Penjara Hati Sang CEO

Penjara Hati Sang CEO
Ulang Tahun Alice Part 2


__ADS_3

Selamat membaca!


Air mata tampak membasahi kedua pipi Alice. Ia begitu terharu dengan apa yang saat ini ada di hadapannya.


"Sweetu, semua ini begitu romantis untukku."


Alice meraih kedua lengan kekar suaminya untuk menuntunnya bangkit dari posisinya saat ini, setelah itu Raymond langsung berdiri berdampingan dengan Alice sambil memakaikan sebuah cincin di jemari Alice.


"Dulu aku memakaikan cincin tanpa ada rasa cinta di hatiku, tapi saat ini aku benar-benar mencintaimu sweety, tak ada yang mampu bertahta di hatiku selain dirimu."


Perkataan Raymond membuat Alice sampai menitikkan air matanya kembali, hingga kini wajahnya sudah tenggelam oleh bulir bening yang lolos dari kedua matanya dengan deras.


Raymond mengerutkan keningnya. Ia mulai menyeka air mata di kedua pipi Alice dengan kedua tangannya.


"Jangan menangis sweetu, aku ingin seterusnya kamu bahagia."


Seketika sebuah senyuman terbit dari raut wajah Alice, sambil meraih kedua tangan suaminya yang masih sibuk menyeka air matanya.


"Ini air mata kebahagiaan sweetu, aku bahagia, sangat bahagia."


Pemandangan yang membuat para tamu berdecak kagum melihat apa yang dilakukan oleh Raymond, tak terkecuali Bryan dan Naina yang ikut bahagia dengan apa yang sahabatnya rasakan.


"Sayang, aku iri deh melihat Alice diperlakukan seperti itu oleh suaminya," ujar Naina sambil mendekap lengan Bryan.


"Nanti aku akan menggelar acara ulang tahunmu di Dubai ya, sekalian kita berbulan madu," kata Bryan masih terus menatap pasangan romantis yang sedang memamerkan kemesraan.


Elvia Caroline menatap haru melihat sahabatnya yang sedang berbahagia, hingga tanpa terasa air mata menetes membasahi pipinya.


Sesekali Elvia melirik Bryan dan Naina yang tidak kalah mesra dari pasangan lainnya, ia baru menyadari bahwa hanya dia seorang yang datang sendirian tanpa pasangan. Tapi Elvia tidak berkecil hati, ia tetap bahagia karena bisa hadir di acara ulang tahun Alice dan Raymond.


"Andai kamu masih bersamaku Mike, aku pasti tidak akan merasa kesepian seperti ini."


Elvia mendekati Alice dan memeluk tubuh sahabatnya itu dengan erat.


"Happy birthday ya Alice, semoga jadi wanita yang paling berbahagia di usiamu yang sudah menginjak 26 tahun ini. Semoga persalinanmu lancar tanpa ada kendala apapun, semoga kamu dan kedua bayi kembarmu selamat dan sehat selalu ya."


Alice melepas pelukan Elvia dengan perlahan. Kedua matanya menatap dalam wajah Elvia yang menyiratkan sebuah kehilangan yang mendalam, atas kejadian yang telah membuatnya harus kehilangan suami yang baru menikahinya.


"Terima kasih ya Elvia, kamu juga harus kuat ya El, aku percaya Tuhan punya rencana lain untukmu, suatu saat kamu pasti bisa menemukan pengganti Mike."


Elvia kembali menghamburkan kesedihannya pada pelukan Alice. Raymond yang melihat kesedihan Elvia, ikut merasa iba dengan apa yang menimpa Elvia.


Tiba-tiba Bryan dan Naina mendekat ke arah keduanya yang masih berpelukan, Naina ikut memeluk erat kedua sahabatnya itu.


Bryan berdehem keras, memecahkan keharuan yang terjadi di antara ketiga wanita yang kini ada di hadapannya.

__ADS_1


"Ini acara ulang tahun yang bahagia, kenapa kalian menjadikan ini seperti tontonan drama Korea di depan banyak orang," sindir Bryan sambil menggendong Harleen dalam pelukannya.


Raymond terkekeh mendengar perkataan Bryan, secara reflek ia memukul pundak Bryan dan ikut setuju dengan apa yang dikatakannya.


Ketiga wanita yang sedari tadi sudah tenggelam oleh kesedihan, kini terlihat sedang sibuk menyeka air mata pada wajahnya masing-masing.


Naina menghampiri Bryan dan langsung memberikan pukulan ringan pada lengannya, Bryan pun dapat menghindar dari pukulan pertama Naina, namun pada akhirnya pukulan lebih keras tepat mengenai lengan Bryan yang membuatnya langsung mengaduh sambil terkekeh.


Tiba-tiba Bryan memberikan Harleen kepada Naina, ia kemudian mendekat ke arah Elvia dengan langkahnya yang perlahan, wajahnya kini sudah tampak lebih serius dari sebelumnya.


Bryan menyingkap kedua lengan Elvia dan menatap dalam bola matanya, hingga menembus kisi-kisi hati Elvia yang saat ini sedang terluka.


