Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Nyoba Mobil Baru


__ADS_3

Saat makan malam bersama, Papi Genta menatap Ello dan Ayura yang terlihat sudah kembali seperti biasanya. Kini ia pun bisa bernafas lega. Walaupun mudah marahan, tapi anak dan menentunya itu juga mudah untuk berbaikan.


Tak lama berselang, Bi Sari datang dari arah depan dengan tergopoh-gopoh. "Maaf tuan, di luar ada orang dari showroom yang mengantarkan mobil baru."


"Mobil baru? Tapi saya gak beli mobil baru. Mungkin salah alamat," ucap Papi Genta lalu meminum segelas air putih di tangannya.


"Gak salah alamat Pi. Itu mobil baru Kak Ello. Tadi pulang sekolah kita ke showroom mobil dulu buat beli mobil," jawab Ayura dengan tersenyum cerah. Akhirnya mobil yang dia tunggu-tunggu sudah datang. Sedangkan Papi Genta hampir saja menyemburkan air minum di mulutnya. Bagaimana bisa putrinya itu berbicara tentang membeli mobil dengan begitu enteng tanpa beban.


"Ayo kak. Kita keluar. Ayura udah gak sabar pengen nyobain buat jalan-jalan keliling komplek," ujar Ayura bersemangat. Dan untung saja mereka sudah menyelesaikan makan malamnya. Hingga mereka bisa langsung keluar untuk melihat mobil barunya.


"Ayo, ihh...." ajak Ayura sembari menarik tangan suaminya.


"Bentar kakak minum dulu," jawab Ello dan langsung menyambar gelas berisi air putih di depannya.


"Papi, Ello kedepan dulu ya," pamit Ello dan bergegas menyusul istrinya yang sudah berjalan beberapa langkah di depannya.


Sejenak Papi Genta terbengong melihat Ello dan Ayura yang sudah berjalan menjauh.


"Tuan......." Panggilan Bi Sari membuat Papi Genta tersentak dari lamunannya.


"Iya, kenapa Bi?" tanya Papi Genta yang saat ini mengalihkan pandangannya ke asisten rumah tangganya.


"Boleh saya beresin mejanya sekarang tuan? Saya juga pengen liat mobil baru Den Ello," ujar Bi Sari nyengir.


"Yaudah beresin aja bi. Saya udah selesai kok. Bibi dan yang lain udah makan?" tanya Papi Genta.


"Udah tuan. Kami sudah makan."


"Yaudah kalau gitu saya mau kedepan dulu." Papi Genta bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah halaman depan untuk menyusul Ello dan Ayura. Karena jujur saja dia juga penasaran dengan mobil yang di beli oleh menantunya itu.


"Kakak abis ini kita jalan-jalan keliling komplek pake mobil baru ya," pinta Ayura.

__ADS_1


"Iya Ay," jawab Ello sembari melihat mobilnya yang sedang di turunkan dari atas truk towing.


"Kamu beli porsche 911?" tanya papi Genta yang baru saja muncul dari arah belakang.


"Iya Pi. Ayura yang minta," jawab Ello seraya mengalihkan pandangannya menatap sang mertua.


"Kamu itu kebangetan deh Ra. Minta mobil kok yang mahal banget," ucap Papi Genta menggelengkan kepalanya. Dia sangat tahu berapa harga untuk sebuah mobil mewah yang di beli menantunya itu.


"Apaan sih Papi. Orang kak Ello aja gak keberatan kok," sahut Ayura sebal. "Iya kan kak?"


"Iya. Gak pa-pa pi. Lagian Ello ada kok tabungan buat beli mobil itu." Dan lagi-lagi papi Genta menggelengkan kepalanya. Karena Ello yang begitu memanjakan sang putri.


Papi Genta sendiri sebenarnya bisa mentaksir berapa penghasilan Ello perbulan yang pasti bisa tembus sampai miliaran rupiah. Bukan hanya dari keuntungan perusahaan game saja, tapi juga dari adsense youtube yang pasti bisa mencapai ratusan juta atau mungkin miliaran tiap bulannya dengan subscribernya yang mencapai lebih dari dua puluh juta orang.


"Kakak, ayo kita cobain mobilnya buat keliling komplek," ajak Ayura tak sabar.


"Pi....."


"Tu udah diizinin papi. Ayok kak," ajak Ayura seraya menarik Ello menuju mobil baru mereka yang kini terparkir di depan gerbang kediaman Aditama.


