
Setelah sarapan bersama papa Arya dan mama Rani, kedua remaja berstatus suami istri itu pamit untuk pergi kesekolah.
Ello berjalan menuju halaman depan dengan merangkul bahu istrinya. Sedangkan Ayura sudah melingkarkan satu tangannya di pinggang Ello.
"Kak......" panggil Ayura dengan pandangan mata terus menatap kearah motor Ello yang kini sudah berada di depan garasi.
"Kenapa sayang?" tanya Ello tanpa menghentikan langkah kaki mereka.
"Kakak liat Ayura deh," pinta Ayura saat mereka sudah berdiri di samping motor sport merah milik Ello.
"Kenapa sih Yang?" Ello menatap Ayura dari atas sampai bawah dan dari bawah kembali lagi keatas.
"Ada yang aneh gak?" tanya Ayura dengan wajah yang terlihat sangat serius.
"Gak ada. Kamu cantik seperti biasanya," ujar Ello mengambil helm berwarna pink yang berada di atas motor dan langsung memakaikannya ke Ayura.
"Masa sih kak? Coba liat lagi yang bener," pinta Ayura sedikit mundur agar Ello dapat melihatnya dengan jelas.
"Mau dilihat sejuta kali juga jawabannya sama sayang. Kamu selalu cantik. Dan semakin hari semakin cantik," ujar Ello tersenyum seraya menautkan tali helm milih istrinya.
"Kakak jangan bohong."
"Kakak gak bohong. Kamu memang cantik Yang."
"Tapi kenapa dari tadi mama Rani liatin Ayura sambil senyum-senyum gitu? Ayura jadi ngerasa ada yang salah sama penampilan Ayura saat ini."
Ello menelan salivanya dengan susah payah. Tak mungkinkan dia mengatakan yang sebenarnya kalau kemungkinan mama Rani menatap Ayura dengan tersenyum karena masalah foundation yang Ello minta. Bisa-bisa istrinya itu tak mau lagi di ajak making out olehnya.
"Kakak........"
"Hah.." panggilan Ayura membuat Ello tersentak dari lamunannya. "Gak ada yang aneh sama penampilan kamu sayang. Mungkin mama seneng karena semalam kamu mau nginep disini. Kan ini pertama kali mama sarapan sama menantunya," sahut Ello mencoba memberi alasan.
"Udah gak usah dipikirin. Lebih baik kita berangkat sekolah sekarang. Takutnya nanti malah telah." Ello naik keatas motor kemudian memakai helm fullface miliknya. Sedangkan Ayura yang tak mau terlambat memilih langsung naik dan duduk diam di jok belakang. Bahkan sekarang dia sudah melupakan pandangan mama Rani yang tersenyum aneh padanya.
Dua puluh menit berselang, motor Ello sudah terparkir di tempat biasa. Dan seperti biasa pula Alex dan Mike masih setia menunggu kedatangannya.
"Ay, kakak gak anter ke kelas gak pa-pa kan? Ada yang mau kakak bicarain dulu sama kedua bocah ini," ucap Ello seraya menunjuk kearah Alex dan Mike.
__ADS_1
"Iya gak pa-pa kak. Kalau gitu Ayura ke kelas dulu ya," pamit Ayura lalu mencium punggung tangan Ello.
"Hati-hati Yang," sahut Ello seraya sengusap sekilas puncak kepala Ayura.
Ayura menganggukan kepalanya sebagai jawaban. "Duluan ya kak Alex, kak Mike." Ayura melambaikan tangan pada ketiga remaja tampan itu dan berjalan cepat menuju ke kelasnya.
"Kalau gitu Alex ke kelas dulu ya," sindir Alex menirukan ucapan Ayura seraya menciun punggung tangan Mike.
"Hati-hati Yang," sahut Mike yang juga mengusap puncak kepala Alex sekilas. Dan keduanya pun tergelak karena tingkah mereka sendiri.
"Anjinng lo berdua," maki Ello yang kesal karena dirinya yang menjadi bahan bercandaan.
"Aduh jan galak-galak kak. Mike takut," seru Mike dan lagi-lagi membuat duo obat nyamuk tertawa ngakak.
"Bangkeee lu pada. Gue sumpahin kalian berdua dapet cewek terus bucin sebucin-bucinnya bahkan lebih bucin dari pada gue," ujar Ello semakin kesal.
"Gak ada sejarahnya seorang Kim Alexander bucin. Yang ada para cewek yang akan bertukuk lutut sama gue," sahut Alex jumawa.
"Cihh... liat aja besok," sahut Ello santai. Dia tahu Alex berkata seperti itu karena belum menemukan sosok yang tepat. Dan Ello tinggal menunggu waktu sampai saat itu tiba.
