
Ello menggelengkan kepalaya saat Ayura kembali menyuapinya sashimi. "Udah sayang. Kakak udah gak kuat," tolak Ello sembari mengusap perutnya yang mendadak buncit karena sudah terlalu banyak makan.
"Kakak baru makan dikit, belum ada setengahnya. Itu masih ada onigiri, udon, dorayaki, ramen dan kawan-kawan yang belum kakak makan. Ayo aaa buka mulutnya," perintah Ayura. Entah mengapa menyuapi Ello terasa sangat menyenangkan bagi Ayura.
Lagi-lagi Ello menggelengkan kepalanya. Dia sudah tidak sanggup lagi jika harus menghabiskan makanan di depannya. Apalagi tadi dia sudah makan malam di rumah bersama papi Genta dan Hiro.
"Ayo makan lagi kak, sayang makanannya mubazir," perintah Ayura. Saat ini satu tangan sedang menjepit sashimi dengan sumpit dan di arahkan ke mulut sang suami.
"Sayang kakak udah gak kuat. Sumpah," ujar Ello dan seketika itu juga membuat wajah Ayura ditekut karena acara menyuapi sang suami harus terakhir.
Ello menghela nafas panjang. "Ya udah nanti kakak abisin. Sekarang kakak balas email kerjaan dulu ya," ujar Ello berbohong. Karena sebenarnya dia ingin mengirim pesan pada kedua sahabatnya.
"Janji ya nanti di makan lagi?"
"Iya sayang."
Setelah menjawab pertanyaan Ayura. Ello pun mulai mengetik pesan yang akan dia kirimkan ke grup chat three most wanted boys.
[Kalian dimana?]
Tak lama berselang Alex membalas pesannya. [Gue sama Mike ada di green cafe. Kenapa?]
Ello tersenyum girang lalu kembali mengetik pesan balasan. [Kebetulan banget. Gue ada di restoran Jepang yang ada di seberang green cafe. Kalian berdua kesini ya gue traktir.]
"Mike, gimana nih kesana gak?" tanya Alex.
"Gas lah. Jangan menolak rejeki," jawab Mike yang saat ini langsung berdiri dari duduknya.
[Oke.. kita OTW]
"Tapi lo gak curiga kenapa tiba-tiba itu bocah mau traktir kita?" tanya Alex yang saat ini berjalan disamping Mike dan berusaha menyamai langkah sahabatnya itu menuju parkiran. Mike memqng selalu bersemangat dengan hal berbau gratisan. Padahal kalau dipikir-pikir dia sangat mampu jika hanya untuk membeli makanan di restoran Jepang. Namun bagi Mike makanan gratisan seperti ini memiliki kenikmatan tersendiri.
"Walaupun ada udang di balik bakwan, gue sih gak masalah. Selagi bisa makan gratis," ujar Mike terkekeh.
Sedangkan disisi lain Ello masih berpura-pura sibuk mengirim email entah pada siapa. Dia melakukan itu untuk mengulur waktu sampai Alex dan Mike datang.
__ADS_1
"Kakak..... udah belum? kok lama banget sih?" tanya Ayura sebal karena merasa Ello terlalu lama bermain dengan ponselnya.
"Iya sayang ini bentar lagi," ujar Ello dengan pandangan melirik kearah pintu masuk. Dan seketika itu sebuah senyum bahagia mengembang di sudut bibirnya saat melihat dua sahabatnya sudah sampai.
"Alex, Mike....." Ello mengangkat tangannya memanggil kedua sahabatnya hingga membuat Ayura mengikuti arah pandangan sang suami.
"Kok ada kak Alex dan kak Mike disini?" tanya Ayura dengan pandangan mata masih mengikuti langkah Alex dan Mike yang berjalan ke arah mereka.
"Kalian ada disini?" tanya Ello seolah bertemu dengan kedua sahabatnya adalah suatu kebetulan.
"Bukannya El....."
"Udah duduk sini aja! bareng kita. Biar seru," ujar Ello memotong ucapan Alex.
Dengan perasaan yang masih bingung, Alex dan Mike mengikuti perintah Ello untuk duduk di meja mereka.
"Kebetulan banget kalian disini, tadi Ayura pesen banyak makanan. Jadi kalian gak usah pesen makanan dulu. Kita habisin ini sama-sama," ujar Ello dengan senyum merekah.
"Wahh kayaknya enak nih," ujar Mike dengan wajah berbinar menatap beberapa menu yang masih belum tersentuh sama sekali. "Gue makan ya," ucapnya lagi dan langsung mengambil semangkuk udon yang berada tak jauh darinya.
"Tapi kak, ini punya kak El....."
