Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Kasih Pelajaran


__ADS_3

Dari kejauhan Mike dapat melihat Ello yang terlihat berdiri dengan gelisah. Bahkan Ello masih berusaha terus mencoba menghubungi nomor Ayura. Namun ternyata masih tetap tak diangkat hingga membuat perasaannya semakin tak tenang.


"Ayuranya belum ketemu?" tanya Mike begitu tiba di hadapan sahabatnya.


"Belum. Udah gue telfon gak di angkat sama sekali. Gue gak tahu bini gue dimana. Perasaan gue gak enak banget," jawab Ello. Dan Mike dapat melihat dengan jelas wajah panik sahabatnya itu.


"Kita cek CCTV aja. Kita liat apa Ayura udah keluar dari sekolah atau belum," ujar Mike memberi saran.


"CCTV kelamaan kita harus nunggu lama soalnya harus liat rekamannya dari sejam yang lalu waktu kita ninggalin Ayura," ujar Alex. "Coba kamu lacak ponsel Ayura dimana. Hapenya masih aktifkan?" tanya Alex.


"Kenapa gue gak kepikiran dari tadi," gumam Ello. Dan tanpa menunggu lama, Ello mencoba melacak ponsel istrinya. "Ayura masih di sekolah. Ini kayaknya posisi Ayura ada di sekitar UKS. Jangan-jangan bini gue sakit," ujar Ello dan tanpa permisi langsung bergegas menuju UKS tanpa memperdulikan kedua sahabatnya.


"Ay..... Sayang....." panggil Ello saat sudah berada di UKS. Dia menyibak setiap tirai yang menjadi sekat setiap ranjang. Namun sayang, Ayura sama sekali tak ada disana.


"Gak ada?" tanya Mike yang baru tiba di belakang Ello.


"Gak ada," ujar Ello. Dia kembali membuka ponselnya untuk kembali mencari posisi sang istri.


"Ehh... kalian denger suara gak?" tanya Alex tiba-tiba.


"Suara apa?" Mike balik bertanya.


"Kalian berdua diem dulu. Gue kayak denger orang nangis," ujar Alex.

__ADS_1


"Lo jangan bikin gue takut ngab," sahut Mike yang tiba-tiba merinding. 'Gak mungkin kan di sini ada mbak kunti?' tanya Mike pada dirinya sendiri. Dan seketika itu juga ia bergegas mendekat ke arah Alex dan melingkarkan tangannya di lengan sahabatnya itu.


"Ssstt..... Diem ngab," ketus Alex. Hingga membuat ketiganya terdiam dan menajamkan pendengaran masing-masing.


"Shiitt... itu suara bini gue," ujar Ello yang mendengar teriakan minta tolong. Dan tanpa menunggu lama Ello bergegas keluar UKS dengan berusaha sebisa mungkin menajamkan pendengarannya agar bisa mengetahui dimana keberadaan sang istri saat ini.


Sayup-sayup Ello mendengar teriakan menyayat hati dari wanitanya. "Tolong... lepasin. Jangan... tolong jangan....."


Ello mengepalkan tangannya dengan erat. Dia berlari menuju gudang yang terletak tak jauh dari ruang UKS. Dengan gerak cepat, Ello membuka gudang yang memang tak terkunci.


Pandangan mata Ello langsung menyusuri setiap sisi gudang yang cukup gelap dan hanya di terangi cahaya bulan dari celah jendela.


"B*engsek......" pekik Ello dengan kilatan mata penuh amarah saat melihat Reno tengah mengunci tubuh Ayura di sudut tembok. Dan tanpa menunggu lama Ello berlari mendekat lalu menarik tubuh Reno yang tengah mengungkung istrinya. Dengan amarah yang sudah memuncak, tanpa aba-aba bogem mentah dari Ello laangsung mendarat di wajah Reno secara bertubi-tubi.


Bugh..


Bugh..


Bugh..


"Udah ngab udah....." Mike menahan tubuh Ello agar tak kembali menghajar Reno lagi.


"Biarin aja Mike. Laki-laki baji**an kayak dia harus di kasih pelajaran. Tuman," sahut Alex yang saat ini ingin sekali ikut membantu Ello menghajar Reno. Apalagi dirinya yang sedang patah hati membuat Alex membutuhkan sedikit pelampiasan.

__ADS_1


"Bantuin bego. Lo gak liat apa Reno udah sekarat gitu," ketus Mike yang merasa sangat kesal dengan Alex. Bukannya membantu, Alex justru memberi semangat pada Ello agar melanjutkan aksinya menghajar Reno.


Ello masih berusaha menendang Reno yang sudah terkapar tak berdaya di atas lantai. Cekalan Mike membuat Ello tak bisa bergerak bebas untuk menghajar rivalnya itu. Apalagi tenaganya juga sudah hampir terkuras habis. Tapi rasa amarahnya terhadap Reno yang sudah menyakiti istrinya membuat Ello tak puas sebelum melihat Reno mati.


"Kakak.... tolong, sakit........" Ello menghentikan aksinya saat mendengar rintihan kesakitan sang istri. Dia sampai melupakan keberadaan Ayura karena begitu bernafsu menghajar Reno.


Mike melepaskan cekalannya saat melihat Ello sudah tak lagi berusaha menendang Reno yang saat ini sudah setengah sadar antara hidup dan mati.


"Sayang......" Ello mendekat dan berjongkok dihadapan istrinya. Dan tanpa menunggu lama, Ello langsung menarik Ayura kedalam pelukannya. Hatinya sakit melihat keadaan Ayura yang terlihat acak-acakan apalagi Ello juga sempat melihat pipi Ayura yang memerah dan sedikit robekan di sudut bibirnya. Dan Ello sangat yakin jika semua ini pasti ulah Reno. Dengan amarah yang kembali memuncak, Ello hendak bangkit dan ingin kembali menghajar Reno. Namun sayang, tangannya justru di cekal oleh istrinya.


"Tolong kak... perut Ayura sakit," rintih Ayura sembari memegang perutnya yang terasa kram.


Ello berbalik dan kembali menatap istrinya yang saat ini terlihat sangat kesakitan. Dan dengan sekali hentakan, Ello langsung membopong tubuh istrinya.


"Mau kemana?" tanya Mike yang saat ini masih berdiri di dekat tubuh Reno.


"Rumah sakit," jawab Ello singkat. Terlihat jelas wajah kepanikan disana saat melihat istrinya terus merintih.


"Ini Reno gimana?" tanya Mike lagi. Namun Ello sama sekali tak di gubris oleh Ello. Dia memilih meneruskan langkahnya keluar dari gudang. Bahkan Ello sama sekali tak peduli dengan keadaan Reno saat ini. Kalau pun pria itu mati, itu jauh lebih baik bagi Ello.


Dengan langkah lebar, Ello membawa tubuh istrinya menuju parkiran. Dan untung saja acara di dalam aula masih belum usai. Hingga membuat suasana di luar aula sangat sepi.


"Kakak sakit," rintih Ayura untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


"Sabar ya sayang. Kita kerumah sakit sekarang," ujar Ello sesaat setelah mendudukan tubuh istrinya di jok samping kemudi.


Setelah menutup pintu mobil, Ello berlari memutari mobil dan mendudukan tubuhnya di balik kemudi sebelum akhirnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.


__ADS_2