Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Salah Tingkah


__ADS_3

"Hah...?" Reflek Ello menyentuh pipinya dengan telapak tangan kirinya. Karena tangan kanannya masih dia gunakan untuk memegang ponsel.


Dia memperhatikan dengan seksama wajahnya dilayar ponsel untuk memastikan apa benar jika saat ini wajahnya memerah seperti yang Ayura katakan.


'Ahh..sial, kenapa wajah gue bisa nyampe merah gini sih. Padahal cuma denger Ayura manggil suami,' batin Ello mengerutuki wajahnya yang bisa-bisanya memerah hanya karena mendengar kata suami dari bibir mungil istrinya.


"Kakak kok gak jawab?" tanya Ayura lagi saat Ello tak kunjung menjawab pertanyaannya.


Ello tersentak.


"Hah.. iya kenapa Ay?" Ello balik bertanya.


"Tadi Ayura nanya, kenapa wajah kakak memerah kayak gitu. Apa kakak sakit?" Ayura mengulang lagi pertanyaannya tadi yang belum sempat dijawab oleh Ello.


"Ahh...ini, tadi kakak gak sengaja makan udang. Kayaknya kakak alergi," jawab Ello berkilah. Padahal dia sama sekali tak alergi dengan makanan rendah kalori dan tinggi protein itu. Karena justru udang adalah salah satu makanan favorite-nya.


Namun daripada harus mengatakan jika wajahnya memerah karena ucapan Ayura, bukankah lebih baik jika Ello mengatakan dia alergi? Karena jika mengakui kebenaran, Ello akan merasa sangat malu hingga tak tahu lagi harus menyembunyikan wajahnya dimana.


"Hah.. kak Ello alergi udang?" tanya Ayura yang baru tahu satu fakta lagi tentang suaminya.


"Iya," jawab Ello sedikit meringis saat harus berbohong jika dia alergi makanan kesukaannya.


"Kok bisa alergi?" tanya Ayura yang tiba-tiba panik. Dia sangat khawatir dengan keadaan suaminya saat ini.


"Gak tau Ay. Udah ahh gak usah dibahas lagi," pinta Ello. Dia tak ingin jika harus kembali berbohong hanya untuk menutupi kebohongannya yang sebelumnya.


"Tapi kak Ello aler....."


"Udah Ay, kak Ello gak pa-pa," sahut Ello memotong perkataan Ayura. "Emm..kamu udah makan?" tanya Ello mengalihkan pembicaraan tentang alergi tipuannya.


"Kan tadi bilang Ayura udah makan sore di-" Ayura menghentikan ucapannya. Dia melirik sekilas wajah suaminya di layar ponselnya.


'Duh bisa-bisanya gue hampir keceplosan bahas makan sore di resto sama kak Fano,' batin Ayura mengrutuku kebodohannya. Padahal tadi dia sudah bersusah payah mengalihkan pembicaraan tentang makan sorenya dengan Fano.


"Udah kak. Ayura udah makan kok," jawab Ayura pada akhirnya. "Kak Ello sendiri udah makan?" Ayura balik bertanya.

__ADS_1


"Udah. Kak Ello juga udah makan kok," jawab Ello.


Hening


Keduanya sama-sama diam. Bingung harus membahas apa lagi. Karena jujur saja baru kali ini Ello berbicara cukup banyak dengan seorang gadis yang hampir seusianya. Dan Ello sudah tak tahu lagi harus membahas topik apa lagi agar panggilan video mereka masih bisa terus berlangsung.


Sedangkan Ayura memang bukan tipe perempuan yang aktif berkomunikasi dengan lawan jenis. Karena kebanyakan dari laki-laki yang mendekatinyalah yang aktif mencari bahan pembicaraan saat sedang bersama dengannya.


"Kamu... Kakak," panggil Ayura dan Ello bersamaan.


"Kamu mau ngomong apa?" tanya Ello menatap wajah Ayura yang menurutnya semakin dilihat semakin cantik. Bahkan walaupun sudah sejak tadi dia menatap wajah Ayura, Ello sama sekali tak merasa bosan. Namun justru membuat Ello tak bisa lagi mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kak Ello dulu aja deh yang ngomong," ucap Ayura salah tingkah saat Ello terus menatapnya tanpa berkedip.


