihat jika lampu didalam ruangan itu masih menyala dan itu pertanda jika kemungkinan besar ada Ello disana.


Tok.. Tok.. Tok..


Ayura mencoba mengetok pintu ruangan tersebut. Namun setelah beberapa saat menunggu, sama sekali tak ada sahutan dari dalam.


Tak mau menyerah, Ayura kembali mengetok pintu ruangan itu untuk kesekian kalinya. Namun lagi dan lagi tetap tak ada sahutan, hingga membuat Ayura memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan tersebut tanpa izin.


Pandangan mata Ayura terpaku pada sosok laki-laki yang kini sedang fokus menatap monitor di depannya dengan kedua telinga yang tertutup headset. Dia adalah Ello, suaminya yang sejak tadi Ayura cari keberadaannya.


Dengan langkah pelan, Ayura berjalan mendekati suaminya.


"Kak...." panggil Ayura seraya menepuk bahu suaminya hingga membuat Ello kaget dan sontak menatap kearah samping.


"Sayang, kok kamu ada disini?" tanya Ello seraya melepas headset di kepalanya.


Ayura hanya diam dengan kedua mata yang sudah mengembun.


"Kamu kenapa? Ada apa?" tanya Ello menarik Ayura hingga membuat tubuh istrinya itu duduk di pangkuannya.


"Kenapa? Kok bangun? Kamu mimpi buruk?" tanya Ello dengan lembut seraya menyelipkan helaian rambut yang menutupi wajah istrinya ke belakang telinga.


Ayura masih diam. Tak menjawab sama sekali. Dia justru hanya menatap intens wajah suaminya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Ello mulai khawatir. "Kamu sakit? Ada yang sakit?" tanya Ello lagi.


Dan seketika itu tangis Ayura pecah. Air mata yang sejak tadi menggenang di kedua matanya tumpah begitu saja membanjiri pipi mulusnya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Ello semakin panik. "Mana yang sakit? Kita ke rumah sakit sekarang ya," ucap Ello hendak menggendong istrinya. Namun ucapan yang keluar dari bibir Ayura langsung menghentikannya.


"Ayura kira kakak ninggalin Ayura. Ayura takut di tinggal sendiri," ucap Ayura lirih dengan suara parau karena tangisannya yang masih belum berhenti.

__ADS_1


"Enggak sayang. Enggak. Kak Ello gak akan mungkin ninggalin kamu," ujar Ello mengusap kedua pipi Ayura dengan ibu jarinya.


Ello merasa bersalah. Benar-benar bersalah. Seharusnya dia tak meninggalakan istrinya sendiri. Dia pikir Ayura tak akan terbangun lagi setelah melihat tidurnya yang terlihat sangat nyenyak.


Awlanya memang dia hanya ingin pergi ke kamar mandi yang berada di kamar sebelah untuk melakukan solo karir. Namun saat kembali kekamar dan ingin menyusul Ayura ke alam mimpi, tiba-tiba teleponnya berdering.


Dan ternyata salah satu editor nya yang menelepon. Dia mengatakan jika saat ini sedang di rawat di rumah sakit karena kecelakaan yang baru saja dia alami. Editor Ello pun meminta izin tak bekerja untuk beberapa hari kedepan. Hingga mau tak mau Ello pun harus mengedit sendiri konten video youtube nya yang harus di upload besok pagi.


Ello kembali menatap wajah Ayura. Dia masih melihat istrinya itu menangis. Dan tanpa pikir panjang Ello pun menarik tubuh Ayura kedalam pelukannya.


"Sssttt.... udah sayang jan nangis lagi. Kakak disini. Kak Ello gak kemana-mana kok. Kak Ello juga gak bakalan pernah ninggalin kamu. Kamu hidup kakak," ujar Ello mengusap kepala belakang istrinya.


"Kak Ello beneran gak bakalan ninggalin Ayura?" tanya Ayura lirih.


Ello mengurai pelukannya. Kembali menatap wajah Ayura. "Iya... kak Ello gak akan pernah ninggalin Ayura. Apapun yang terjadi kedepannya," jawab Ello mantap.


"Janji?" Ayura mengacungkan jari kelingkingnya tepat di depan wajah suaminya.


