
Ayura hanya bisa menghela nafas kasar saat kembali ke kelasnya dan mengetahui jika tas sekolah Laura sudah tidak ada. Dan itu artinya gadis berkulit eksotis itu memilih bolos sekolah saat mengetahui fakta bahwa Ello sudah menjadi miliknya.
Ayura mendudukan tubuhnya. Lalu menatap kursi di sebelahnya, dimana Laura yang biasa duduk disampingnya.
'Disini gue gak salah. Karena sejak awal kak Ello memang bukan milik lo Laura. Jadi gue cuma bisa berharap, mulai sekarang lo harus belajar untuk lupain kak Ello. Karena dia hanya akan menjadi milik gue. Selamanya,' batin Ayura.
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Ayura dengan sedikit terburu-buru mulai memasukan buku pelajarannya ke dalam tas, karena dia baru ingat jika harus ikut Ello dan kedua sahabat suaminya itu ke basecamp untuk berlatih menjelang turnamen akhir pekan ini.
Dan setelah memastikan semua bukunya masuk ke dalam tas, Ayura bangkit dan bergegas keluar kelas dengan sedikit berlari. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti tepat didepan pintu kelasnya. Ayura melihat suaminya yang kini sedang bersender dipagar pengaman karena kelas Ayura memang berada di lantai dua.
"Kakak kok disini?" tanya Ayura .
"Tentu saja kakak nyamperin kamu," ujar Ello seraya berjalan kearah Ayura. Lalu tanpa permisi mencium pipi istrinya. Hingga membuat sorak-sorak siswa siswi yang melihatnya langsung bergemuruh diseluruh penjuru lorong lantai dua.
"Kakak ihhh......" Ayura memegang bekas ciuman Ello. Dia sangat yakin jika saat ini wajahnya pasti sudah sangat memerah.
Ello hanya tersenyum.
"Ayok... kita ke basecamp. Mike tadi udah pergi duluan," ajak Ello menggandeng tangan istrinya. Diiringi sorakan dari teman-teman sekelas istrinya.
Keduanya sudah tiba dilantai tiga puluh. Dan langsung menuju basecamp karena Mike sudah mengirim pesan dan mengatakan jika dia sudah ada di dalam.
"Alex mana?" tanya Ello sesaat setelah menjatuhkan tubuhnya di sofa tepat di samping Mike.
"Lagi mengintai target baru," ujar Mike tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Ya udah kita latihan bertiga dulu aja. Sambil nunggu Alex sama kak Agam. Soalnya kak Agam lagi ada meeting diluar. Paling sejam lagi baru balik," ujar Ello kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Ayura yang sudah sibuk menatap layar monitor di depannya.
"Kita latihan bertiga dulu. Soalnya Alex dan kak Agam bakalan telat datengnya," ujar Ello mengusap puncak kepala istrinya. Lalu mendudukan tubuhnya di gaming chair miliknya yang berada tepat disebelah Ayura.
Ketiga anak gamers dari tim tigers sudah mulai fokus dengan sesi latihan mereka. Walaupun tanpa Alex dan Agam, namun nyatanya mereka tetap lebih unggul dari tim lawan.
"Ckk.... meyebalkan," desis Mike saat melihat Ello lagi-lagi mencium pipi Ayura saat mereka memenangkan pertandingan.
__ADS_1
"Kamu memang hebat Ay," ujar Ello setelah mencium pipi istrinya.
Mereka sudah bermain beberapa kali pertandingan namun ternyata Alex dan Agam tak kunjung menampakan batang hidung mereka. Hingga mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat sejenak.
"Mana sih Alex? Katanya bentar doang tadi," gerutu Mike. Sudah sejak tadi dia harus menahan kekesalannya sendirian saat melihat Ello dan Ayura bermesraan.
Jika Mike tahu hanya akan menjadi obat nyamuk, sudah dipasti dia akan lebih memilih ikut pergi bersama Alex. Lebih baik ikut mengintai target baru sahabatnya itu dari pada harus berada satu ruangan dengan sepasang suami istri yang sedang kasmaran ini.
"Mana gue tahu. Coba lo kirim chat atau telepon dia," perintah Ello.
"Udah gue chat tapi gak dibales. Malah cuma di read doang," sahut Mike. "Kak Agam juga kemana lagi gak nonggol dari tadi?" tanya Mike menatap ke arah pintu masuk yang sejak tadi masih tertutup rapat.
