Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Berangkat Sekolah Bersama


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul dua pagi saat Ello menyelesaikan pekerjaannya. Setelah menyimpan video yang sudah siap untuk di upload besok, Ello pun mematikan PC-nya.


Dia menatap wajah Ayura yang kini sudah tertidur pulas di pangkuannya hingga membuat bibir Ello terangkat dan membentuk sebuah senyuman.


"Maafin kakak ya tadi udah ninggalin kamu dan buat kamu nangis," ujar Ello merasa bersalah karena sudah meninggalkan Ayura sendiri. Tapi disisi lain, dia juga merasa gemas melihat istrinya yang menangis sampai sesenggukan hanya karena takut dia tinggalkan.


Setelah puas menatap wajah istrinya, Ello mengangkat tubuh mungil Ayura dengan sekali hentakan dan berjalan pelan menuju ke kamar mereka.


Dengan perlahan Ello merebahkan tubuh istrinya diranjang. Dia menghela nafas kasar seraya mengusap keringat di dahinya. Ternyata membopong tubuh istrinya cukup menguras tenaganya.


Ello berjalan memutari ranjang. Dan dengan perlahan mulai merangkak naik ke atas kasur. Duduk dengan kaki selonjoran dan punggung yang bersandar di headboard tempat tidur.


"Duuhh.... berasa pegel banget paha gue," keluh Ello seraya memijat-mijat pahanya sendiri. Cukup lama memangku Ayura ternyata membuat paha Ello terasa kebas. Tapi saat ini dia masih sangat bersyukur karena tubuh Ayura kecil dan mungil. Bayangkan saja jika tubuh Ayura berisi, bisa-bisa kedua pahanya mati rasa jika harus memangku istrinya itu terlalu lama.


Setelah merasa kedua pahanya sudah tak terlalu pegal, Ello ikut membaringkan tubuhnya di samping istrinya. Dia menarik tubuh Ayura kepulukannya. Memejamkan kedua mata dan mencoba untuk segera tidur karena dia tahu jika besok pagi masih mempunyai kewajiban untuk pergi kesekolah.


~


Pagi ini Ayura sudah bangun terlebih dahulu. Dia tersenyum saat mendapati dirinya sudah tertidur didalam kamar dan bahkan berada didalam pelukan kak Ellonya.


Dengan perlahan Ayura melepaskan rengkuhan tangan Ello. Ini pertama kalinya bagi Ayura menatap wajah suaminya saat tidur. Dan hal itu kembali membuat Ayura tersenyum karena saat tertidurpun kan Ellonya tetap saja terlihat tampan dan imut.


Dengan perlahan tangan Ayura mulai menyusuri setiap sisi wajah suaminya. Hingga kini fokusnya tertuju pada hidung Ello yang sedikit mancung. Dan dengan gemasnya Ayura mulai mentoel-toel hidung suaminya.


"Eemmm....." gumam Ello dengan mata yang masih terpejam. Ayura yang masih belum puas mulai kembali mentoel-toel lubang hidung Ello.


Dan detik selanjutnya Ayura berniat untuk berpura-pura tidur saat melihat kedua mata suaminya yang mulai bergerak-gerak gelisah. Namun sayang, sebelum dia sampai diposisi semula, tubuh Ayura sudah ditarik oleh Ello hingga membuat ia menindih tubuh suaminya.


"Kakak......" pekik Ayura kaget. Kedua mata mereka saling bertemu dan tanpa sadar tatapan itu saling mengunci satu sama lain.


Ello tersenyum dengan pandangan mata tetap fokus menatap wajah istrinya.


Cup


Satu kecupan mendarat dibibir mungil Ayura yang ternyata kini sudah menjadi candu untuknya.


Ayura membelalak matanya karena cukup kaget. Namun sesaat kemudian dia mulai mengerjapkan kedua matanya berulang kali hingga membuat Ello sangat gemas.

__ADS_1


Cup


"Kakak ihh...." rengek Ayura saat satu ciuman kembali mendarat dibibirnya.


"Morning kiss sayang. Biar kakak semangat sekolahnya," ujar Ello seraya tersenyum menatap wajah Ayura yang cemberut.


"Ayura kan baru bangun, belom gosok gigi," ujar Ayura lirih. Ello yang gemas dengan tingkah istrinya yang malu-malu itu pun akhirnya tak tahan untuk tak mengacak-acak rambut Ayura.


"Kakak rese ihh....." ucapnya dengan wajah ditekut. Hingga Ayura yang tak terima rambutnya diacak-acak membalas suaminya dengan mengelitiki perut Ello.