Ello mulai melajukan mobilnya kejalanan komplek perumahan. Sedangkan istrinya sejak tadi sudah sibuk mengagumi interior mobil yang terlihat sangat mewah dan berkelas.


"Kakak sekali putaran aja ya. Nanti gantian Ayura. Ayura pengen nyobain gimana rasanya nyetir mobil baru," ucap Ayura dengan begitu bersemangat.


"Emang kamu bisa Yang?" tanya Ello sedikit ragu.


"Haiss... bisalah. Sekarang mending kakak minggirin dulu deh mobilnya. Kita buktiin apa Ayura bisa nyetir mobil ini atau enggak." Dan mau tak mau Ello pun menepikan mobilnya agar bisa berganti posisi dengan istrinya.


Kini Ayura sudah duduk di kursi kemudi. Setelah menyetel kenyamanan jok yang dia duduki, Ayura mulai menyalan mesin mobil. "Kakak pake seat beltnya. Jangan lupa pegangan yang kenceng," perintah Ayura dengan kedua tangan yang sudah memegang erat setir mobil.


"Udah jalan aja," jawab Ello dengan santai sesaat setelah memakai sabuk pengamannya. Bahkan tak memperdulikan ucapan Ayura yang memintanya berpegangan erat.

__ADS_1


"Oke.. lets go!" seru Ayura dan langsung menginjak pedal gas dengan sekuat tenaga hingga mobil kembali kejalanan dengan kecepan tinggi.


"Yang, pelan-pelan. Jangan ngebut," pekik Ello dan seketika itu juga langsung berpegangan erat pada sabuk pengaman. Karena mobil barunya itu tak memiliki handgrip yang bisa dia pakai untuk berpegangan.


"Wow... mantep banget kak," seru Ayura dengan wajah girangnya tanpa berniat seikitpun untuk menurunkan laju kecepatan mobilnya. Dan untung saja saat ini sudah menjelang pukul sepuluh malam, hingga jalanan disana mulai sepi.


"Ayura! Kakak bilang jangan ngebut!" Perintah Ello dengan sedikit membentak. Jantungnya sudah berdebar cukup kencang saat Ayura mengendari mobil dengan sedikit ugal-ugalan.


"Kakak kok jadi marah-marah sih?" ketus Ayura sebal. Dan akhirnya mau tak mau ia pun menurunkan laju kecepatan mobilnya saat mendengar suaminya berkata dengan sedikit membentak.


"Kakak gak marah-marah. Ini demi kebaikan kamu dan pengguna jalan lain. Ini bukan di sirkuit sayang. Ini jalan umum. Kita juga harus menghormati pengendara yang lain," ujar Ello mengingatkan istrinya dengan memelankan nada suaranya.


"Hmm......" jawab Ayura. Dia pun memutar mobil dan memilih kembali kerumah. Karena moodnya sduah hancur karena bentakan suaminya.


"Yang........" panggil Ello seraya berjalan mengikuti langkah Ayura menuju kamar kakak iparnya.


"Sayang." Ello menarik tangan Ayura agar menghadap ke arahnya.


"Apa sih kak? Ayura mau ke kamar mandi." Ayura menepis tangan suaminya dan bergegas masuk ke kamar mandi.


Ayura tahu dia salah. Tapi dibentak Ello benar-benar membuat hatinya terasa nyeri. Apalagi ini pertama kalinya Ello berbicara dengan nada tinggi dengan dirinya.


Ayura menyikat gigi dengan air mata yang meleleh di pipinya. Huh, begitulah wanita. Saat salah namun diingatkan dengan bentakan, hatinya langsung hancur seketika.


Setelah puas menangis dalam diam, Ayura keluar kamar sembari mengelap wajahnya yang basah dengan handuk.


"Sayang maafin kakak," ucap Ello yang ternyata sejak tadi menunggu Ayura di depan pintu kamar mandi. Tak menjawab, Ayura justru kembali berjalan menuju ranjang kakaknya tanpa memperdulikan suaminya.


"Sayang." Ello memeluk Ayura dari belakang. "Maafiin kakak." Dan seketika itu juga air mata Ayura kembali jebol saat mengingat bentakan Ello padanya.


"Ayura tahu. Ayura salah. Tapi apa harus kakak ngingetin Ayura pake bentak kayak tadi?" tanya Ayura dengan suara serak akibat tangisannya.

__ADS_1


__ADS_2