"Siapa takut," sahut Alex yang justru menantang ucapan Ello. Dia sangat yakin jika hal itu tak akan pernah terjadi. Seorang playboy tampan seperti dirinya tak akan pernah menjadi budak cinta seorang wanita.
"Gimana kemarin? Maksud gue sopir mobil box-nya udah diamanin kan?" tanya Ello. Kemarin dia memang belum bertanya tindakan selanjutnya yang dilakukan oleh Agam pada sopir mobil box yang berniat menabrak papa Arya.
"Aman. Udah di kurung di polsek," jawab Mike.
"Kok di polsek. Kak Agam gak nyekap dia? Kitakan butuh info siapa dalang dibalik kecelakaan kemarin," ujar Ello yang kini meraih ponselnya ingin menelepon Agam.
"Kita udah introgasi dia sebelum dibawa ke polsek. Dia keukeuh gak mau buka mulut," sahut Alex yang kemarin ikut kesal karena sopir mobil box itu terus saja bungkam.
"Paksa dong. Kalian paksa pake cara apa kek biar dia buka mulut," sahut Ello yang masih menunggu panggilan teleponnya di angkat oleh Agam.
"Hallo. Kenapa Ello?" tanya Agam sesaat setelah panggilan tersambung.
"Kakak. Katanya sopir mobil box kemarin diserahin ke polisi. Kenapa? Kita kan masih butuh nfo dari dia," ucap Ello langsung ke inti permasalahan.
"Lo tenang aja. Gue udah punya rencana biar dia buka mulut. Kalau kita ngekap dia lama-lama, pelaku utama bisa curiga. Nanti sepulang sekolah lo ikut gue aja ke polsek. Pelakunya masih ada di sana," ucap Agam.
__ADS_1
Pada akhirnya Ello pun mengiyakan perkataan Agam. Apapun rencana Agam, Ello harap bisa secepatnya menangkap dalang utamanya.
~
Sepulang sekolah Ello mengantar Ayura pulang ke rumah papi Genta sebelum akhirnya pergi menemui Agam di polsek.
"Kakak mau kemana?" tanya Ayura yang melihat suaminya sudah mengganti pakaiannya dengan setelan rapi.
"Kakak ada kerjaan bentar sama kak Agam. Gak pa-pa kan kamu kakak tinggal?" tanya Ello yang kini berjalan mendekat kearah Ayura.
"Gak pa-pa," jawab Ayura dengan bibir cemberut. Karena lagi dan lagi suaminya itu sibuk sendiri.
"Jan manyun gini. Nanti pulangnya kakak beliin seblak deh," bujuk Ello agar istrinya tak marah.
"Hmm.. tapi tambah ice cream sama boba rasa green tea juga," sahut Ayura wajah berbinar.
"Ada lagi selain itu?" tanya Ello tersenyum saat melihat wajah Ayura yang tak lagi cemberut.
"Emm.. Ayura pikir-pikir dulu deh," sahut Ayura sambil memikirkan makanan apa yang ingin dia makan.
"Ya udah kakak berangkat sekarang. Nanti kalau udah tau pengennya apa, kamu telepon atau chat kakak aja ya," ucap Ello daan dibalas anggukan kepala oleh Ayura.
Setelah memastikan istrinya tak akan ngambek karena di tinggal pergi, Ello pun bergegas meninggalkan kediaman Aditama menuju polsek.
"Udah lama kak?" tanya Ello berjalan menuju Agam yang kini masih berada di dalam mobilnya.
"Lumayan," jawab Agam lalu turun dari mobilnya.
Keduanya pun berjalan beriringan masuk kedalam polsek untuk menemui sopir mobil box yang kemarin berniat mencelakai papa Arya.
"Sekali lagi gue tanya. Siapa yang nyuruh lo nabrak om Arya?" tanya Agam tanpa basa basi setelah diizinkan bertemu dengan pelaku.
Pria yang tak lain adalah sopir mobil box itu masih memilih diam dan bungkam seakan tak ada seorangpun yang mengajaknya bicara.
"Brengsekkk.... " Ello berdiri dari duduknya hendak menghajar sopir mobil box itu lagi. Namun dengan cepat Agam mencegah Ello agar tak melakukan hal itu. "Sabar Ello," bentak Agam.
"Tapi kak. Dia......" Agam menggelengkan kepalanya menyuruh agar Ello diam. Dengan segala amarah yang harus ditahan, Ello kembali duduk. Dia benar-benar kesal. Bahkan disaat sudah berada di kantor polisi, pria itu masih memilih bungkam.
__ADS_1
"Gue tahu kalau orang yang nyuruh lo pasti akan dengan mudah menjamin lo agar bisa keluar dari penjara," ujar Agam santai seraya menatap pria didepannya. "Tapi bagaimana dengan ini?" Dengan senyum miring Agam melempar beberapa lembar foto ke atas meja dan tergeletak tepat di hadapan pria itu.