Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Bertemu Eiji


__ADS_3

Ello keluar dari kamar mandi dengan wajah segar. Namun detik selanjutnya wajahnya kembali di tekuk saat melihat Ayura yang kini sudah tertidur pulas di atas tempat tidur.


Dengan perasaan kesal karena merasa di bohongi, Ello berjalan ke arah Ayura dan mendudukan tubuhnya di sisi ranjang.


"Yang, bangun!" Ello mentoel-toel pipi Ayura agar gadis cantik itu kembali membuka kedua matanya.


"Yang.... Bangun dong! Kakak udah selesai mandi nih," ujar Ello yang kini mulai sedikit sebal saat istrinya sama sekali tak bereaksi apapun.


"Sayang......." Kini jari telunjuk Ello mulai mencolek lubang hidung istrinya hingga membuat tidur Ayura sedikit terusik.


"Bangun dulu bentar," pinta Ello sedikit merengek. Namun bukannya menuruti permintaan suaminya, Ayura justru menarik tubuh Ello agar ikut berbaring di sampingnya.


"Bobok dulu bentar. Ayura capek, ngantuk banget," gumam Ayura dengan kedua mata yang masih terpejam. Namun tangannya sudah mulai membelit pinggang Ello layaknya sebuah guling.


Ello mendesah panjang. Sebenarnya dia juga lelah, tapi dirinya ingin Ayura melakukan sesuatu pada adik kecilnya. Karena sejak Ello mulai sibuk belajar dan membuat konten untuk di upload ke akun youtube-nya, adik kecilnya tak pernah lagi di manja oleh istrinya.


Tapi sepertinya kali ini Ello harus kembali menahan diri. Apalagi Ello dapat melihat wajah istrinya yang terlihat sangat lelah. Di tambah lagi mereka baru tiba di Jepang beberapa jam yang lalu. Dan istrinya itu pasti butuh banyak istirahat.


Ello yang awalnya ingin mengajak istrinya bersenang-senang, nyatanya kini sudah mulai tertidur dengan posisi saling berpelukan dengan istrinya.


Malam harinya, saat-saat yang di tunggu Ello untuk kembali melancarkan aksinya pagi tadi yang sempat gagal. Namun lagi-lagi sepertinya dewi fortuna sedang tak berpihak padanya. Karena Ayura justru sibuk menyiapakan baju yang akan di kenakan besok saat menghadiri wisuda sang kakak. Ayura berkata ingin berfoto di bawah pohon sakura. Karena saat ini di Jepang memang sedang mendekati akhir musim semi. Hingga di beberapa tempat, bunga sakura masih bermekaran.


"Sayang, udah belum?" tanya Ello untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


"Bentar lagi kak," jawab Ayura dengan pandangan fokus memilih high heels yang akan dia pakai besok. Entah sejak kapan Ayura menjadi begitu memperhatikan penampilannya, Ello sendiri merasa heran. Padahal biasanya Ayura akan berpenampilan simple apa adanya layaknya anak SMA pada umumnya. 'Yang mau wisuda siapa? Yang ribet siapa,' batin Ello.


Karena terlalu lama menunggu Ayura yang seakan sangat sibuk, pada akhirnya Ello pun tertidur dengan sendirinya. Lagi-lagi niatnya ingin bermesraan dengan istrinya gagal ditengah jalan.


~


Wisuda Hiro berjalan dengan lancar. Dan seperti ucapan Ayura semalam memang benar, karena saat ini Ello bak seorang fotografer yang sedang memotret modelnya.


Sudah puluhan gaya dan ratusan jepretan Ello lakukan. Namun seakan istrinya itu tak pernah puas.


"Ra udah foto-fotonya. Besok lagi aja pas kamu jalan-jalan sama Ello," ujar papi Genta yang juga mulai bosan menunggu sang putri yang sejak tadi terlihat bersemangat berfoto.


"Tapi pi......." Ayura manyun. Dia masih belum puas bergaya, masih banyak pose yang belum dia lakukan. Ayura memang sengaja berfoto cukup banyak, karena dia tak tahu kapan lagi bisa kembali ke Jepang. Apalagi sebentar lagi dia sudah masuk kelas tiga SMA. Dan saat-saat itu pasti akan banyak menyita waktunya. Belum lagi dirinya yang sudah memiliki suami. Apapun yang akan dia lakukan harus atas izin suaminya. Dan Ayura tak bisa seenaknya pergi kemanapun dan kapanpun yang dia mau.


