Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Digarap Dulu


__ADS_3

Ello dan Ayura sudah duduk berdampingan diatas ranjang, dengan kaki mereka yang sudah masuk kedalam satu selimut yang sama.


Ello beberapa kali menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. Tadi dia begitu bersemangat mengajak Ayura menginap. Namun entah kenapa sekarang Ello merasa bingung harus melakukan apa. Rasanya benar-benar sangat canggung.


Dia melirik Ayura yang sedang menunduk menatap kuku-kuku jarinya yang kini sedang dia mainkan. Dan Ello dapat melihat jika sepertinya saat ini Ayura juga merasakan kegugupan yang sama seperti dirinya.


"Emmm.... kalau udah ngantuk bobok dulu aja gak pa-pa kok. Ini udah hampir tengah malem lho Ay," ujar Ello mencoba memecahkan keheningan diantara keduanya.


Ayura mengangkat kepalanya menatap Ello. Namun tak lama kemudian dia kembali menundukan kepalanya. Ayura juga merasa canggung dengan situasi saat ini. Apalagi ini pertama kalinya mereka tidur disatu ranjang yang sama.


"Ayura belum ngantuk kak," ucap Ayura yang entah kenapa sudah jam segini belum mengantuk. Padahal biasanya Ayura sudah tepar saat jam sepuluh malam.


Ello kembali menggaruk tengkuk lehernya.


'Ayo Ello lakukan sesuatu. Masa lo mau diem-dieman kek gini terus. Gak lucu banget deh. Padahal tadi udah setengah maksa biar bisa bobok bareng diapartemen,' batin Ello. Dia terus berusaha memikirkan cara agar kecanggungan mereka mencair.


"Ehem...." Ello berdehem untuk menetralkan suaranya. "Mau mabar push rank sama kakak?" tanya Ello. Dia masih ingat saat dulu melakukan panggilan video dengan Ayura, game menjadi topik yang bisa membuat suasana diantara mereka mencair.


"Push rank berdua aja?" tanya Ayura memberanikan diri menatap suaminya.


"Iya berdua aja," jawab Ello. "Mau gak?"


"Mau.... Ayura mau," jawab Ayura bersemangat.


"Kamu mau kemana?" tanya Ello saat Ayura justru turun dari ranjang.


"Ayura mau ambil hape didalam tas," jawab Ayura seraya menatap kearah Ello. Dan dibalas anggukan kepala oleh suaminya.


Setelah mengambil ponselnya, Ayura merangkak naik keatas ranjang dan kembali menyelimuti kakinya karena memang temperatur AC benar-benar membuat suhu udara dikamar terasa dingin.


Sepasang remaja yang berstatus suami istri itu pun akhirnya log in ke game diponsel mereka masing-masing.

__ADS_1


'Shhiitt....' umpat Ello dalam hati saat mengetahui ternyata Alex juga sedang online. Dan benar saja tak lama berselang sebuah pesan dari Alex masuk.


[Woey.. Bukannya menikmati malam pertama, ini malah maen game]


Ello hanya bisa mendengus kesal saat membaca pesan dari Alex. Dan dia sama sekali tak berniat membalasnya. Namun tak lama berselang sebuah pesan dari Alex kembali masuk di akun Ello.


[Pasangan kalau udah nikah, kepanjangan ML bukan lagi mobile legend ngab tapi making love. Dahh...mendingan lo off dulu sana, digarap dulu bini lo. Daripada gue yang garap. Wkwkwk]


Ello yang kesal pun akhirnya mengetik pesan balasan untuk Alex.


[BACCOTTT]


"Kak mau maen diroom Ayura atau diroom kak Ello?" Mendengar pertanyaan dari Ayura membuat Ello kembali menatap ke arah istrinya.


"Di room kakak aja. Kak Ello yang invite," jawab Ello.


Akhirnya Ello dan Ayura mulai larut dalam permainan game mereka. Bahkan kini mereka berdua sudah bermain beberapa putaran.


"Ay, ayo ulti Angela-nya dipake masuk ke Gatot kakak," ujar Ello tetap fokus ke ponselnya.