"Kamu aja dulu."


"Enggak. Kak Ello aja duluan."


"Kamu aja Ay."


"Kak Ello aja."


"Kakak."


"Kok malah jadi debat kek gini?" ujar Ello terkekeh dengan tingkah mereka yang gak penting.


"Iya juga ya," sahut Ayura yang ikut tertawa.


Dan hal tidak jelas itu justru membuka obrolan panjang di antara mereka. Bahkan tak lagi ada ke canggungan antara Ello dan Ayura. Keduannya sama-sama terbuka menceritakan hobi masing-masing. Dan saat ini Ello baru tahu jika Ayura memiliki hobi yang sama dengannya. Yaitu bermain game. Sehingga membuat obrolan mereka sangat nyambung saat membahas game kesukaan mereka yang ternyata sama.


Tok.. tok.. tok..


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Ayura, hingga membuat sepasang suami istri itu menghentikan obrolannya.


Keduanya saling menatap panik. Sama-sama khawatir jika yang mengetok pintu adalah papi Ayura dan mereka berdua juga takut orang yang berada di balik pintu kamar Ayura mendengarkan obrolan mereka sejak tadi.

__ADS_1


"Kakak....." rengek Ayura, dia mulai takut kalau yang datang adalah papi Genta.


"Udah kamu tenang dulu Ay," ujar Ello yang mengerti kekhawatiran istrinya.


"Tapi kak....."


"Gak pa-pa Ay. Semua bakalan baik-baik aja. Lebih baik sekarang kamu buka pintunya," pinta Ello. Dan dibalas anggukan kepala oleh Ayura.


"Kakak matiin dulu. Nanti kabari kakak lagi ya," pinta Ello sebelum panggilan video mereka berakhir.


Tok.. tok.. tok..


Pintu kamar Ayura kembali di ketuk dari luar. Hingga mau tak mau Ayura berjalan ke arah pintu kamarnya yang untung saja tadi sempat dia kunci.


Ceklek..


"Malem nona Ayura," sapa Bi Sari seraya tersenyum tanpa dosa pada Ayura.


Ayura menatap kesal ke arah Bi Sari karena telah mengganggu dirinya yang sedang asik video call dengan Ello. Tidak tahukan Bi Sari jika dia dan Ello harus bersusah payah menemukan topik obrolan hingga bisa membuat keduannya mengobrol panjang seperti tadi.


"Non....." panggilan Bi Sari, hingga membuat Ayura memutuskan tatapan kesalnya pada Bi Sari.


"Ckk... kirain yang dateng papi. Jantung gue udah dag dig dug mau copot. Gak taunya bibi," gumam Ayura kesal sekaligus lega.


"Maaf nona, saya hanya di minta tuan Genta untuk mengantar makan malam untuk nona Ayura," ujar Bi Sari yang memang kini membawa nampan berisi makan malam untuk Ayura.


"Yaudah taruh di meja aja Bi. Nanti Ayura makan setelah mandi," ujar Ayura lalu membuka pintu kamarnya lebar-lebar agar Bi Sari bisa lebih mudah masuk.


Setelah meletakan malam malam untuk majikannya, Bi Sari langsung pamit kembali ke dapur. Sedangkan Ayura memilih untuk membersihkan diri karena sejak pagi dia belum mandi lagi.


Ayura baru saja selesai mandi. Sudah berganti pakaian dengan kostum tidurnya. Sebuah kaos longgar berwarna putih yang di padukan dengan hot pants berwarna hitam.


Dia merebahkan diri diatas ranjangnya. Meraih ponsel yang tadi sempat dia campakan begitu saja di atas ranjang. Ayura membuka kunci ponselnya. Ada satu pesan dari Ello dan tanpa menunggu lama Ayura membaca pesan dari suaminya itu.


[Siapa yang dateng? Bukan orang tua kamu kan?]

__ADS_1


Ayura tersenyum. "Ternyata kak Ello juga khawatir kalau papi yang dateng," gumam Ayura. Dia pun membalas pesan Ello agar suaminya itu tak khawatir lagi.


[Bukan kak. Tadi bibi rumah yang dateng ke kamar Ayura] tulis Ayura lalu mengirimkan pesan itu pada Ello.


__ADS_2