Dan disinilah mereka. Di salah satu restoran Jepang yang menyajikan menu-menu yang pastinya khas negara matahari terbit.


"Dulu kita saat maminya Ayura masih ada, saat ke Jepang, kita sering banget makan bersama di sini. Mami Ayura suka banget makan udon disini," ucap papi Genta tersenyum namun terlihat jelas kesedihan di sorot matanya. Ya itu pasti. Semua orang pasti akan sedih saat merindukan seseorang yang sudah tiada. Apalagi jika orang itu adalah seseorang yang sangat dicintai.


"Papi gak boleh sedih. Ayura kan pernah bilang. Kalau kesini cuma bikin papi sedih, mending kita gak kesini lagi. Walaupun tempat ini menyimpan sejuta kenangan indah bersama mami," ujar Ayura lirih dengan kedua mata mulai berkaca-kaca.


Jujur saja, Ayura juga sangat merindukan sang mami. Tujuh tahun tanpa sang mami membuat Ayura menjadi gadis yang cukup berbeda dengan gadis pada umumnya. Ya Ayura menyadari itu. Karena dia seakan kehilangan sosok yang bisa ia jadikan panutan.


Selama ini hanya ada Papi Genta dan Kak Hiro yang selalu ada untuknya. Tapi tetap saja Ayura merasa ada yang kurang. Karena tak semua hal berbau wanita bisa ia ceritakan pada sang papi maupun kakaknya.

__ADS_1


"Papi gak sedih kok," jawab papi Genta mencoba tersenyum. Agar tak merusak suasana sore ini. Apalagi hari ini hari bahagia untuk sang putra.


Setelah selesai makan malam, mereka berempat bergegas pulang. Karena Papi Genta harus bersiap-siap kembali ke Jakarta.


"Ayura......" panggil seorang saat mereka berempat tiba di parkiran.


"Eiji......" sahut Ayura dengan senyum merekah, saat melihat seorang remaja pria berjalan mendekat kearahnya.


"Ohisashiburi desu," ujar remaja itu dengan menggunakan bahasa Jepang.


"Hai Eiji, hisashiburidesu," jawab Ayura.


Ello menatap pria yang terlihat sangat akrab dengan istrinya itu. Memindai dari atas sampai bawah dan kembali lagi dari bawah hingga ke atas. Wajahnya terlihat tampan khas asia timur, dengan mata sipit dan tentu kulit putih bersih. Dan jangan lupakan saat remaja itu tersenyum, terlihat jelas lesung dikedua pipinya. Semua orang yang melihatnya pasti akan mengatakan jika pria itu cukup manis.


Ello menatap Ayura dan Eiji yang saat ini terlibat perbincangan lucu. Sepertinya. Karena Ello sendiri sama sekali tak mengerti bahasa Jepang. Apalagi papi Genta dan Kak Hiro juga ikut menimpali perbincangan antara dua remaja di depannya dengan sedikit tertawa.


Dan saat ini juga Ello mengrutuki dirinya sendiri. Karena di antara mereka semua hanya dia yang tak mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Kenalin Eiji ini suamiku. Ello," ucap Ayura memperkenalkan Ello dan tentu saja masih menggunakan bahasa jepang.


"Suami? Kamu bercanda?"


"Tidak Eiji. Aku serius," jawab Ayura dengan wajah serius.

__ADS_1


"Kakak kenalin dia temen sekolahku. Namanya Eiji," ucap Ayura memperkenalkan Eiji pada Ello. Dan mau tak mau Ello berkenalan dengan Eiji dengan menggunakan bahasa Inggris. Bukan karena ingin mengenal Eiji. Tapi dia menghargai keberadaan Papi Genta dan juga kakak iparnya. Karena tak mungkin dirinya tiba-tiba menolak untuk berkenalan dengan teman istrinya dengan alasan tak masuk akal. Yaitu CEMBURU.


__ADS_2