
Ayura bersorak gembira saat papi Genta mengizinkan dia pergi. Setidaknya malam minggu kali ini Ayura bisa merasakan bagaimana rasanya menghabiskan waktu diluar seperti anak remaja pada umumnya.
"Tapi jangan pulang malem-malem," ujar papi Genta memberi peringatan.
"Siap pi," jawab Ayura dengan memberi hormat ke papi Genta.
Papi Genta berjalan menuju nakas. Lalu menarik laci untuk membukanya dan mengambil beberapa lembar uang berwarna merah dari dalam sana.
"Nih buat jajan nanti," ujar papi Genta memberi uang yang baru saja ia ambil pada putrinya.
"Wow.. makasih papiku sayang. Papi Ayura emang papi paling the best seantero planet bumi." Ayura menerima uang dari papi Genta dengan senang hati. Lalu mulai menghitungnya dengan cermat.
"Bisa banget mujinya kalau udah dapet uang jajan," sindir papi Genta.
Ayura nyengir. "Kalau gitu Ayura berangkat dulu pi," pamit Ayura. Tak lupa dia mencium pipi papi Genta sebelum akhirnya pergi meninggalkan kamar papinya.
Tepat pukul enam Ayura sudah tiba di tempat dimana dia dan Laura janjian. Namun setelah lima belas menit menunggu, Laura sama sekali belum menampakan batang hidungnya.
"Dimana dia?" gumam Ayura. Dia sudah mengirim beberapa pesan pada temannya itu, namun tak ada satupun pesannya yang di balas. Bahkan pesannya pun sama sekali belum dibaca. Hingga akhirnya Ayura memutuskan untuk makan malam di salah satu cafe disana sembari menunggu kabar dari Laura.
Drt.. drt.. drt..
Suara dering ponsel membuat Ayura menghentikan aktivitas makannya. Dia meraih ponsel yang ada di atas meja lalu mengangkat panggilan masuk yang ternyata dari Laura.
"Hallo Ra..." sahut Laura saat panggilan sudah tersambung.
"Hmm...."
"Gue udah nyampe ini. Lo dimana?" tanya Laura di sebrang telepon.
__ADS_1
"Gue di cafe X. Nunggu lo kelaman bikin perut gue laper," jawab Ayura ketus. Ini sudah tiga puluh menit dia menunggu dan Laura baru datang. Kesal? Tentu saja Ayura kesal. Bukankah Laura yang menentukan jam berapa mereka bertemu. Dan gadis itu justru dengan santainya datang tidak tepat waktu.
"Yaudah gue susul lo kesana ya," ucap Laura sebelum akhirnya memutuskan panggilan teleponnya.
Menunggu Laura cukup lama benar-benar membuat Ayura bad mood. Dia bahkan sudah tak peduli Laura mau menyusulnya ke cafe atau tidak. Yang terpenting bagi Ayura saat ini hanya menghabiskan makannya dan berharap jika dia kenyang bisa membuat suasana hatinya kembali membaik.
"Sorry kita telat," ucap seseorang yang kini sudah duduk didepan Ayura. Hingga membuat gadis itu menatap kesumber suara.
"Kok ada kak Reno?" tanya Ayura saat melihat ternyata Laura datang bersama Reno.
"Hehe... sorry Ra, tadi waktu gue mau berangkat kak Reno pas dateng ke rumah. Katanya kak Reno pengen ikut kita nonton. Jadi aku ajakin aja," ucap Laura berbohong. Karena sebenarnya dialah yang menelepon kakak sepupunya dan mengajak Reno nonton dengan dirinya dan Ayura.
Laura merasa perlu mendekatkan kakak sepupunya dengan Ayura. Apalagi alasannya jika bukan karena Ello.
Beberapa hari lalu Laura tak sengaja melihat Ayura yang pulang dengan dibonceng Ello. Bahkan Laura juga melihat bagaimana Ayura memeluk Ello dengan sangat erat. Hingga membuat perasaan tak rela itu pun muncul.
Dan Laura berharap dengan mengajak kakak sepupunnya nonton bareng bisa membuat Ayura dan Reno dekat. Apalagi Laura sangat tahu jika kakak sepupunya itu menyukai Ayura.