Ello menghela nafas panjang ketika mengetahui ternyata istrinya sudah ketiduran. Padahal beberapa saat yang lalu Ayura masih terdengar sangat antusias bermain game dengannya.


Ello mencampakan ponselnya begitu saja. Memilih untuk AFK dari game. Tak perduli jika nanti mendapat pengurangan kredit skor.


Dengan hati-hati Ello mengambil ponsel Ayura dari genggaman tangannya. Lalu meletakannya diatas nakas.


Dan dengan perlahan Ello membenarkan posisi tidur istrinya. Tak lupa juga dia menyelimuti tubuh Ayura hingga kedada.


Ello ikut merebahkan tubuhnya disamping Ayura. Memiringkan tubuhnya kearah istrinya. Lalu melipat satu tangan untuk menyangga kepalanya.


Ello tersenyum. "Kamu cantik banget Ay kalau dilihat dari deket kayak gini," gumam Ello.

__ADS_1


Dengan sangat hati-hati Ello menyingkirkan helaian anak rambut yang menutupi wajah Ayura.


Ello mulai membelai dengan lembut pipi mulus istrinya. Dan dengan perlahan dia menyusuri setiap jengkal wajah Ayura. Alisnya, bulu matanya, hidungnya, semua terlihat bersatu menjadi perpaduan yang sangat pas hingga membuat visual Ayura bisa dibilang hampir sempurna.


Apalagi......


Ello menghentikan sapuan tangannya tepat di bibir ranum istrinya. Bibir mungil berwarna merah muda yang selalu merengek manja padanya.


Ello mengusap bibir itu dengan lembut.


"Astaga Ello.... lo gak boleh mikir aneh-aneh gitu," gumam Ello menampik pikiran kotornya yang mulai berkelana kemana-mana.


Sebagai remaja normal berusia delapan belas tahun, tentu saja Ello memiliki gairah yang membuncah saat melihat ada seorang gadis yang tidur satu ranjang dengannya. Bahkan saat ini ***** dan logikanya sedang saling beradu menguji siapa yang paling kuat.


"Gak boleh Ello. Gak boleh. Walaupun Ayura sudah halal untuk lo sentuh, tapi sebagai seorang laki-laki sejati lo harus meminta izin dulu ke orang tua Ayura. Lo harus tahu sopan santun pada keluarga istri lo. Karena walau bagaimanapun, keluarganya lah yang selama ini mengurus dan membesarkan Ayura hingga saat ini," ucap Ello.


Dia tak ingin lancang meminta haknya. Apalagi tadi Ello melihat bagaimana Ayura takut jika Ello meminta haknya.


"Have nice a dream my littel wife," ucap Ello lalu mencium kening Ayura dengan cukup lama.


"Cium kening udah cukup untuk saat ini," ujar Ello tersenyum lalu menarik tubuh Ayura kepelukannya. Dan Ello pun akhirnya ikut menyusul Ayura kealam mimipi.


~


Ayura menggeliat dan dengan perlahan mulai membuka kedua matnya. Dia mengerjapkan mata beberapa kali saat cahaya silau dari celah jendela terasa menyilaukan di kedua matanya.


Ayura mendudukan tubuhnya diatas ranjang. Mengucek matanya beberapa kali sebelum akhirnya menatap ke sekelilingnya yang kini mulai terasa tak asing baginya.


Ayura menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Benar-benar malu saat mengingat ternyata dia dan kak Ello benar-benar tidur disatu ranjang yang sama. Bahkan Ayura kembali mengrutuki kebodohnya yang bisa-bisanya tertidur saat sedang bermain game dengan suaminya.


"Kemana kak Ello?" Ayura kembali menyusuri setiap sudut kamar tidur namun sama sekali tak menemukan sosok yang dia cari.

__ADS_1


Namun tak lama berselang Ayura dapat mendengar suara benda jatuh dari arah dapur. Hingga membuat gadis cantik itu memutuskan untuk mengecek siapa yang sudah ada didapur sepagi ini.


"Kakak lagi apa?" tanya Ayura hingga membuat Ello mengalihkan pandangan ke arahnya.


__ADS_2