
Ello, Alex dan Mike yang penasaran dengan ide Ayura pun memilih duduk manis menyimak apa yang akan gadis cantik itu lakukan.
"Kakaaakkkkk........" rengek Ayura dengan suara yang terdengar sangat manja hingga membuat ketiga pria di private room itu saling melempar pandang seakan bertanya siapa sosok yang saat ini ditelepon oleh Ayura.
"Kenapa adekku sayang. Kangen ya? Tumben jam segini telepon kakak. Kak Hiro udah mau tidur lho," sahut Hiro diseberang telepon. Karena waktu Tokyo memang lebih cepat dua jam dari Jakarta.
"Kangen dikit doang," jawab Ayura terkekeh namun membuat Ello, Alex dan Mike melotot tak percaya dengan ucapan Ayura. Bagaimana bisa Ayura berkata seperti itu didepan suaminya sendiri. Bahkan terlihat tidak ada beban sama sekali saat mengatakannya.
"Ay...." panggil Ello lirih dengan wajah cemberut.
Ayura menengok ke arah suaminya. Menempelkan jari telunjuk ke bibir memberi kode agar Ello diam.
"Kalau kangen cuma dikit, kak Hiro matiin aja ya teleponnya," ucap Hiro menggoda adiknya.
"Jangan........." pekik Ayura. "Kangennya banyak kok. Banyaaak bangeett.... pokonya miss you so much kakak tampannya Ayura," sambung Ayura dan lagi-lagi berhasil membuat suaminya membelalakan kedua matanya tak percaya. Bahkan Ello mengusap telinganya berulang kali seakan yang baru saja dia dengar itu salah.
"Hmm... iya iyaa... kakak juga kangen sama adik kakak yang manja banget ini," sahut Hiro kembali menggoda adik kesayangannya.
"Kakaaakkk........" Ayura kembali merengek.
"Kenapa?" tanya Hiro yang kini sudah bisa menebak jika adiknya pasti sedang ingin bercerita.
"Papi ngeselin deh," ucap Ayura mulai curhat pada kakak kesayangannya.
"Kenapa lagi? Uang jajan kamu dipotong lagi sampe habis?" tanya Hiro yang memang hampir setiap hari menjadi tempat adiknya mengadu.
"Ihh...bukan, ini lebih ngeselin dari pada itu," sahut Ayura.
Sedangkan Alex dan Mike sama-sama sedang menebak dipikiran mereka masing-masing tentang siapa sosok yang saat ini berbicara ditelepon dengan Ayura.
Dan disisi lain bibir Ello sudah mengerucut tajam karena Ayura yang terlihat sangat manja pada sang penelepon. Bahkan sepertinya istrinya itu sering mencurahkan isi hatinya pada pria yang Ayura panggil kakak tampan.
"Kenapa lagi sih dek?" tanya Hiro pada adik cantik satu-satunya yang dia miliki.
"Ayura pengen nginep dirumah temen Ayura yang waktu itu Ayura ceritain ke kakak," jawab Ayura menjelaskan keinginannya.
"Siapa? Laura?" tanya Hiro.
"Iya. Mau nginep dirumah Laura," sahut Ayura seraya melirik Ello yang wajahnya mulai masam.
"Trus?"
"Papi gak ngizinin," jawab Ayura dengan suara yang terdengar sangat menyedihkan.
__ADS_1
"Ya udah gak usah nginep," jawab Hiro santai.
"Ihh...kok gitu. Temen-temen Ayura pada nginep disana. Masa Ayura gak ikut. Ayura pengen ikut kak," rengek Ayura dengan sedikit menghiba.
"Kan papi gak ngizinin," sahut Hiro. Sebenarnya dari sini dia sudah sangat tahu maksud dan tujuan adiknya meneleponnya. Tapi membuat Ayura kesal benar-benar menjadi hiburan tersendiri bagi Hiro.
"Kakak yang minta izin ke papi," pinta Ayura.
"Kakak gak mau," jawab Hiro.
"Kaakaaaakkk......." rengek Ayura dengan suara yang semakin lirih bahkan mulai terdengar parau.
"Kenapa?"
"Izinin ke papi. Katanya Ayura boleh menikmati masa remaja Ayura kayak temen-temen Ayura," ucap Ayura menghiba meminta tolong ke kakaknya.
