Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Kamar Ello


__ADS_3

Ello baru saja selesai menelepon anak buahnya agar mengantar motor miliknya ke kediaman Darmawangsa dan bukan kerumah sakit. Dia berjalan mendekati istrinya yang terlihat tengah asik memindai setiap sudut kamarnya.


"Liatin apa?" tanya Ello yang kini sudah berdiri di dekat ranjang.


"Kakak suka bikin konten video di kamar ini ya?" tanya Ayura yang masih terlihat mengagumi kamar suaminya. Untuk pecinta game seperti dirinya, kamar dengan gaming gear yang lengkap seperti kamar Ello mungkin dia butuhkan disela-sela waktunya yang membosankan.


"Kok kamu tahu yang?" tanya Ello yang kini sudah duduk disamping Ayura dan merengkuh pinggang istrinya agar lebih mendekat padanya.


"Kan Ayura suka nonton video kakak. Mangkannya waktu masuk ke kamar ini berasa gak asing." Ello menganggukan kepalanya.


"Memangnya sejak kapan kamu suka nonton video kakak?" tanya Ello yang kini tengah asik mengecupi puncak kepala Ayura. Bahkan Ello sudah memejamkan kedua matanya agar bisa menikmati wangi harum yang berasal dari rambut istrinya.


"Sejak masih SMP, waktu awal-awal kakak mulai nge-youtube," sahut Ayura bergeming, seraya menikmati kecupan-kecupan di puncak kepalanya. "Kak......"


"Hmm....."


"Gimana sih rasanya jadi youtuber gaming terkenal? Di sukai banyak warga youtube. Enak gak?" tanya Ayura penasaran.


"Biasa aja. Yang penting buat kakak mah bisa buat nyaluri hobi aja," jawab Ello yang kini tengah fokus memainkan rambut istrinya yang terasa begitu lembut saat bersentuhan dengan kulitnya. Bahkan saat ini Ello terlihat asik menggulung-gulungkan beberapa helai rambut Ayura di sela-sela jarinya.


"Masak sih rasanya terkenal biasa aja. Gak seneng gitu?" tanya Ayura tak percaya.


"Beneran sayang. Lebih seneng bisa ada dideket kamu kayak gini," jawab Ello dengan sangat serius.


"Cih... bohong banget," decih Ayura.


"Kok gitu ngomongnya. Gak percaya sama kakak?" tanya Ello sedikit melongarkan pelukannya agar bisa menatap Ayura.


"Gak percaya sama kakak?" tanya Ello lagi. Dan dibalas anggukan kepala oleh Ayura.


Ello menghela nafas panjang. "Yaudah nanti setelah makan malam jangan pulang dulu, kamu harus ikut kakak live di youtube. Soalnya kakak juga udah hampir seminggu ini gak upload video. Gimana mau gak?"

__ADS_1


"Beneran Ayura boleh ikut live?" tanya Ayura dengan wajah antusias.


"Iya sayang. Ngapain kakak bohong." Ello yang sangat gemas dengan istrinya itu pun langsung menciumi seluruh wajah Ayura dengan bertubi-tubi.


"Ihh... kakak udah. Ampun ampun. Geli," rengek Ayura masih dengan tertawanya. Namun bukannya menghentikan aksinya, Ello yang masih gemas dengan istrinya justru semakin menghimpit tubuh Ayura. Hingga sekarang istrinya itu sudah berada di bawah kungkungannya.


"Kakak udah ihh... minggir. Nanti ada mama yang nganterin baju ganti buat Ayura." Ayura mendorong tubuh Ello dengan sekuat tenaga agar tak menghimpitnya lagi.


Ello mendengus sebal, dan akhirnya memilih untuk merebahkan tubuhnya di samping istrinya dengan pandangan menatap ke langit-langit kamarnya.


"Kakak marah?" tanya Ayura memiringkan tubuhnya menghadap kearah suaminya.


"Enggak sayang. Ngapain marah?" Ello menatap Ayura dan merentangkan tangannya dan tanpa pikir panjang Ayura langsung mendekat dan masuk kedalam pelukan suaminya.


"Makasih ya udah hadir dan memeberi warna indah di hidup kakak," ucap Ello. Karena memang sejak ada Ayura dihidupnya, Ello merasakan kebahagiaan yang begitu besar. Tak seperti dulu, dia yang selalu kabur-kaburan saat papanya mulai membanding-bandingkannya dengan kakaknya.


Bahkan Ello masih ingat dengan jelas saat beberapa hari yang lalu dengan beraninya dia menentang permintaan papa Arya yang menginginkan ia menceraikan Ayura. Dan rasanya saat itu adalah pertama kalinya Ello benar-benar melawan papa Arya.