Ayura menganggukan kepala. "Kakak makan lagi ya," pinta Ayura. Dan dibalas anggukan kepala oleh Ello. Setidaknya dia harus makan sedikit lagi agar Ayura tak curiga jika dialah yang mengundang Alex dan Mike kesini.
"Sayang, kakak udah ya. Biar makanan yang lain di habisin Alex sama Mike," ujar Ello menolak suapan Ayura yang sudah ke sekian kalinya.
"Tapi Ayura masih pengen nyuapi kakak," ujar Ayura dengan wajah memohon.
"Tapi kakak udah kenyang sayang." Dan seketika itu juga wajah Ayura mulai berkaca-kaca.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Ello panik.
"Ayura masih pengen nyuapin kakak," ujar Ayura lirih dengan air mata yang langsung jatuh membanjiri pipinya.
"Tapi kakak udah gak sanggup sayang kalau harus makan lagi," ujar Ello, lalu detik selanjutnya dia melirik kedua sahabatnya yanh masih sibuk dengan makanan masing-masing. "Gimana kalau kamu suapin Alex atau Mike aja," ujar Ello memberi saran.
__ADS_1
"Memang boleh?" tanya Ayura yang tiba-tiba menghentikan tangisannya dan menatap wajah sang suami dengan wajah antusias.
"Boleh sayang boleh," jawab Ello. Kalau dirinya tak merasa sekenyang ini, Ello pasti tak akan mengizinkan Ayura menyuapi pria manapun termasuk Alex dan Mike. Namun kondisinya sekarang perut Ello sudah terisi penuh, bahkan seakan mau meledak. Dan Ello sudah tak sanggup lagi jika harus makan lagi.
"Yaudah. Ayura mau nyuapi kak Alex dan kak Mike," ujar Ayura dengan wajah berbinar.
"Ngab..." panggil Ello pada kedua sahabatnya.
"Hmm..." jawab mereka berdua hampir bersamaan.
"Kalian makannya di suapi bini gue ya," ujar Ello memohon dan seketika itu juga Alex dan Mike saling pandang dan mengalihkan pandangan matanya menatap tak percaya pada Ello. "Mau ya," pinta Ello sedikit memohon.
"Hmmm....." jawab Alex dan Mike bersamaan.
"Yey...." teriak Ayura girang. "Kak Alex sama kak Mike mau makan yang mana dulu?" tanya Ayura melihat beberapa menu makanan di atas meja yang sama sekali belum tersentuh.
"Okonomiyaki," jawab Alex. "Takoyaki," jawab Mike yang hampir bersamaan dengan Alex.
"Kok beda, trus jadinya yang mana dulu ini?" tanya Ayura menatap Alex dan Mike bergantian.
"Okonomiyaki," jawab Mike. "Takoyaki," jawab Alex yang lagi-lagi hampir bersamaan dengan Mike hingga membuat wajah Ayura semakin bingung.
"Udah sayang. suapi mereka sushi aja dulu," ujar Ello menengahi.
"Baiklah...." jawab Ayura lagi-lagi dengan wajah girang. Dan beginilah nasib Alex dan Mike, disuapi oleh Ayura layaknya seperti dua anak laki-laki kembar yang sedang di suapi sang ibu. Sedangkan Ello kini tersenyum miring, akhirnya dia bisa terbebas dari makanan di hadapannya.
"Gue udahan Ra. Udah kenyang banget," ujar Alex menolak makanan yang akan Ayura suapi padanya. Ayura menganggukan kepala dan beralih menyuapi Mike. "Gue juga udahan Ra. Udah gak sanggup lagi," ujar Mike yang juga ikut menolak suapan Ayura.
"Tapi ini masih banyak," ujar Ayura menatap beberapa makanan yang belum mereka makan. Ya walaupun tinggal sedikit tapi tetap saja sayang kalau tak di habiskan.
"Tapi kita kenyang Ra," sahut Mike sembari mengusap perutnya yang sudah sama buncitnya dengan perut Ello.
"Kakak......" rengek Ayura dengan mata kembali berkaca-kaca.
"Lex, Mike. Habiskan makanan kalian. Ini permintaan anak bini gue. Apa lo mau ponakan kalian ileran gara-gara kalian berdua?" ujar Ello menatap tajam kedua sahabatnya. "Ayo sayang, kamu lanjutin suapin Alex dan Mike lagi," ucap Ello beralih menatap sang istri sambil mengusap puncak kepalanya.
__ADS_1
Umapatan demi umpatan untuk Ello sudah Alex dan Mike lontarkan di dalam hatinya. Keduanya sama-sama menyesal mendapat traktiran Ello. Kalau tahu begini lebih baik mereka tetap berada di cafe green.
Namun karena tak ingin melihat calon keponakan mereka ileran, pada akhirnya Alex dan Mike hanya bisa pasrah.