Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Nyesel Do'ain Kalian


__ADS_3

Masih di pantai yang sama namun menikmati waktu refreshing mereka dengan cara yang berbeda. Bagaimana bisa berbeda? Ya tentu saja berbeda.


Karena saat menikmati indahnya matahari terbenam, Ello dan Ayura memilih duduk di hamparan pasir dengan Ayura yang bersender di bahu suaminya dan Ello yang merengkuh pinggang istrinya.


Sedangkan Agam dan Tata memilih berdiri ditepian pantai sambil berciuman dibawah sinar jingga yang akan segera hilang dan berganti langit malam.


Sepasang suami istri dan sepasang calon pengantin itu benar-benar menikamati waktu kebersamaan mereka.


Eits, tapi jangan salah. Karena sepasang jomblo yang tak jauh dari mereka pun juga menikmati waktu kebersamaan mereka dengan cara yang berbeda.


Alex dan Mike memilih menunggu dua pasang makhluk kasmaran dengan bermain game di ponsel mereka masing-masing. Bukakah itu lebih mengasikan dari pada harus menjadi obat nyamuk? Bahkan mereka sampai tak menyadari jika saat ini langit sudah benar-benar gelap.


"Ayo balik. Tapi kita cari makan dulu," ujar Ello yang sudah berdiri di hadapan Alex dan Mike. Bahkan Ayura, Agam dan Tata juga sudah berada di tempat yang sama dengan mereka.


Alex dan Mike melirik Ello sekilas lalu kembali fokus pada ponsel mereka masing-masing.


"Kalian pada denger gak sih?" tanya Ello mulai kesal. Karena jujur saja dia sudah mulai lapar.


"Denger......" jawab Alex dan Mike bersamaan.


"Mike sini bantuin gue, mereka kroyokan ini," ujar Alex semakin piawai menggerakkan jari-jarinya.


"Sabar ini gue lagi OTW," sahut Mike yang juga semakin fokus memainkan ponselnya.


"Ehhh.... onyet. Sini hape gue ngab," pinta Alex pada Ello saat tiba-tiba ponselnya dirampas oleh sahabatnya itu.


"Kalian bisa lanjutin ntar lagi dirumah. Sekarang kita cari makan terus pulang," ucap Ello tak mau di bantah.


"Lo kira game kita bisa di pause trus di lanjutin ntar lagi?" ketus Alex berdiri seraya mencoba merebut ponselnya. Namun sayang, Ello justru melempar ponsel Alex ke Agam dan langsung di masukan ke dalam saku celananya.


"Ckk.... nyesel tadi gue berdo'a buat kalian," gumam Alex kesal.


"Sama gue juga nyesel," sahut Mike yang ternyata ponselnya juga sudah direbut oleh Ello.

__ADS_1


"Kalian do'ain kita apa?" tanya Ello curiga.


Tak menjawab, Alex dan Mike yang sama-sama kesal justru berjalan kearah parkiran motor. Dan diikuti oleh dua pasangan yang berjalan di belakang mereka.


"Itu gak pa-pa Alex dan Mike kalian rusuhin?Wajah mereka nyampek ditekuk gitu lho," tanya Tata tak enak hati pada dua bocah SMA di depannya.


"Gak pa-pa kok kak. Udah biasa. Bentar lagi mereka juga cengengesan lagi," jawah Ello menyahuti.


Dan benar saja, saat makan malam berlangsung tak ada ketegangan sama sekali diantara mereka berenam. Alex dan Mike sudah melupakan kekesalan mereka. Bahkan keduanya sudah mulai mengeluarkan jokes absurd yang membuat suasana disana semakin hidup.


~


Pagi ini Ayura sudah siap dengan seragam sekolahnya. Dia berdiri di depan cermin seraya merapikan dasinya. Namun tiba-tiba sebuah tangan melingkar tepat diperutnya. Bahkan kepala Ello sudah bersandar di bahunya.


Ayura tersenyum menatap pantulan suaminya di dalam cermin.


"Kakak udah siap?" tanya Ayura. Dan di balas anggukan kepala oleh Ello.


"Sayang....."


"Kenapa kak?" tanya Ayura masih menikmati pelukan suaminya.