"Kamu tidak sendiri El, ada aku dan Naina yang akan selalu menemanimu, kami berdua berhutang budi kepada Mike, maka itu aku tidak akan membiarkanmu larut dalam kesedihanmu, sini biar aku peluk."


Bryan merentangkan kedua tangannya, yang langsung disambut oleh Elvia dengan sebuah pelukan.


"Terima kasih Bryan, terima kasih."


Alice dan Raymond terlihat ikut hanyut dalam kesedihan yang terjadi di hadapan mereka.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Setelah sedikit di warnai dengan kesedihan, pesta ulang tahun Alice masih terus berlanjut, kini Elvia terlihat sudah lebih tenang dari sebelumnya, bahkan saat ini sebuah senyuman mulai terbit, melukis wajah cantiknya.


Tanpa Alice sadari sebuah pelukan dari belakang tubuhnya mulai menghangatkannya, sosok suami yang menjadi sutradara dari semua kejutan ini, kini sudah mendekapnya dengan penuh cinta.


"Sudah jangan bersedih lagi, hari ini kamu harus bahagia ya."


Alice menatap wajah Raymond dengan menggeser sandaran kepalanya, tanpa ragu ia langsung memberikan sebuah ciuman tepat di bibir Raymond.


Keduanya seakan melupakan pandangan orang lain yang mungkin saat ini sedang iri hati menatap kemesraan mereka.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Isna menatap dengan penuh senyuman, keromantisan yang saat ini membuat Isna merasa iri dengan sahabatnya itu.


"Sayang, Tuan Raymond sepertinya sangat mencintai Alice ya? Pesta ulang tahunnya mewah sekali," bisik Isna membuat Krisna sejenak menunduk mendekatkan telinganya ke arah istrinya itu agar bisa mendengar jelas.


Suasana yang sudah nampak ramai sedikit mengganggu pendengarannya.


"Mana ada suami tidak mencintai istrinya," sahut Krisna menahan tawa gelinya.


"Aku iri dengannya," dengus Isna menampilkan wajah cemberut ke arah Krisna.


Dengan gemas Krisna menangkup kedua sisi wajah Isna.

__ADS_1


"Nanti kalau Saka ulang tahun kita buat pesta untukmu juga, bagaimana? Tiup lilin berdua?" kelakar Krisna menambah sebal Isna dan mencubit kecil lengan kokoh Krisna, Krisna hanya bisa tertawa.


Candaan dan interaksi mereka terhenti, ketika Raymond langsung mendekat ke arah mereka.


"Terima kasih, Krisna, kamu sudah menyempatkan diri untuk datang."


Krisna terkekeh mendengar perkataan Raymond.


"Tidak mungkin aku tidak datang Ray, kau sudah berbaik hati mengirim tiga tiket untuk keberangkatan ke London jadi tak mungkin aku menolaknya."


Isna seketika memasang wajah cemberutnya dan memukul pelan perut suaminya dengan siku tangannya.


"Au, aku bercanda sayang," kilah Krisna sedikit mengaduh.


"Lagi kamu ini, Tuan Raymond kan serius kamu malah bercanda."


"Tidak apa-apa Nona Isna, dia memang seperti itu, aku sudah terbiasa dengan semua bualannya."


Krisna memicingkan matanya menatap ke arah Raymond.


"Aku hanya belajar darimu Ray." Raut wajah Krisna berubah menjadi begitu bersahabat, sambil merangkul pundak Raymond, mereka terkekeh bersama mengingat segala kenangan masa lalu keduanya saat semasa kuliah dulu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sebuah apartemen mewah di pusat kota London. Alexa kini sudah berada di dalam apartemennya. Ia terlihat duduk di tepi ranjang, sebelum akhirnya menghempaskan tubuhnya dengan kasar. Ia masih teringang akan rencana jahat yang dikatakan oleh Patricia, agar dirinya menggoda Raymond Weil untuk menghancurkan rumah tangganya dengan Alice.


Alexa mengesah kasar.


"Aku tidak akan mengikuti keinginan Kakak, lagipula tidak mungkin aku tega menghancurkan sebuah pernikahan, terlebih saat ini Alice sedang mengandung," gumam Alexa menautkan kedua alisnya.


Alexa terus termangu memandangi langit-langit kamarnya. Tiba-tiba terlintas akan sosok pria yang dulu dicintainya, namun pria itu menghilang secara misterius, tanpa sebuah kabar dan jejaknya sangat sulit untuk ditemukan.


"Andai kamu masih ada di sini, mungkin aku tidak akan merasa kesepian," batin Alexa merindu.


🏡️🏡️🏡️


Bersambung✍️


Berikan komentar kalian ya.


Tokoh Mike, Bryan, Elvia dan Naina ada di novel Wanita Simpanan CEO ya. Berbeda dengan Mike yang ada di novel ini yang menikah dengan Jenny (Tolong dimengerti episode ini soalnya kolaborasi dengan novel Simpanan Canduku).


▢️ Baca juga novel ya :


__ADS_1


__ADS_2