Sejak baru datang, Reno terus menatap takjub pada gadis yang sedang duduk didepannya.
Hari ini Ayura memang terlihat sangat cantik. Ahh..bukan hanya hari ini. Namun setiap hari Ayura memang terlihat cantik. Bahkan sekarang dia hanya mengenakan kaos berwarna putih dengan lengan pendek yang dipadukan celana jeans berwarna ice blue. Dan satu lagi. Rambut Ayura yang dicepol rapi dengan menyisakan beberapa helaian rambut didepannya benar-benar membuat Ayura terkesan imut dan manis.
"Eh.. gak, gak gitu kak. Ayura cuma kaget aja. Kirain cuma nonton berdua aja sama Laura," sahut Ayura dengan memaksakan senyum pada Reno.
'Kalau sadar gak boleh ikut gabung, ngapain gabung,' batin Ayura kesal. Dan dari sini Ayura menyadari kenapa Laura tiba-tiba menagih janji padanya untuk nonton bareng. Itu semua pasti karena Laura ingin mendekatkan dirinya dan Reno.
'Jangan harap lo bisa dapetin kak Ello gue dengan cara lo deketin gue dan kak Reno,' batin Ayura tersenyum sinis menatap Laura yang kini sedang memesan minum.
Lagi-lagi Ayura hanya bisa mendengus kesal saat dirinya harus duduk diapit oleh Laura dan Reno. Apalgi Laura sama sekali tak mau diajak bertukar tempat. Hingga membuat Ayura mau tak mau hanya bisa mengalah. Tak mungkinkan hanya karena posisi duduk membuat mereka ribut dan mengganggu kenyamanan penonton lain.
__ADS_1
Film pun sudah mulai di putar. Dan kali ini mereka menonton film bergenre horor. Dan lagi-lagi Ayura hanya bisa tersenyum miring. Dia tahu jika ini juga salah satu taktik Laura agar dirinya takut dan ada Reno sebagai sosok yang akan menenagkannya.
Tapi jangan salah. Semua itu hanya akan sia-sia saja. Karena pada dasarnya Ayura sudah kebal jika hanya untuk menonton film horor. Karena saat di jepang teman-temannya adalah pecinta film horor. Bahkan Ayura beberapa kali menonton film sadako sendirian saat dia merasa bosan.
Penonton mulai tegang dan mulai memutup mata saat sosok makhluk halus dalam film menampakan diri. Namun berbeda dengan Ayura. Gadis yang super unik itu justru dengan santainya menikmati pop corn di tangannya dengan pandangan mata yang fokus menatap layar lebar di depannya bahkan tanpa berkedip sekalipun.
Sedangkan disisi lain, lengan kirinya sudah dicengkeram erat oleh Laura yang ternyata ikut ketakutan saat penampakan didalam film kembali muncul. Hingga membuat Ayura tersenyum didalam hati.
'Rasain lo. Ini namanya senjata makan tuan,' batin Ayura tertawa senang.
Setelah film selesai, mereka pun keluar dengan Ayura yang lagi-lagi di apit oleh Laura dan Reno.
"Kita beli minum dulu yuk. Gue haus ni," ajak Laura dan disetujui oleh keduanya.
Ayura sudah duduk di salah satu kursi dengan Reno yang duduk di sampingnya dan Laura yang duduk di depannya.
"Abis ini kita kemana lagi ni?" tanya Reno.
"Pulang," jawab Ayura. Dia memang berencana langsung pulang setelah menepati janjinya pada Laura.
"Yah.. jan pulang dong. Ini kan masih sore," ujar Reno yang terus saja menatap Ayura.
"Ini udah jam setengah sepuluh kak. Ayura dah janji sama papi gak pulang malem-malem," sahut Ayura. Hingga membuat Reno akhirnya mengalah.
Drt... drt.. drt..
Suara dering ponsel Ayura membuat Laura dan Reno fokus menatap kearahnya. Sedangkan Ayura tak memperdulikan tatapan itu dan langsung mengangkat telepon dari Ello. Apalagi sejak tadi dia sudah menunggu kabar dari suaminya itu.
"Hallo....."
__ADS_1
"Ngapain kamu disitu sama Reno?"