Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Jangan Sekarang


__ADS_3

WARNING!! Bocil harap SKIP!!


~


Cup


Ello kembali mecium bibir ranum istrinya. Sedangkan satu tangan Ello kini mulai menahan tengkuk Ayura. Hingga ciuman yang awalnya singkat kini justru menjadi ciuman panas dan semakin menuntut.


Sesekali Ello menyes*p, mel***, meng**** bibir menggoda milik istrinya hingga membuat sang pemilik melenguh.


Dengan perlahan Ello membaringkan tubuh istrinya kesamping dan mulai menindih tubuh Ayura yang saat ini sudah berada dibawah kungkungannya.


Bibir Ello kini sudah mulai turun menyusuri setiap inci leher milik istrinya. Memberikan kecupan-kecupan bahkan sesapan hingga membuat banyak sekali stampel kepemilikan disana.


"Ugh......" suara lenguhan Ayura semakin membuat Ello bersemangat. Bahkan satu tangannya tak tinggal diam dan mulai bekerja aktif untuk memijat lembut gundukan berharga milik istrinya.


Sepasang suami istri itu kini mulai menikmati permainan yang mereka ciptakan. Dan dengan lihai, satu tangan Ello sudah mengusap inti milik istrinya yang mulai basah.


Perlahan namun pasti Ello mulai menurunkan kain segitiga yang saat ini masih menjadi penghalang permain mereka.


"Kakak.... kita gak bakalan nglakuin sekarang kan?" tanya Ayura sembari menahan tangan Ello.


"Memang kenapa?" tanya Ello dengan suara parau. Tanpa menunggu jawaban, Ello mulai membuka paksa baju tidur yang dikenakan istrinya. Hingga menyisakan dua benda yang hanya menutupi inti milik istrinya.


"Kakak..... Jan sekarang," ujar Ayura disela-sela leguhannya. Apalagi kedua tangan Ello kini sedang bermain-main di kedua gundukan miliknya. Hingga membuat Ayura menahan sekuat tenaga agar dirinya tak terjerat oleh permainan sang suami.


"Kenapa?"


"Ayura takut hamil......"


"Kalau hanya sekali gak bakalan hamil sayang," ujar Ello mulai tak fokus karena Ayura yang terus saja berbicara.


"Kata siapa?" tanya Ayura tak percaya.

__ADS_1


"Kata kak Agam. Kalau cuma sekali gak bakalan hamil. Apalagi sekarang masa subur kamu udah lewat. Jadi kemungkinan hamil semakin kecil."


"Kakak tahu dari mana masa subur Ayura sudah lewat?"


"Kakak hitung."


"Emang gimana caranya?"


Ello yang awalnya sudah mulai mengajak Ayura pemanasan, kini justru terpancing pertanyaan istrinya. Hingga membuat mereka justru mulai mengobrol.


"Kakak nanya sama dokter lewat aplikasi," jawab Ello. "Kakak cuma tinggal ngasih tau kapan terakhir kamu haid. Dan bakalan ada dokter yang jawab pertanyaan kakak," ucap Ello kembali menjelaskan.


"Kakak tahu kapan Ayura haid?" tanya Ayura kaget.


"Taulah. Kan dua puluh dua hari yang lalu kamu kram perut gara-gara haid pertama," ujar Ello mengingatkan. Dan Ayura pun menganggukan kepalanya. Karena memang setiap hari pertama haid dia akan merasakan kram perut. Dan sejak menikah, Ello salalu siap sedia membantunya. Seperti mengompres perutnya dengan air hangat, atau sekedar mengusap-usap perutnya agar sedikit meringankan kram di perutnya.


"Jadi sekarang kakak bisa buka segel kan?" tanya Ello dengan wajah berbinar.


"Tapi apa kakak yakin kalau Ayura gak bakalan hamil?" tanya Ayura masih belum yakin.


"Sarung? Pengaman yang kayak balon itu maksud kakak?" Ello menganggukan kepala sebagai jawaban. "Kamu tau dari mana?" tanya Ello tak menyangka jika istrinya ternyata tak sepolos yang dia pikirkan.


