Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Keisengan Little Pasutri


__ADS_3

Dua hari setelah kejadian suap di suapi di restoran Jepang, Alex dan Mike sama sekali tak bisa di hubungi oleh Ello. Kedua remaja tampan itu seakan hilang di telan bumi.


"Ni bocah pada kemana sih?" gerutu Ello dengan kedua tangan sibuk mengetik pesan untuk kedua sahabatnya.


"Kakak kenapa?" tanya Ayura menatap heran sang suami yang sejak tadi terlihat kesal.


"Hah? Kenapa Yang?" tanya Ello yang seketika itu mengalihkan pandangan matanya ke arah Ayura.


"Kakak kenapa? Dari tadi ngedumel mulu."


Ello tersenyum. "Kakak gak pa-pa kok."


"Beneran?"


"Iya sayang, beneran," balas Ello. "Sini peluk. Kamu makin hari makin cantik banget sih Yang. Bikin kakak falling in love tiap hari," ujar Ello merentangkan kedua tangannya agar Ayura masuk kedalam pelukannya.


"Masih pagi woey. Ett dah, baru juga melek ini mata," gerutu Hiro yang baru saja turun dari lantai dua dan langsung di sambut dengan kebucinan sepasang little pasutri di depannya.


"Emang kalau masih pagi gak boleh pelukan ya kak?" tanya Ayura menatap wajah sang kakak yang terlihat kesal.


"Boleh Yang, kak Hiro cuma iri aja," bisik Ello. Sedangkan Hiro justru berlalu begitu saja menuju dapur untuk mengambil minum tanpa berniat menjawab pertanyaan sang adik yang menurutnya sama sekali tak penting.


"Anak papi yang baik." Ello mengusap lembut perut Ayura dan mulai mengajak calon anak mereka mengobrol. "Kamu gak pengen minta sesuatu gitu sama uncle Hiro?" tanya Ello pada baby mereka.


"Minta sesuatu apa kak?" tanya Ayura tak mengerti.


Ello tersenyum miring. Lalu membisikan sesuatu pada sang istri. "Hah? Kakak ngaco."


"Gak pa-pa Yang. Sekali-kali kita gantian ngerjain kak Hiro. Mumpung ada anak papi Ello sebagai alasan," ujar Ello dengan wajah penuh permohonan.

__ADS_1


"Ya udah deh. Ayura juga mau bales dendam sama kak Hiro yang suka jailin Ayura," jawabnya dengan senyum menyeringai. Entah kenapa ide sang suami membuat Ayura bersemangat pagi ini.


Hiro baru saja kembali dari dapur dengan segelas air putih di tangannya. Dia berniat ingin langsung kembali ke kamar. Karena Hiro yang sudah beberapa hari ini mulai bekerja di kantor sang papi harus segera bersiap-siap untuk pergi bekerja.


"Kak Hiro, kakak Ayura yang tampannya melebihi Taehyung," ucap Ayura saat sang kakak melintas di ruang keluarga.


"Lo kenapa? Pengen minta apa?" tanya Hiro to the poin dan menatap curiga kearah Ayura, karena Hiro sangat tahu adiknya hanya akan mengatakan dirinya tampan atau ganteng saat menginginkan sesuatu darinya.


"Ayura gak minta apa-apa. Kak Hiro kok curigaan banget sih sama Ayura."


"Emang lo itu pantas untuk di curigai," sahut Hiro dan kembali melanjutkan langkahnya.


"Kak Hiro tunggu, jangan pergi dulu," ucap Ayura mencegah kakaknya yang sudah hampir naik kembali ke kamarnya di lantai dua.


"Tadi katanya kamu gak minta apa-apa," sahut Hiro mulai kesal. "Trus kenapa nahan kakak buat balik ke kamar?" gerutu Hiro semakin kesal.


"Haish... Ayura emang gak minta apa-apa. Tapi calon baby Ayura yang minta sesuatu sama unclenya," ucap Ayura sembari mengelus perutnya.


