
Ayura bingung. Bingung bagaimana cara menolak Reno agar pria itu tak terlalu sakit hati. Apalagi Reno mengungkapkan perasaannya di depan orang banyak. Pasti akan membuat pria itu malu jika Ayura menolaknya dengan cara yang tak tepat.
"Gimana Ra? Lo mau gak jadi pacar gue? Kalau lo terima gue, ambil buket bunga ini. Tapi kalau lo nolak gue, ambil balon ini dan terbangin ke langit," ujar Reno. Di dalam hatinya sudah sangat yakin jika Ayura pasti akan menerimanya. Apalagi Laura mengatakan jika Ayura juga menyukainya hingga membuat Reno sangat yakin untuk menembak Ayura di hadapan seluruh murid Darmawangsa. Dia berharap hal itu bisa membuat Ello dan Alex mengetahui jika Ayura adalah miliknya.
"Ra lo terima gue kan?" tanya Reno lagi. Dengan wajah sangat berharap Ayura langsung mengatakan iya.
"Terima......"
"Terimaaa....."
"TERIMAA.... Terima....."
Walaupun hari mulai menjelang siang, sorak-sorak murid Darmawangsa tetap mengema di lapangan. Bahkan panas matahari yang mulai menyengat di tubuh mereka seakan tak terasa.
"Kak Reno maaf....." ujar Ayura hingga membuat sorakan-sorakan itu berganti dengan kekecewaan beberapa siswa yang sudah berharap mereka akan jadian.
"Maaf untuk?" tanya Reno.
"Maaf kak Ayura gak bisa jadi pacar kak Reno," ujar Ayura dengan tak enak hati. Apalagi melihat wajah Reno yang seakan tak percaya dengan jawaban yang baru saja dia lontarkan.
"Tapi kenapa Ra? Kenapa kamu nolak perasaan gue?" tanya Reno tak terima mendapat penolakan dari Ayura.
Ayura terdiam. Mencoba memilih kata-kata yang pas agar Reno bisa menerima penolakannya.
"Maaf kak. Tapi kak Reno terlalu baik buat Ayura," jawab Ayura. Karena ternyata hanya kata-kata klasik itu yang muncul dikepalanya.
"Gue terlalu baik?" Reno membelalakan matanya tak percaya dengan jawaban tak masuk akal Ayura. Namun Ayura mengangguakan kepala sebagai jawaban jika yang di ucapkannya barusan adalah benar.
__ADS_1
"Gue bisa berubah Ra demi lo. Gue bisa berubah jadi jahat kalau lo mau. Lo mau gue jadi apa? Perampok? Tukang begal? Atau mafia seperti di novel-novel yang suka lo baca? Gue bisa. Jadi terima gue jadi pacar lo ya," pinta Reno dengan sedikit memohon. Bahkan seisi lapangan kini sudah hening tak percaya dengan penolakan Ayura sekaligus perkataan Reno yang ingin berubah menjadi jahat demi Ayura.
"Maaf kak. Tapi Ayura tetep gak bisa," sahut Ayura lirih.
"Kenapa? Kenapa lagi gak bisa? Gue udah mau berubah jadi jahat demi lo. Lalu kenapa masih gak bisa jadi pacar gue?" tanya Reno sedikit berteriak. Dia merasa kesal dan bingung dengan keinginan Ayura yang sebenarnya.
Tubuh Ello kembali dicekal oleh Alex dan Mike. Ello kembali tak bisa menahan emosinya karena Ayura yang di bentak seperti itu oleh Reno. Ello benar-benar tak terima. Dia sudah susah payah menjaga Ayura dan dengan seenaknya saja pria brengs** itu membentak istrinya.
"Sabar ngab sabar. Tunggu dulu bentar. Gue yakin Reno gak bakalan kasar sama bini lo," ujar Alex menenangkan.
"Sabar? Gimana gue bisa sabar kalau bini gue di bentak kayak gitu," ketus Ello menatap tajam ke Alex.