"Gak pa-pa. Kakak cuma pengen kamu tahu aja. Kalau kakak merasa sangat beruntung bisa memiliki kamu sebagai istri yang selalu ada untuk kakak," balas Ello dan tiba-tiba langsung membuat Ayura memeluk suaminya semakin erat.


"Ayura juga merasa beruntung karena kakak hadir di hidup Ayura. Setidaknya selain tampan dan imut, kakak juga punya banyak duit," ujar Ayura sambil terkekeh.


"Ckk...Dasar kamu itu." Ello mengacak rambut istrinya.


"Kakak...ihhh, mulai rese lagi," ujar Ayura sebal. Dia melepaskan pelukannya kemudian duduk diatas ranjang seraya merapikan rambutnya yang sudah acak-acakan. Sedangkan sang suami justru terkekeh melihat wajah istrinya yang kini sudah ditekuk.


Tok.. Tok.. Tok..


Suara ketokan pintu dari luar kamar berhasil menghentikan tawa Ello. Dia bangun dan bergegas membuka pintu. Dan benar seperti dugaannya. Jika yang saat ini datang adalah mbak Tina, salah satu asisten rumah tangga di kediaman Darmawangsa.


"Mas Ello, ini baju untuk istrinya dari ibu." Mbak Tina mengulurkan beberapa dress yang tadi diberikan oleh mama Rani.

__ADS_1


"Iya mbak. Makasih ya," ujar Ello seraya menerima uluran dress dari mbak Tina.


"Sama pesen ibu, nanti kalau udah selesai mandi suruh langsung turun untuk makan malam," ucap mbak Tina sebelum akhirnya pergi meninggalkan kamar milik anak majikannya, dan tentu saja setelah mendapat jawaban dari Ello.


"Siapa kak?" tanya Ayura yang melihat Ello membawa beberapa dress berbagai model dengan warna lembut.


"Mbak Tina nganterin baju buat kamu dari mama." Ello memberikan dress ditangannya pada Ayura.


"Wah bagus-bagus banget kak," ucap Ayura yang terlihat membolak-balikan dress ditangannya dengan wajah berbinar.


"Ya udah kamu mandi duluan. Nanti gantian kakak. Takut di tungguin buat makan malem." Ayura menganggukan kepalanya dan mengambil satu dress dan sepasang pakaian dalam sebelum akhirnya masuk kedalam kamar mandi yang berada di dalam kamar suaminya.


~


Ayura dan Ello sudah duduk di meja makan. Bahkan mereka sampai di ruang makan bersamaan dengan papa Arya dan mama Rani.


"Tadi mama udah telepon papi Ayura. Malam ini kalian disuruh nginep disini. Nanti barang-barang yang dibutuhin Ayura bakalan dianter sama mang Ucup," ujar mama Rani disela-sela makan malam mereka.


"Mama kok jadi kayak maksa kita nginep sih?" tanya Ello tak suka dengan keputusan mama Rani yang menelepon papi Genta dan meminta izin agar mereka menginap. Jujur saja dia masih tak nyaman dengan papa Arya jika harus menginap dirumah ini. Apalagi Ayura adalah gadis yang dipilih papa Arya untuk dijadi istri kakaknya.


"Memangnya kenapa sih Ello? Lagian disini kan rumah kamu juga."


"Mama harusnya nanya Ello dan Ayura dulu dong. Jangan ngambil keputusan sendiri gini."


"Ayura sayang. Kamu mau kan nginep disini? Di rumah mama?" tanya mama Rani pada sang menantu.


Ayura menatap suaminya, lalu beralih menatap mama Rani. "Iya ma. Ayura mau," jawab Ayura lirih. Sebenarnya dia ingin menolak karena tahu jika suaminya tak nyaman. Tapi untuk menolak permintaan mama Rani sepertinya Ayura juga tak akan bisa.


"Tu denger. Istri kamu aja mau nginep disini. Udah kamu jangan protes. Dan malam ini tidur dirumah ini. Gak usah pulang kerumah Genta dulu," ujar mama Rani. Hingga mau tak mau Ello hanya bisa pasrah.


Sedangkan papa Arya sejak tadi memilih diam. Sebenarnya dia juga ingin Ello tidur dirumahnya. Namun untuk melarang Ello agar tak pulang ke rumah mertuanya pun papa Arya tak berani. Dia cukup tau diri bagaimana perlakuannya pada Ello dulu. Dia merasa tak pantas meminta ataupun melarang apa yang diinginkan putra bungsunya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2