"Kak Agam barusan kirim pesan ke gue. Katanya gak bisa ikut latihan. Soalnya harus pergi dengan kak Tata buat meeting dengan wedding organizer buat nikahan mereka," sahut Ello. Yang kini sedang memainkan rambut istrinya.
"Kakak jangan digituin rambutnya," ucap Ayura kesal.
"Rambut kamu wangi dan lembut. Kak Ello suka," ujar Ello seraya menciumi rambut istrinya. Entah kenapa sejak tahu jika Ayura juga mencintainya membuat Ello mulai kehilangan rasa malu-malunya.
"Ya sadar lah. Kan kita tadi abis mabar bareng," sahut Ello tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kalau sadar jangan pacaran depan gue. Bikin gue kesel aja," ucap Mike hingga membuat Ello mau tak mau mengalihkan pandangan matanya ke arah Mike yang saat ini wajahnya terlihat di tekuk.
"Mangkannya cari pacar," ucap Ello.
"Gak. Gue gak akan pernah pacaran," sahut Mike.
"Mike, gak semua perempuan sama kayak nyokap lo. Banyak di luaran sana perempuan yang setia," ujar Ello.
Mike memang selalu berkata pada Ello dan Alex jika dia tidak akan pernah pacaran apalagi menikah. Perceraian kedua orang tuanya sepuluh tahun yang lalu meninggalkan trauma mendalam bagi Mike.
Mike kecil yang saat itu berusia delapan tahun, tak sengaja memergoki ibunya sendiri berselingkuh dengan sopir ayahnya. Hingga sampai saat ini membuat Mike sulit untuk percaya pada perempuan manapun.
"Udahlah... lebih baik kita pulang aja. Ini udah sore. Nanti bini lo dicari bapaknya," ucap Mike yang ingin menghindari pembahasan tentang pacaran.
__ADS_1
"Ayura gak ada yang nyariin kok kak. Kan papi Ayura lagi ada kerjaan ke korea sampai minggu depan." Ayura menyahuti ucapan Mike.
"Papi kamu gak dirumah?" tanya Ello pada istrinya dengan wajah berbinar.
"Iya kak," jawab Ayura menatap heran pada wajah suaminya yang terlihat sangat bahagia.
"Kita nginep diapartemen lagi yuk," ajak Ello.
"Ckk..dasar lo modus," seru Mike menggelengkan kepala melihat kelakuan Ello.
"Apa sih lo. Dia kan bini gue. Trus salahnya dimana?" sahut Ello ketus.
"Gak salah. Gak ada yang salah. Udah nginep diapartemen aja terus maen kelon-kelonan kalian," ucap Mike yang malas berdebat dengan Ello.
Tak menjawab ucapan Mike, Ello justru kembali bertanya pada istrinya. "Mau kan nginep di apartemen lagi?"
"Tapi kak. Ayura takut mama mertua dateng lagi," jawab Ayura lirih.
"Gak. Kak Ello janji mama gak bakalan dateng lagi. Nanti kak Ello suruh Mike bilang ke mama kalau kak Ello nginep dirumah Mike," sahut Ello mencoba meyakinkan istrinya.
"Ckk.. ujung-ujungnya gue lagi gue lagi," gerutu Mike yang selalu saja dimanfaatkan oleh Ello.
"Timbang ngomong ke nyokap gue kalau gue nginep di rumah lo aja ribet banget sih," ucap Ello kesal pada sahabatnya itu.
"Iya, iyaa nanti gue yang telepon nyokap lo," sahut Mike mengalah.
"Noh.. kamu denger kan. Jadi mau ya nginep di apartemen lagi. Please," pinta Ello dengan penuh permohonan.
Ayura diam sejenak lalu menganggukan kepalanya pelan. "Iya Ayura mau nginep di apartemen lagi," ucapnya pelan.
"Yes.... Ya udah ayok kita pulang." Ello beranjak dari duduknya dan menggandeng tangan Ayura keluar dari basecamp. Namun saat sampai diambang pintu keluar, dia berbalik dan menatap kearah sahabatnya yang sudah berdiri dibelakangnya.
"Jan lupa telepon nyokap gue. Dan bilang gue nginep di rumah lo," ucap Ello pada Mike dan kembali melanjutkan langkah kakinya menuju lift.
__ADS_1