"Iya gue ngerti. Tunggu bentar lagi aja. Gue penasaran gimana cara Ayura nolak Reno," ucap Alex. Menurut Alex, Ayura adalah gadis unik yang memang sulit di gapai. Jadi dia benar-benar ingin tahu bagaimana cara gadis ajaib itu menolak Reno.
"Kenapa Ra. Kenapa lo nolak gue? Kasih gue alasan yang jelas," ucap Reno yang kini sudah kembali berdiri tepat di hadapan Ayura dengan sorot mata tajam.
"Maaf kak. Tapi Ayura gak bisa nerima kak Reno jadi pacar Ayura," ujar Ayura lirih. Jujur saja dia sedikit takut dengan sorot mata tajam Reno yang baru kali ini dia lihat. Karena selama ini Reno selalu bersikap baik dan manis di depannya.
"Alasannya cuma satu kak. Kita beda," jawab Ayura memberanikan diri menatap Reno.
"Beda?" Reno terkekeh. "Tentu saja kita beda. Gue cowok lo cewek. Lagi pula bukankan perbedaan diantara pasangan itu gunanya untuk saling melengkapi?" sambung Reno dengan senyum sinis dibibirnya.
"Tapi masalahnya perbedaan ini gak bisa untuk saling melengkapi kak."
"Katakan. Apa bedanya?"
"Perbedaannya cuma satu. Ayura dan kak Reno beda. Beda perasaan. Ayura gak suka sama kak Reno. Jadi maaf Ayura gak bisa nerima kak Reno jadi pacar Ayura," jawab Ayura dengan cukup keras karena dia sudah mulai kesal dengan Reno yang seakan memaksa dirinya agar mau menerima perasaan dia.
__ADS_1
Dan jawaban Ayura yang cukup keras sontak membuat para murid tertawa. Apalagi Reno yang notabenenya termasuk salah satu pria tampan di sekolah Darmawangsa. Si pria bad boy yang cukup banyak pengagumnya. Hingga membuat Reno tak kalah jauh dengan tiga most wanted boys Darmawangsa.
"Ra, lo kok......." Reno tak melanjutkan ucapannya saat seseorang menepuk bahunya dengan cukup keras.
"Udah terima aja. Lo gak denger Ayura udah nolak lo," ujar Alex dengan senyum mengejek yang menghiasi wajahnya. Dia benar-benar puas dengan ungkapan penolakan yang keluar dari bibir Ayura.
"Baccoot lo. Lo juga suka kan sama Ayura? Seneng lo gue ditolak?" tanya Reno ketus.
"Cihhh....." decih Alex masing diiringi senyum miring di sudut bibirnya.
"Gue aja di tolak. Apalagi elo. Dan gue yakin seratus persen lo juga gak bakal bisa dapetin dia," sambung Reno dengan senyum yang tak kalah menyebalkan dari Alex.
"Eiittss.... itu dulu bro. Gue udah lama mundur. Karena Ayura udah ada yang punya," sahut Alex melirik kearah Ayura yang kini sedang di rangkul oleh Ello.
Reno mengalihkan pandangan ke arah Ayura. Dan seketika itu juga dia mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat. Dia benar-benar tak percaya dengan yang ia lihat saat ini.
Bahkan bukan hanya Reno saja yang tak percaya dengan yang Ello lakukan saat ini. Namun sebagian besar dari murid Darmawangsa juga merasakan hal yang sama. Hingga suara bisik-bisik dari mereka pun mulai saling bersahutan.
"Hah....gila itu beneran Ello? Gue gak salah liat kan?"
"Ya ampun gue juga mau dirangkul gitu."
"Sejak kejadian dikantin waktu itu, gue udah feeling sih kalau hal ini pasti bakalan terjadi."
"Beruntung banget sih tu cewek."
"Ello juga beruntung kali. Ceweknya cakep gitu."
__ADS_1
"Mereka cocok."
Dan masih banyak lagi uangkapan tak percaya dari penduduk sekolah tentang hal yang tengah terjadi dilapangan.