"Kakak gak mau ahh."
"Kakaakk...." Kini suara Ayura benar-benar terdengar serak. Karena air mata sudah mulai keluar dari sudut matanya. Bahkan Ayura mulai sesenggukan.
"Ay... kamu kenapa? Kalau gak bisa nginep apartemen gak pa-pa kok?" tanya Ello lirih agar suaranya tak terdengar sampai keseberang telepon. Sedangkan Ayura lagi-lagi memberi kode agar suaminya itu diam.
"Kamu nangis?" tanya Hiro panik mendengar suara adiknya.
"Izinin ke papi," rengek Ayura lagi dan lagi.
"Beneran kakak mau mintain izin?" tanya Ayura.
"Iya...."
"Makasih kak," jawab Ayura lirih.
"Hmm... kakak matiin teleponnya. Biar kak Hiro bisa telepon papi dan mintain izin buat kamu nginep," sahut Hiro sebelum akhirnya mematikan teleponnya.
Ayura meletakan teleponnya diatas meja.
"Ay, kamu kenapa? Kalau gak diizinin gak pa-pa kok. Nginep di apartemennya lain kali aja," ucap Ello tak tega melihat istrinya menangis.
Ayura menatap Ello. Kemudian mengusap kedua pipinya yang basah. "Done. Kita tunggu kabar selanjutnya," sahut Ayura tersenyum cerah.
"Kamu gak beneran nangis?" tanya Ello tak percaya jika sekarang istrinya kembali terlihat sangat ceria.
"Ngapain nangis?" tanya Ayura kembali tersenyum.
__ADS_1
"Karena gak bisa nginep diapartemen," jawab Ello.
"Haiisshh... siapa bilang gak bisa nginep di apartemen?" tanya Ayura.
"Tadi papi kamu gak---"
Klunting
Sebuah pesan masuk diponsel Ayura membuat Ello tak melanjutkan ucapannya.
[Ya udah, Ayura boleh nginep dirumah temen Ayura. Tapi jaga diri baik-baik. Kalau sampai pulang dalam keadaan lecet sedikitpun, papi gak akan bisa memaafkan diri papi sendiri karena udah ngizinin kamu nginep]
[Dan satu lagi, kalau ada apa-apa langsung hubungi papi]
Ayura memperlihatkan pesan dari papi Genta pada Ello dengan wajah bangganya. Dan seketika Ello kembali membelalakan kedua matanya tak percaya dengan isi pesan yang baru saja dia baca.
Bagaimana bisa papi Ayura berubah pikiran secepat ini. Dia menatap kearah Ayura. "Ini beneran?" tanya Ello. Dan Ayura menganggukan kepala sebagai jawaban.
"Emang tadi kamu telepon siapa?" tanya Ello curiga.
"Kak Hiro," jawab Ayura lalu mengambil ponselnya dari tangan Ello dan kembali memasukannya kedalam tas.
"Kakak kamu yang waktu itu kamu ceritain?" tanya Ello lagi. Dan lagi-lagi dibalas anggukan kepala oleh Ayura.
Dan akhirnya saat ini senyum lebar terbit dibibir Ello. Hingga membuat Alex dan Mike tak bisa menahan diri untuk tak bertanya.
"Kenapa ngab?" tanya Alex dan Mike bersamaan.
"Ayura diizinin nginep."
"Wwoouuuwww......." sorak Alex dan Mike girang. Bahkan mereka bertepuk tangan seakan Ello sang sahabat memenangkan kejuaraan e-sport.
"Mike...." panggil Alex. Hingga membuat Mike menatap ke arah sahabatnya itu.
"Malam jum'at serem buat yang penakut.
Malam minggu serem buat yang jomblo.
Malam senin serem buat yang sekolah.
Karna cuma malam pertama yang mengasikan.... Uhhhhuuuyyy...." seru Alex.
"Pak cepak cepak jeger. Pak cepak cepak jeger," sahut Mike bergoyang sembari menyanyikan lagu remix yang sedang viral.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain, wajah Ayura sudah sangat memerah saat mendengar Alex mengatakan malam pertama.
Padahal sejak tadi dia tak berfikir jika hal itu bisa saja terjadi saat dirinya dan Ello berduaan didalam satu apartemen.