Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
SELAMANYA


__ADS_3

Flasback On


"Tata mana Gam?" tanya mama Agam.


"Ke mini market depan ma," jawab Agam sembari duduk santai setelah pembicaraannya dengan Ello selesai.


"Sama siapa?"


"Sendiri ma."


"Punya istri mandiri itu enak Gam, tapi jadi suami jangan terlalu terlena kalau punya istri mandiri. Bahaya kalau istrimu terlalu mandiri," ujar mama Agam yang kini sudah duduk di hadapan Ello.


"Bahaya gimana ma?" tanya Agam tak mengerti. Tata memang sosok mandiri. Bahkan karena hal itu juga Agam memilih menikahi sekertaris pribadinya itu.


"Ya iya lah. Kalau apa-apa bisa sendiri, lalu apa gunanya kamu? Bisa-bisa gak di anggep kamu. Jadi ada dan gak ada sama aja. Apa kamu mau begitu?" tanya mama Agam. Ello yang notabenenya sudah memiliki istri pun akhirnya ikut menyimak pembicaraan antara ibu dan anak di depannya.


"Ya gak mau lah ma," jawab Agam bergidik ngeri membayangkan bagaimana jika Tata berfikir seperti itu.


"Kamu pernah liat diluaran sana perempuan yang garang, galak dan emosinya meledak-ledak?" tanya mama Agam. Ia menatap Ello seakan wejangan yang akan ia sampaikan juga bisa Ello amalkan.


"Sering ma."


"Kamu tahu kenapa?" Agam menggelangkan kepala karena dia memang tak tahu.


"Itu karena sudah luntur fitrah kemanjaannya. Terlalu banyak beban di pundak dan pikirannya," ujar mama Agam. "Kalau istrimu lagi manja dan minta tolong ke kamu, padahal kamu tahu kalau dia bisa melakukan sendiri, selagi kamu bisa, tolong dia! Buat istrimu tergantung padamu. Kunci rumah tangga bahagia itu harus ada rasa saling Gam. Selain saling mencintai, ada juga saling membutuhkan satu sama lain. Jadi gimana pun caranya, buat istrimu selalu membutuhkan kamu. Jangan sampai itu memudar walau dia istri yang mandiri."


"Iya ma."

__ADS_1


"Diluaran sana ada kok, istri yang biasa angkat galon sendiri pasang gas sendiri. Tapi begitu ada suaminya, dia merasa tak bisa melakukan hal-hal yang biasa dia lakukan."


Flasback Off


Dan sejak mendengar perkataan mama Agam. Ello merasa bersyukur karena Ayura selalu membutuhkannya. Memintanya melakuakn hal-hal kecil yang memang sebenarnya Ayura bisa melakukannya sendiri.


Namun tiga minggu ini, saat Ayura belajar menjadi lebih mandiri, Ello benar-benar merasa kehilangan sosok istrinya. Sosok yang selalu membutuhkannya.


Dan jujur saja saat ini Ello merasa bersalah karena dia pernah membentak Ayura hingga membuat istrinya itu menganggap jika dirinya sudah mulai bosan.


Bukankah jika istri melakukan suatu kesalahan adalah hal yang wajar. Dan hal itu memang menjadi tanggung jawab suami untuk menegur, mengingatkan, dan mengarahkan istrinya. Tapi harusnya Ello tak membentak Ayura. Bahkan dalam agamanya sendiri sudah dijelaskan bagaimana seharusnya seorang suami mendidik dan membimbing istrinya.


Karena wanita memang di ciptakan dengan segala kekurangan dan kelemahannya. Ia butuh dibimbing dan diluruskan, karena wanita diciptakan dari tulang yang bengkok. Namun, untuk meluruskannya butuh kelembutan dan kesabaran agar tidak patah.


"Sayang, udah jangan nangis lagi. Kakak gak akan pernah bosan sama kamu," ujar Ello saat merasa Ayura sudah menangis cukup lama.


"Tapi Ayura manja dan nyebelin. Ayura juga ngeyel kalau di bilangin. Kakak pasti sebel sama Ayura," jawab Ayura yang masih sesenggukan.


"Tapi Laura bilang cowok suka cewek mandiri."


"Jangan dengerin kata orang sayang. Kalau kita selalu dengerin kata orang, kita gak akan pernah bisa bahagia," ujar Ello. "Semua cowok punya tipe cewek idaman masing-masing. Ada yang suka cewek rambut panjang, ada juga yang suka rambut pendek. Ada yang suka cewek tinggi, ada juga yang suka cewek mungil. Begitu juga sifat. Ada cowok yang suka cewek mandiri ada juga yang kayak kakak suka cewek manja. Semua orang mempunyai hak memilih seperti apa pasangan idamannya. Dan kakak suka semua yang ada pada kamu. Bagi kakak sifat manja, childish dan menyebalkan yang ada di diri kamu adalah hal yang buat hidup kakak lebih berwarna," ujar Ello panjang lebar.


"Jadi menurut kakak Ayura nyebelin?" Ayura mengurai pelukannya. Mentap Ello suaminya dengan bibir yang sudah mengerucut tajam.


Ello menganggukan kepalanya sambil tersenyum. "Iya kamu nyebelin. Tapi kakak suka. Suka banget," ujar Ello kembali menarik Ayura ke dalam pelukannya.


"Kakak ngeselin," ucap Ayura sembari membalas pelukan suaminya.

__ADS_1


"Tapi kamu suka kan?"


Ayura menganggukan kepalanya. "Iya. Suka banget."


"Sekarang kalau ada apa-apa yang merasa menganjal di hati, kamu harus cerita sama kakak. Kalau ada yang ngomong aneh-aneh, kamu juga ngomong sama kakak. Jangan suka bikin kakak bingung dengan perubahan sikap kamu yang tiba-tiba aneh kayak kemarin."


"Kok aneh? Kan Ayura cuma belajar mandiri."


"Gak usah mandiri-mandirian. Kamu kayak gini aja, kakak udah banyak saingannya. Apalagi kamu mandiri. Bisa-bisa kakak kalah saing sama yang lebih hebat. Kakak gak mau ya, sampai kamu berpaling. Kamu sekarang punya kakak. Dan selamanya hanya akan menjadi milik kakak! SELAMANYA," ucap Ello dengan menekan kata selamanya.


"Iya suamiku sayang," jawab Ayura menengadahkan wajahnya agar bisa menatap suaminya. "Dan kak Ello juga cuma punya Ayura. Kakak juga gak boleh berpaling dari Ayura. SELAMANYA," ucapnya tersenyum.


Ello menganggukan kepalanya. "I Love you my little wife."


"I love you too my little husband."


Dengan lembut, Ello mengusap air mata yang masih tersisa di wajah istrinya.


"Jangan pernah nangis lagi. Kakak selalu merasa gagal menjadi suami saat melihat kamu menangis," ucap Ello yang saat ini sedang menatap mata Ayura dengan intens.


Ayura menganggukan kepala. "Maafin Ayura kalau belum bisa jadi pasangan yang baik untuk kakak."


Ello menggelengkan kepalanya. "Kamu selalu menjadi pasangan terbaik untuk kakak."


Hening


Sepasang suami istri itu saling diam dengan pandangan mata saling mengunci. Lama kelamaan wajah Ello semakin mendekat ke arah wajah istrinya. Hingga menipiskan jarak diantara keduannya.

__ADS_1


Cup


Ello mengecup sekilas bibir Ayura. Bibir yang selalu terasa sangat manis dan selalu membuatnya candu. Sejenak Ello menatap wajah istrinya. Sebelum akhirnya......


__ADS_2