Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Rasa Sakit Yang Masih Ada


__ADS_3

Ello dan Ayura tiba di kediaman Darmawangsa tepat saat semua anggota keluarga sedang bersiap untuk makan malam.


"Kok baru nyampe? katanya mau kesini sore," tanya mama Rani sembari mengandeng menantunya menuju ruang makan.


"Tadi kak Ello ada kerjaan mendadak ma," jawab Ayura. 'Ya kerjaan ngerjain gue,' batin Ayura kesal seraya melirik sang suami yang terlihat sedang menahan senyum.


"Ya udah gak pa-pa. Tapi nanti malem kalian berdua nginep ya," pinta mama Rani. Karena sejak sebulan lalu saat Fano sudah kembali berada di kediaman Darmawangsa, Ello selalu menolak jika diminta untuk menginap dengan berbagai alasan yang dia karang sendiri.


"Ayura ngikut gimana kak Ello aja ma." Mama Rani menatap Ello. "Nginep ya," pinta mama Rani memohon.


Ello menghela nafas panjang. "Yaudah Ello nginep. Tapi malem ini aja ya." Mama Rani tersenyum bahagia. "Iya gak pa-pa yang penting nginep."


Sudah ada papa Arya dan Fano saat mereka bertiga tiba di meja makan. Sepertinya kedua pria berbeda generasi itu sedang menunggu mama Rani, Ello dan Ayura untuk mulai makan malam bersama.


"Kenapa baru sampe?" tanya papa Arya pada putra bungsunya. Sejak ia meminta maaf pada Ello waktu itu, hubungan Papa Arya dan Ello sudah sangat membaik. Bahkan Ello beberapa kali mulai berkunjung di kantor papa Arya untuk sekedar mengobrol atau makan siang bersama.


"Iya pa. Tadi Ello ada kerjaan mendadak." Ello meringis mendengar ucapannya sendiri sedangkan Ayura kini terlihat salah tingkah dengan sesekali sibuk memaikan kuku-kukunya. Dan hal itu tak luput dari penglihatan mama Rani. Hingga membuat wanita paruh baya itu mengulum senyum di bibirnya.

__ADS_1


"Ya udah gak pa-pa. Sekarang lebih baik kalian duduk dan kita makan bersama," perintah papa Arya. Namun Ello tak langsung duduk, dia justru berjalan ke arah sang kakak. Dan memilih duduk di samping Fano.


"Gimana kak? Kakinya udah enakan?" tanya Ello menatap sekilas kaki Fano.


"Udah enakan. Mungkin sebelum berangkat ke Jepang kakak udah gak perlu pake alat bantu jalan," jawab Fano tersenyum. Sedangkan Ello hanya menganggukan kepalanya.


Pada akhirnya keluarga Darmawangsa memulai makan malam mereka. Ello terlihat sibuk menawarkan banyak menu pada sang istri yang terlihat masih sedikit malu-malu.


"Udah kak. Nanti Ayura bisa ambil sendiri," ujar Ayura lirih. Jika saja papi Genta mengetahui Ello yang mengambilkan makan untuk Ayura, pria paruh baya itu pasti akan marah pada putrinya. Karena sejak menikah, papi Genta mewajibkan Ayura untuk menyiapkan semua kebutuhan pribadi Ello termasuk mengambilkan makan. Bahkan papi Genta mulai megajarkan beberapa hal pada Ayura, tentang tanggung jawab sebagai seorang istri tak terkecuali tentang bagaimana cara melayani suami di meja makan.


Fano tersenyum getir, lalu detik selanjutnya dia memilih menundukan kepalanya. Jujur saja, rasa sakit itu masih ada. Enam tahun menunggu, bukan waktu sebentar. Dan bagi Fano, untuk menghilangkan rasa cinta itu mungkin butuh waktu lama. Namun tak bisa Fano pungkiri, saat melihat kebahagian Ello bersama Ayura berhasil membuat sudut hatinya yang lain ikut merasa bahagia.


Mama Rani menatap sendu pada Fano putra sulungnya. Bohong kalau mama Rani berkata tak mengetahui rasa sakit di hati sang putra saat melihat Ello dan Ayura yang terlihat saling membutuhkan. Tapi mama Rani tak mau egois. Suka tidak suka, mau tidak mau, Fano harus menerima Ayura sebagai adik iparnya. Bukan lagi calon tunangannya.


Mama Rani memang sengaja menyuruh Ello dan Ayura menginap. Lagi-lagi bukan bermaksud menyakiti putra sulungnya. Tapi mama Rani berharap Fano bisa beradaptasi dengan keadaan sekitarnya saat ini. Fano dan Ello adalah kakak adik. Mereka keluarga. Suka tak suka Fano akan sering melihat hal seperti ini. Dan mama Rani ingin Fano belajar menerimanya dari sekarang. Karena mama Rani cukup khawatir jika terlalu lama akan kembali membuat jarak antara kedua putranya.


~

__ADS_1


Malam ini adalah acara perpisahan antara anak-anak kelas dua belas dengan adik-adik kelasnya. Ayura sudah siap dengan dress selutut berwarna putih tulang yang di padukan dengan sepatu boots hitam. Sedangkan sang suami sudah siap dengan kaos putih berbalut blazer navy dan di padukan dengan celana jenas yang senada dengan warna balzer. Tak lupa sepasang sneaker berwarna putih Ello pilih untuk melengkapi tampilannya malam ini.


"Berangkat sekarang?" tanya Ello dan di balas anggukan kepala oleh Ayura.


Suasana aula sudah terlihat dipenuhi seluruh murid Darmawangsa. Apalagi malam ini akan ada penampilan dari salah satu penyanyi top ibu kota yang ternyata adalah salah satu alumi sekolah ini.


"Ngab....." panggil Alex sembari melambaikan tangan ke arah Ello. Dan tanpa menunggu lama, sepasang suami istri itu pin mendekat kearah kedua sahabatnya.


"Gimana? Jadi malam ini?" tanya Ello dan di balas anggukan kepala. "Jadilah. Kalian berdua udah siap kan?" tanya Alex pada kedua sahabatnya.


"Siap...." jawab Ello dan Mike kompak.


"Nice....." Alex tersenyum puas.


"Ada apa sih kak?" tanya Ayura penasaran.


"Nanti kamu juga bakalan tau Yang." Ello tersenyum sambil mengusap pucak kepala Ayura. Sedangkan Ayura yang cukup penasaran dengan rencana tiga most wanted hanya bisa menatap tiga pria tampan itu bergantian dengan banyak tanda tanya besar di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2