Ello tersenyum. "Iya sayang. Kak Ello janji," ucap Ello seraya menautkan jari kelingking mereka berdua.


"Jadi kalau Ayura gak cantik, kak Ello gak bakalan mau sama Ayura lagi?" tanya Ayura seraya mencebikan bibirnya.


Ello sudah tak mendengar lagi ucapan istrinya. Saat ini dia justru sedang berusaha menelan salivanya dengan susah payah saat melihat bibir Ayura yang kini sudah mengerucut tajam. Pandangan matanya pun tetap fokus tak mau beralih dari bibir mungil itu. Bahkan saat ini didalam kepalanya sudah terbayang-bayang bagaimana rasanya jika bibir mereka bersatu.


"Tuh kan. Kak Ello gak jawab. Berarti bener kak Ello bakalan ninggalin Ayura kalau Ayura gak cantik lagi," ujar Ayura dengan kedua mata yang kembali berkaca-kaca.


"Sayang, boleh kan?" tanya Ello lirih seraya menatap kedua mata istrinya.


"Hah...? Maksudnya?" Ayura yang tak mengerti pun balik bertanya apa maksud perkataan suaminya.


Tangan Ello mulai terangkat lalu perlahan mengusap bibir merah muda milik istrinya. "Kak Ello bolehkan cium kamu?" tanya Ello mengutarakan keinginannya seraya menatap kedua mata istrinya.


Ayura yang mendengar ucapan Ello hanya terbengong dengan bibir yang sedikit terbuka. Dan tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Ello pun langsung menempelkan bibirnya tepat dibibir istrinya.

__ADS_1


Ayura membelalakan kedua matanya saat merasakan sesuatu yang kenyal menempel di bibirnya. Bahkan dia hanya diam membeku karena terlalu kaget dengan situasi yang dia alami sekarang.


Jantung Ayura semakin berpacu dengan cepat saat Ello meny**ap bibirnya dengan sangat lembut. Namun lagi dan lagi Ayura hanya diam terpaku. Dia tak tau harus melakukan apa.


"Maaf sayang....." ujar Ello sesaat setelah tautan bibir mereka terlepas. Hingga membuat Ayura yang masih diam terpaku mengerjapkan kedua matanya dengan lucu.


Ello tersenyum. "Bibir kamu sangat manis," ucapnya seraya mengusap bibir Ayura yang basah dan sedikit bengkak akibat ciumannya.


Ayura sudah menundukkan kepala karena malu. Dia benar-benar tak berani menatap wajah suaminya.


"Sayang kamu marah?" tanya Ello yang melihat wajah Ayura menunduk. "Maafin kakak. Kak Ello janji gak akan cium kamu lagi kalau kamu gak suka."


Ayura masih diam. Bukan marah. Tapi dia masih malu.


"Sayang kamu marah?" tanya Ello lagi. Dan kali ini Ayura menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Lalu kenapa?" tanya Ello dengan memegang dagu Ayura agar gadis itu menatapnya.


"Ayura malu kak," jawab Ayura lirih. Tak berani menatap wajah suaminya. Dia justru memilih menatap kesembarang arah.


"Kenapa malu, ini hal yang wajar untuk sepasang suami istri," ujar Ello lembut.


"Tapi kak......"


"Bahkan jika kita kita melakukan lebih dari sekedar ciuman pun tak akan dosa," ucap Ello lagi.


"Kakak ihh....." rengek Ayura dengan wajah yang semakin memerah. Hingga membuat Ello terkekeh.


"Ya udah. Kamu lanjutin boboknya ya. Kakak mau lanjutin kerjaan kakak dulu. Tinggal dikit lagi," ujar Ello lembut. Hingga membuat Ayura hendak turun dari pangkuannya. Namun dengan cepat ditahan oleh suaminya.


"Kenapa?" tanya Ayura heran.


"Bobok disini aja. Sekalian temenin kakak," ujar Ello tersenyum.

__ADS_1


"Tapi Ayura berat kak," ucap Ayura lirih.


"Gak kok. Kamu gak berat. Kamu duduk diem disini. Biar kakak semangat kerjanya," ujar Ello. Dan mau tak mau Ayura pun tetap duduk di pangkuan Ello dengan kedua tangan yang melingkar dileher suaminya.


__ADS_2