"Baby Ayura yang ada di dalam perut, pengen makan mangga muda."


"Trus hubungannya sama kak Hiro apa?" tanya Hiro masih tak mengerti.


"Baby Ayura pengen unclenya yang metikin mangganya langsung dari pohon," ujar Ayura menjelaskan.


"Gue metik mangga?" Hiro menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kak. Please, mau ya? Ini juga demi baby Ayura. Keponakan kakak. Masa kak Hiro gak mau sih?" ujar Ayura dengan wajah penuh permohonan.


"Gak. Mana ada bayi di dalem perut bisa minta begituan. Ini pasti akal-akalan kamu kalau gak-," Hiro menatap tajam adik iparnya. "Kalau gak ini pasti ide nya Ello. Iya kan. Ngaku lo!"

__ADS_1


"Hah? Enggak kak. Ello gak tau apa-apa," jawab Ello gugup.


"Jangan bohong ka-"


"Ada apa sih masih pagi udah pada ribut?" tanya Papi Genta yang baru saja bergabung dengan mereka. Terlihat sang papi sudah siap untuk berangkat bekerja karena sudah rapi dengan setelan jas berwarna hitam yang sangat pas ditubuhnya.


"Ini pi. Masa katanya anak Ayura pengen makan mangga muda tapi minta Hiro yang metik langsung dari pohonnya. Kan ngaco," ujar Hiro mengadu.


"Loh emang salahnya dimana?" tanya Papi Genta tak mengerti. "Wajar Hiro kalau adik kamu yang hamil minta aneh-aneh. Itu namanya ngidam. Kalau gak di turuti nanti kasihan keponakan kamu bisa ileran," sambung papi Genta.


"Tapi pi. Itu gak masuk akal," sahut Hiro masih keukeh tak mau memetik mangga muda untuk sang adik.


"Kamu turutin aja kenapa sih Hiro. Kalau pun itu bukan kemauan calon cucu papi, setidaknya kamu turutin kemauan adik kamu yang lagi hamil," ujar papi Genta tak mau di bantah.


Hiro menghela nafas kasar. Dia sangat kesal. Pagi-pagi sudah harus di repotkan dengan kemauan Ayura yang sangat menyusahkan dirinya. "Metik mangga dimana? Disini gak ada pohon mangga," ketus Hiro.


"Di halaman belakang rumah papa Arya ada kak. Buahnya banyak banget," seru Ayura dengan wajah berbinar. Sedangkan Ello sejak tadi hanya bisa menahan tawanya yang sudah hampir meledak saat melihat wajah kakak iparnya yang terlihat sangat kesal.


"Ya udah kita semua kesana aja setelah sarapan," usul papi Genta. Karena entah kenapa dia juga ingin melihat sang putra yang harus di repotkan oleh kemauan ibu hamil. Dan untung saja pagi ini Papi Genta sedang tak ada meeting penting, hingga papi Genta bisa ikut melihat keseruan Hiro memetik mangga muda untuk calon cucunya.


"Hmm... Hiro mandi dulu," ucap Hiro langsung bergegas pergi menaiki tangga menuju kamarnya dengan wajah kesal yang tak bisa lagi dia tutupi.


"Ya udah kita tunggu Hiro di ruang makan," ujar papi Genta.


Setelah kepergian Hiro dan papi Genta, akhirnya tawa Ello tak bisa ditahan lagi. Dia sangat puas melihat wajah kesal kakak iparnya. "Gimana? akting Ayura keren kan?"


"Iya sayang. Kamu hebat," ujar Ello disisa tawanya.


"Biarin aja sekali-kali kita kerjain kak Hiro. Biar kak Hiro tahu gimana keselnya kalau di jailin," ujar Ayura dan di balas anggukan kepala oleh Ello.

__ADS_1


Dan setelah sarapan pagi, seluruh anggota keluarga Aditama berbondong-bondong menuju kediaman Darmawangsa hanya untuk mengabulkan ngidam bohongan Ayura.


__ADS_2