Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Rooftop


__ADS_3

Ayura berubah menjadi salah tingkah saat Ello membalas tatapannya. Dia berdiri dengan gelisah. Rasanya ingin sekali pergi dari tempat itu namun disisi lain dia juga masih ingin melihat suaminya yang selalu membuatnya terpesona oleh ketampan dan keimutannya.


Wajah Ayura memerah saat mengingat percakapan mereka semalam yang kini justru kembali tergambar dengan jelas di ingatannya. Bagaimana Ello memanggilnya dengan sebutan istriku. Atau romantisnya Ello memanggil Ayuraku sayang? Ahh..bahkan panggilan my little wife yang sangat Ayura sukai kini kembali memenuhi isi kepalanya.


Ayura menundukan kepalanya. Mencoba mengatur debaran jantungnya yang semakin dia rasakan justru semakin cepat. Dengan perlahan Ayura menyelipkan rambutnya kebelakang telinga. Mencoba memperbaiki penampilannya sebisa mungkin. Ayura berharap dengan hal itu bisa membuat ia terlihat rapi di depan kak Ellonya.


Ayura menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan. Dia berharap hal itu bisa sedikit menetralkan debaran jantungnya yang sejak tadi berdetak lebih cepat dari biasanya.


Dan setelah merasa kegugupannya sedikit hilang, Ayura memberanikan diri mengangkat kepalanya dan kembali menatap ke arah Ello yang ternyata sejak tadi tak mengalihkan pandangannya dari Ayura.


Ayura tersenyum. Tersenyum sangat manis. Bahkan bukan hanya Ello saja yang saat ini terpesona oleh senyuman memabukan itu, melainkan Alex pun juga merasa hal yang sama. Hanya saja Alex harus mengusir rasa ketertarikannya itu sejauh mungkin. Karena dia sadar, jika gadis cantik yang berdiri jauh disana sudah sepenuhnya menjadi milik Ello sahabatnya.


"Gilaa.... bini gue cakep banget. Iya kan ngab?" tanya Ello meminta persetujuan kedua sahabatnya.


"Hmmm....." jawab Alex dan Mike bersamaan. Lalu keduanya saling pandang. Merasa heran dengan Ello yang baru pertama kali ini memuji seorang gadis. Bukankah hal ini suatu keajaiban?


'Kok gue jadi berharap mimpi gue semalem jadi kenyataan,' batin Ello. Wajahnya kini mulai memerah saat mengingat mimpinya, dimana dia dan Ayura hampir saja berciuman.


Kalau saja mama Rani tak membangunkannya. Pasti Ello sudah bisa merasakan lembutnya bibir mungil istrinya itu. Ya walaupun hanya dalam mimpi, itu sudah cukup bagi Ello. Daripada dia tidak bisa merasakannya sama sekali seperti sekarang dan justru meninggalkan rasa penasaran yang cukup besar dibenak Ello.


"Shhiitt... ngapain dia?" tanya Ello geram saat melihat Ayura di tarik pergi dari tempatnya berdiri.


"Apa?" tanya Mike dan Alex bersamaan. Keduanya kembali menatap ke arah Ayura yang ternyata kini sudah di bawa pergi oleh Reno.


"Lo mau kemana?" Mike menarik tangan Ello saat pria itu sudah beranjak dari tempatnya berdiri.


"Gue mau nyusulin mereka. Berani-beraninya dia megang-megang tangan bini gue," ujar Ello dengan kedua tangan yang sudah mengepal erat.

__ADS_1


"Jangan. Lo tahan emosi lo." Mike mencegah Ello agar tak menyusul Ayura dan juga Reno.


"Gue gak suka milik gue di sentuh orang lain. Apalagi Reno." Ello masih menatap tajam Reno yang sudah hampir menghilang di ujung lorong.


"Kita tahu. Tapi jan sampe kejadian dulu terulang lagi. Kita berdua gak mau lo dalam masalah," ujar Mike mencoba menenangkan sahabatnya yang sudah terlihat sangat emosi.


"Mike bener ngab. Lo harus tahan emosi lo. Lagi pula gue yakin Ayura gak kayak mantan lo," sahut Alex ikut menenangkan Ello.


"Maksud lo?" tanya Ello menatap Alex meminta penjelasan.


