
Seperti biasa, saat istirahat Ello akan menjemput istrinya untuk makan bersama. Tapi kali ini mereka tak makan di kantin, melainkan di bascamp mereka yang ada di rooftop.
"Mana Mike?" tanya Ello begitu tiba di rooftop dan hanya menemukan Alex yang sedang makan burger yang tadi Ello pesan via aplikasi.
Alex mengangkat kedua bahunya pertanda tak tahu. "Udah dari kemarin ilang-ilangan mulu," sahut Alex masih dengan mulut yang penuh dengan makanan.
Ello menganggukan kepala pertanda mengerti. Kemarin dia dan Ayura tidak masuk sekolah hingga tak tahu jika Mike berubah menjadi sosok yang sering menghilang tanpa jejak.
"Gimana kak Fano?" tanya Alex. Dia sudah tahu jika Fano sudah sadar dari koma. Tapi Alex belum tahu bagaimana kondisi kakak sahabatnya itu.
"Udah lebih baik dari kemarin. Siang ini sama Papa Mama dibawa ke Singapura untuk berobat lebih lanjut disana," ujar Ello seraya menyuapkan kentang goreng ke Ayura.
"Lo tahu gak. Sejak kalah dari kompetisi e-sport, Reno gak pernah masuk sekolah. Kayaknya dia malu udah kalah sama kita," ujar Alex dengan senyum secerah matahari. Dia sangat senang karena bisa menjatuhkan Reno dengan cara elegant.
"Pindah sekolah?" tanya Ello. Seraya melirik istrinya. Namun ternyata Ayura terlihat cuek dan tak perduli sedikitpun tentang Reno. Dan tentu saja hal itu membuat senyum samar mengembang di sudut bibir Ello.
"Kayaknya enggak sih. Orang ujian nasional tinggal seminggu lebih," jawab Alex yang kini mulai sibuk dengan ponselnya. Untuk saat ini dia sudah memasang mode kebal saat melihat kemesraan sepasang suami istri didepannya. Walau tak bisa di pungkiri kalau di dalam sudut hatinya, dia ingin segera memiliki pacar. Karena ternyata kali ini adalah mode jomblo terlama untuknya.
"Nanti ikut, temenin gue!" ajak Ello namun terdengar seperti perintah yang tak bisa dibantahkan lagi.
"Kemana?" tanya Alex menatap sekilas kearah sahabatnya sebelum kembali fokus pada ponsel di tangannya.
"Ayura minta gue beli mobil. Katanya sakit kalau bonceng motor gue nungging-nungging gitu." Sedangkan Ayura kini pura-pura tak mendengar ucapan suaminya. Dia cukup malu karena Ello mengatakan nungging-nungging pada Alex dengan begitu ringan tanpa beban.
__ADS_1
"Wuihh....bini lo hebat juga ya. Dari dulu lo gue suruh beli mobil gak mau. Bilangnya gak mau selingkuhin si Niken," sahut Alex.
"Niken?" gumam Ayura. "Kakak siapa Niken?" tanya Ayura dengan wajah yang sudah terlihat kesal bercampur penasaran.
"Niken itu yang suka di naikin Ello," sahut Alex tersenyum miring. Sepertinya kali ini dia bisa sedikit membuat sepasang suami istri didepannya bertengkar. Anggap saja sebagai ganti karena dia dan Mike sering dijadikan obat nyamuk.
"Jadi kakak suka naikin Niken? Pantes kakak gak pernah maksa buat naikin Ayura. Ternyata suka naiki yang lain," ujar Ayur dengan begitu polosnya hingga membuat wajah Ello memerah karena merasa malu pada Alex.
Sedangkan Alex kini sudah membelalakan kedua matanya. Bahkan beberapa kali dia menelan salivanya dengan susah payah hingga membuat jakunnya naik turun berirama saat pikirannya sudah bertraveling kemana-mana.
"Sayang......"
"Kakak nyebelin," ketus Ayura. Dengan kedua tangan yang sudah dilipat didepan dada dan jangan lupakan bibirnya yang sudah manyun kedepan.
"Dengerin kakak dulu," ujar Ello dengan lembut.
Ello menghela nafas panjang. Melirik Alex yang saat ini nyengir padanya. "Niken itu motor sport kakak sayang. Yang tiap hari kakak pakai. Kamu kan juga sering naikin," ujar Ello menjelaskan.
"Bohong!" sahut Ayura dengan secepat kilat.
"Beneran kalau gak percaya tanya Alex," ujar Ello menatap tajam ke arah Alex. "Iyakan Lex?" tanya Ello meminta persetujuan.
"Iya Niken itu nama motor Ello," jawab Alex yang merasa ngeri melihat tatapan tajam sahabatnya.
__ADS_1
"Kak Alex gak usah belain kak Ello deh. Mentang-mentang sahabatan jadi nutupin kejelekan satu sama lain," ketus Ayura dengan suara parau karena menahan tangisan.
Ello kembali menghela nafas panjang. Dia merogoh kantong celananya untuk mengambil ponsel miliknya. Setelah beberapa saat menscrol galeri foto, Ello memberikan ponselnya pada Ayura.
"Ni liat Yang. Ada stiker tulisan Niken disini," ujar Ello memperbesar tampilan foto motor sportnya.
Dan benar saja, Ayura bisa melihat stiker bertuliskan Niken berwarna hitam yang memang berukuran cukup kecil di bagian winglet. Bahkan orang-orang seperti Ayura pasti tak akan menyangka jika ada tulisan itu di motor Ello.
"Niken itu mantan kakak kan? Karena kakak masih belum bisa move on mangkannya nama motor kak Ello diberi nama Niken." Ayura mendorong ponsel Ello hingga kedada suaminya.
"Enggak Ay, Enggak. Kakak gak punya mantan namanya Niken. Sumpah," ujar Ello panik saat melihat Ayura terlihat seakan tak percaya dengan bukti yang dia berikan.
"Bohong!" seru Ayura lagi. Padahal tanpa Ello tahu, saat ini Ayura sudah percaya jika Niken adalah nama motor suaminya. Hanya saja untuk mengakui hal itu, ada rasa gengsi yang seakan menahannya untuk tak langsung mengatakan jika dirinya percaya.
"Beneran Ay, Kakak gak bohong. Kalau gak percaya kamu bisa belah dada kakak. Kakak yakin sejuta persen kalau hanya akan ada nama kamu yang terukir disana," ujar Ello seraya menepuk dadanya beberapa kali.
Dan seketika itu juga Alex berakting muntah saat mendengar gombalan alay ala sahabatnya. Bahkan di dalam hatinya Alex terus bertanya-tanya. Mantra apa yang Ayura berikan hingga membuat Ello bisa sebucin ini.
"Beneran Niken bukan mantan kakak?"
"Beneran sayang. Niken nama motor kakak. Sini peluk. Jangan ngambek lagi cuma gara-gara Niken," ujar Ello merentangkan tangannya. Tak menolak sedikitpun, Ayura langsung berhamburan masuk kedalam pelukan hangat suaminya.
Sedangkan disisi lain Alex sudah berdiri dan berniat meninggalkan basecamp mereka. Ternyata mode kebalnya masih bisa di tembus oleh duo pasutri alay didepannya.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Ello dengan berteriak, saat menyadari jika Alex sudah berjalan menjauh dari mereka.
"Cari bini," sahut Alex tanpa menengok ke belakang. Dia hanya mengangkat satu tangannya dan melambai kearah Ello seakan mengatakan agar tak usah memperdulikan dirinya.