Dengan perlahan Ello membalikan tubuh Ayura agar menghadap kearahnya. Dan tanpa permisi langsung mencium lembut bibir istrinya.


Perlahan namun pasti, Ello mulai meyes** bibir Ayura, mengul** dan melum**nya dengan lembut. Setelah puas bermain-main dibibir istrinya, Ello mulai mengigit kecil bibir bawah Ayura hingga membuat istrinya sedikit membuka mulutnya dan memberi celah untuk lid*h Ello masuk kedalam mulut Ayura.


Jantung Ayura terasa seperti berhenti berdetak saat lid*h suaminya menerobos masuk dan menyentuh lid*hnya. Bergerak-gerak seakan mengajak Ayura melakukan hal yang sama.


Namun hanya beberapa detik sebelum akhirnya Ello melepaskan tautan bibir mereka. Dan menghembuskan nafas hangat tepat di depan wajah Ayura. Hingga membuat gadis itu berkedip sekali.


"Bernafas sayang!" Ayura yang sadar langsung meraup oksigen dalam-dalam hingga membuat Ello terkekeh.


Dengan perlahan Ello mengusap bibir Ayura yang basah karenanya. "Ayo berangkat! Kita udah hampir telat," ujar Ello mengandeng tangan istrinya dan mengambil tas mereka yang berada diatas ranjang sebelum akhirnya berangkat kesekolah bersama-sama.

__ADS_1


"Astaga, pagi-pagi gini lo udah ngapain aja ngab?" tanya Alex saat melihat bibir Ayura yang sedikit bengkak.


"Apaan sih lo. Gak jelas," ketus Ello.


"Yang bawah udah lo jebol belum?" bisik Alex penasaran. Namun yang dia dapat justru keplakan tepat di kepalanya.


"Otak lo ngeres banget," ketus Ello. "Ayo sayang kakak anter ke kelas," ajak Ello mrnggandeng tangan istrinya.


"Kalian gak sarapan di kantin dulu?" tanya Mike heran.


"Udah mampir makan bubur didepan tadi," sahut Ello dan berjalan meninggalkan Alex dan Mike yang masih berada diparkiran.


~


Jam pulang sekolah sudah tiba. Ello tak lagi menunggu didepan kelas Ayura. Itu semua atas permintaan istrinya yang tak mau lagi dijemput hingga ke kelas.


Ayura tak ingin Ello kembali bersitegang dengan Laura. Karena tadi pagi suaminya sempat sedikit adu mulut dengan teman sekelasnya itu. Bahkan Laura sampai memilih pindah tempat duduk yang letaknya jauh dari tempat duduk Ayura.


Klunting


Satu pesan masuk didalam ponsel Ayura. Namun detik selanjutnya dia sudah membelalakan kedua matanya setelah membaca isi pesan yang masuk di ponselnya.


Tanpa membalas pesan tersebut, Ayura langsung memasukan ponselnya kedalam tas. Dan meninggalkan kelasnya dengan tergesa-gesa.


Ello yang menunggu Ayura kini langsung tersenyum saat melihat istrinya yang muncul dari ujung koridor. Namun detik selanjutnya Ello mengerutkan dahinya saat melihat Ayura lewat begitu saja tanpa menatap kearahnya.


"Ay... kamu mau kemana?" panggil Ello namun sama sekali tak dijawab oleh Ayura. Gadis itu terus berjalan menuju kearah pintu gerbang sekolah. Hingga membuat Ello mau tak mau mengejar istrinya. Dia merasa ada yang tidak beres dengan istrinya yang tak menyapanya sama sekali. Padahal Ello merasa jika mereka sedang tak memiliki masalah apa pun.


Langkah kaki Ello terhenti saat dari kejauhan dia melihat seorang pria yang tadinya duduk di atas kap mobil kini sudah memeluk erat tubuh istrinya. Tangan Ello terkepal. Darah di tubuhnya seakan mendidih.


Dan tanpa pikir panjang, Ello berjalan mendekat ke arah keduanya. Namun sayang Ello terlambat. Karena Istrinya sudah pergi menaiki mobil bersama dengan pria itu.


"Shhiiittt........."

__ADS_1


__ADS_2