"Temen," jawab Ayura. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang sudah hampir polos. Ini bukan pertama kali Ello melihat tubuh istrinya yang hampir tak tertutup sehelai benang. Karena saat mereka making out, Ello selalu membuat istrinya setengah *********.


Ello menghela nafas panjang. Dia baru ingat jika Ayura pernah tinggal selama dua tahun di negara yang saat ini mereka kunjungi. Dan disini *** adalah hal lumrah. Itu artinya Ayura sangat tahu tentang hal-hal berbau ***.


"Emang kakak punya sarungnya?" tanya Ayura saat melihat Ello hanya diam saja.


"Punya. Kakak udah beli," jawab Ello. Dia turun dari ranjang. Dan berjalan kearah lemari mengambil waist bag miliknya dan mencari benda yang dia beli saat pulang dari rumah Agam waktu itu.


Ello kembali menaruh waist bag nya di dalam lemari. Lalu kembali berjalan menuju ranjang setelah kembali menutup pintu lemarinya.


"Ini sayang." Ello mengulurkan dua buah box kecil ke arah istrinya. Ayura langsung menerimanya. Lalu mulai membaca deretan huruf yang ada di bungkus sarung yang di beli Ello.

__ADS_1


"Jadi boleh kan kakak buka segel sekarang?" tanya Ello yang kini sudah kembali berada di atas ranjang.


"Tapi katanya kalau pertama itu sakit," ujar Ayura masih ragu. Namun jujur saja di sudut hatinya yang terdalam dia juga ingin mengetahui bagaimana rasanya making love.


"Kakak janji bakalan pelan-pelan. Gak bakalan sakit," ucap Ello dengan sangat meyakinkan.


"Ya udah....."


"Hah?"


"Jadi enggak?"


"Beneran boleh Yang?" tanya Ello tak percaya.


"Iya," jawab Ayura dengan wajah mulai memerah malu karena suaminya yang terlalu banyak bertanya.


Dan tanpa menunggu lama Ello pun kembali melakukan serangan. Dia khawatir jika terlalu lama, istrinya bisa saja berubah pikiran.


"Kakak sakit......." rengek Ayura saat adik Ello hampir masuk kedalam miliknya.


"Tapi ini belum masuk Yang. Sabar ya." Ello mengusap kepala Ayura untuk memberikan ketenangan.


"Gak mau. Lain kali aja, jangan sekarang. Ini sakit banget kak." Ayura kembali merengek dengan kedua mata mulai berkaca-kaca.


"Tapi Yank....." Ello menatap sendu wajah istrinya. Ini sudah di ujung. Rasanya dia tak mau jika harus menunggu lagi. Dan tanpa Ayura sadari, dibawah sana Ello justru mendorong adiknya hingga masuk kedalam.


"Kakak......" pekik Ayura dengan air mata yang mulai membanjiri kedua pipinya.


"Maaf sayang," ujar Ello.


"Sakit...." ujar Ayura di sela-sela tangisannya.


"Iya sayang, iya. Maaf." Ello mengusap kedua sudut mata istrinya yang basah. Tak tega. Namun dirinya lebih tak tega pada adiknya yang penasaran bagaimana rasanya masuk kerumahnya.

__ADS_1


Adik Ello masih diam. Karena Ello masih memberi jeda agar rasa sakit pada inti istrinya sedikit berkurang. Dengan bibir yang terus mengecupi wajah Ayura, Ello memberi kata-kata mutiara. Suami Ayura itu mengatakan jika sakitnya hanya sebentar dan akan akan berganti dengan kenikmatan. Ayura hanya perlu menahan sakit sebentar lagi agar Ello bisa melanjutkan penyatuan mereka. Setelah berbicara panjang kali lebar, akhirnya Ayura menyetujui perkataan suaminya untuk kembali melanjutkan kegiatan panas mereka.


Dan seperti yang di ucapakan Ello, awalnya Ayura memang merasakan sakit yang luar biasa, namun lama kelamaan ada sensasi nikmat yang belum pernah Ayura rasakan sebelumnya. Hingga membuatnya ikut larut dalam permainan panas suaminya.


__ADS_2