"Sayang, udah. Kakak geli.... ampun.. ampun," pinta Ello disela-sela tawanya. Bahkan sudut matanya sudah terlihat mengembun karena tawanya.


"Gak mau. Pokoknya gak ada ampun buat kak Ello," ujar Ayura semakin bersemangat mengelitiki suaminya. Dia seakan tak peduli dengan wajah memelas suaminya.


Sedangkan Ello yang sudah tak tahan memilih kabur dengan cara turun dari ranjang. Namun siapa sangka, ternyata Ayura juga belum mau menyerah. Hingga aksi kejar-kejaran itu pun terjadi di dalam kamar mereka.


"Udah ampun sayang ampun, kakak udah gak kuat. Please udah ya kakak udah lemas," pinta Ello yang kini sudah duduk lemas di atas lantai kamarnya.


Ayura berkacak pinggang didepan suaminya dengan wajah yang masih cemberut.


"Iya sayang. Iya ampun. Gak lagi-lagi. Suer," ucap Ello seraya menunjukan dua jari peace.


"Hmm... iya deh iya. Sini Ayura bantuin bangun." Ayura mengulurkan tangannya tepat didepan wajah suaminya.


"Kamu gak bakalan gelitikin kakak lagi kan?" tanya Ello curiga.


"Haisshh...Enggak kak. Enggak. Kan kita udah damai," ujar Ayura masih dengan tangan yang terulur.


"Beneran ya," pinta Ello.


"Iya suamiku sayang," jawab Ayura tanpa sadar memanggil Ello dengan sebutan suami.


"Apa Ay? Coba ulangi lagi," pinta Ello seraya menerima uluran tangan Ayura dan mulai bangkit dari duduknya.


"Ulangi apa?" tanya Ayura tak mengerti.


"Tadi kamu manggil kakak apa? Kakak suka," ujar Ello. Walaupun terdengar mengelikan di telinga seorang anak SMA, tapi entah kenapa Ayura yang memanggil dirinya dengan sebutan suamiku sayang benar-benar membuat pagi Ello semakin terlihat cerah.

__ADS_1


"Manggil apa? Kakak? Kak Ello? Atau yang mana?" tanya Ayura lagi.


"Bukan yang itu."


"Terus yang mana?"


"Yang tadi."


"Iya yang mana?"


"Aug ahh...." jawab Ello yang kini mulai merasa kesal.


"Ihh... kakak mah aneh," ucap Ayura. "Udah ahh, Ayura mau mandi dulu. Kak Ello juga mandi sana di kamar mandi yang ada di kamar sebelah. Takutnya kita kesiangan. Ini udah jam enam," ucap Ayura memberi perintah. Dan bergegas menuju kamar mandi setelah mengambil seragam sekolahnya.


~


Motor yang di kendarai Ello sudah berhenti di parkiran sekolah. Disana sudah ada Alex dan Mike yang menunggu mereka.


Seperti biasa, Ello selalu merapikan rambut istrinya yang acak-acakan karena terkena terpaan angin di jalanan. Dan kali ini Ayura pun melakukan hal yang sama. Merapikan rambut Ello yang sempat turun akibat memakai helm.


"Hadehh....pagi-pagi udah bikin orang panas aja," gerutu Alex yang masih bisa di dengar oleh Ello.


"Apa sih lo. Sirik aja," ketus Ello yang kini sudah menautkan jari jemarinya dengan milik Ayura.


"Serah lo dah. Emang kalau lagi kasmaran dunia serasa milik berdua," sindir Mike.


Ello tersenyum. "Kalian udah sarapan belum? Gue sama Ayura belum sarapan nih. Ke kantin yok," ajak Ello pada kedua sahabatnya.


"Lex gimana? Lo mau ikut gak?" tanya Mike yang tak mau lagi sendirian menjadi obat nyamuk.


"Sebenernya males sih. Apalagi liat sepasang anak manusia ini," ucap Alex melirik ke arah Ello dan Ayura. " Tapi gue juga belum sarapan. Ikut aja yok Mike," ajak Alex karena dia juga tak mau jika harus menjadi obat nyamuk sendirian.


"Ya udah ayok. Gue juga laper," sahut Mike.


Dan mereka berempat berjalan ke kantin dengan Alex dan Mike yang mengikuti Ello dan Ayura dibelakang.


"Perasaan kita berasa jadi pengawal raja dan ratu sejagat," bisik Alex dan di balas anggukan kepala oleh Mike.

__ADS_1


__ADS_2