"Ayura gak kayak Tania yang nemplok sana sini sama cowok lain," jawab Alex. "Lo tahu sendirikan, gue yang gantengnya kebangetan aja di kacangin sama bini lo. Apalagi Reno yang mukanya di bawah standar orang ganteng," sambung Alex terkekeh dengan wajah konyolnya dan berharap bisa membuat sahabatnya lebih tenang.


Ello menghela nafas panjang setelah sempat menatap ke arah dimana Ayura dan Reno menghilang.


~


Disepanjang jam pelajaran Ayura terus menekuk wajahnya. Dia benar-benar kesal dengan Reno yang seenak jidatnya menarik dirinya. 'Ckk... gue masih kangen sama kak Ello,' batin Ayura berdecak kesal.


Ayura melirik sekilas Laura yang kini sedang fokus mendengarkan guru bahasa inggris yang sedang menjelaskan.


Setelah kejadian di kantin saat Ello memberi Ayura susu kotak, mereka tak pernah sekalipun mengobrol. Bahkan Laura tak lagi berbicara sepatah katapun dengan Ayura.


Namun lagi-lagi Ayura tak ambil pusing. Karena sejak dulu dia memang tak terlalu dekat dengan teman perempuan. Dia lebih memilih berteman dengan banyak teman laki-laki. Karena bagi Ayura teman perempuan itu ribet. Seperti Laura sekarang. Yang mendiamkannya hanya karena perasaannya pada Ello tak terbalaskan.


Tet.. tet.. tet..


Suara bel pertanda jam istirahat telah berbunyi. Laura juga sudah keluar tanpa mengajak Ayura seperti yang dulu-dulu.

__ADS_1


Ayura bangkit dari duduknya, berjalan santai ke kantin seraya membuka ponsel miliknya yang ternyata ada sebuah pesan dari Ello.


[Istirahat kakak tunggu di rooftop sekolah]


Ayura tersenyum. Merasa sangat senang bisa bertemu dengan suaminya. Dia berputar balik menuju lift. Karena tak mungkin dia naik ke rooftop dengan menaiki tangga.


Setelah lift terbuka, Ayura yang sudah tak sabar ingin bertemu Ello memilih sedikit berlari ke tangga yang menghubungkan lantai teratas ke rooftop. Bahkan tanpa Ayura sadari, sejak membaca pesan dari Ello senyum diwajahnya tak pernah pudar.


Ayura menghentikan langkah kakinya. Senyum yang sejak tadi menghiasi wajah cantiknya telah hilang dan berganti dengan wajah bingung saat melihat tiga most wanted boys menatapnya.


Ello tersenyum. Berjalan kearah Ayura yang masih diam terpaku di tempatnya berdiri. "Ayo Ay kesana. Kakak kenalin sama kedua sahabat kakak," ajak Ello menggandeng Ayura ke arah Alex dan juga Mike.


"Kenalin ini Mike," ujar Ello memperkenalkan Mike.


"Mike...." Mike mengulurkan tangannya hendak berkenalan dengan Ayura. Namun saat Ayura hendak menerima uluran tangan Mike, Ello menepis tangan sahabatnya itu dengan cukup keras.


"Shhiitt.... Sakit anjirr." Mike meringis seraya mengusap tangannya yang terasa nyeri.


"Siapa suruh pake ngajak salim bini gue," ketus Ello.


"Namanya juga lagi kenalan." Protes Mike tak terima disalahkan.


"Kenalan mah kenalan aja. Gak usah pake pegang-pegang segala. Dasar modus," ujar Ello ketus.


Sedangkan Mike hanya bisa berdecak kesal, mencoba memaklumi Ello yang memang terlihat sedang jatuh cinta pada istrinya.


"Kalau dia kamu udah kenalkan Ay?" tanya Ello sambil melirik Alex dengan ekor matanya.

__ADS_1


"Iya kak, Yura udah kenal," sahut Ayura tersenyum. Dia merasa senang saat Ello terlihat tak suka dirinya bersentuhan dengan pria lain.


Sedang Alex sang playboy tetap tersenyum menatap Ayura seraya tebar pesona. Walaupun dia tahu jika pesonanya tak akan terlihat oleh Ayura. Namun bagi seorang playboy seperti dirinya, tebar pesona adalah salah satu hal wajib. Tak memandang kepada siapa pesona itu dia tebarkan.


__ADS_2