
Selamat Membaca!
Suasana gedung masih terlihat ramai dengan tamu-tamu undangan yang silih berganti berdatangan.
Terlihat seorang pengusaha muda pimpinan RK grup, yang bernama Kaka Rahardian telah tiba bersama istrinya Meilika.
Setelah memberikan undangan khususnya kepada Elliot, mereka pun memasuki gedung resepsi. Namun tiba-tiba langkah Kaka terhenti sejenak, saat suara Meilika memanggilnya.
"Sayang, tunggu!" ucap Meilika yang hendak memasuki tempat berlangsungnya acara.
Kaka menoleh kearah Meilika, lalu menautkan alisnya, penasaran dengan alasan Meilika memanggilnya.
"Gimana penampilan aku?" tanya Meilika.
Kaka tersenyum dan mengusap pipi istrinya.
"Kamu sudah sangat sempurna," bisik Kaka sambil mencium pipi Meilika.
Kaka meraih tangan Meilika lalu mengalungkan di lengannya.
Meilika tampak cantik dan anggun dengan balutan dress merah yang dikenakannya.
Dari kejauhan pandangan Meilika sudah dibuat kagum dengan megah dan mewahnya dekorasi gedung yang membuatnya terperangah.
" Wow...." ucap Meilika terkesima.
Kaka tersenyum dan menoleh kearah istrinya.
"Kamu ingin resepsi kita nanti seperti ini?" tanya Kaka yang melihat Meilika yang masih terperangah.
Meilika tersenyum mengiyakan pertanyaan dari Kaka. Mereka melanjutkan langkahnya menuju pelaminan, untuk memberi selamat kepada Raymond dan Alice.
πππ
Mobil Mike sudah tiba di parkiran gedung. Claire turun dengan tergesa sambil merapikan dress yang dikenakannya. Mereka melangkah mulai memasuki gedung, Elliot sudah menatap kedatangan mereka dari kejauhan.
"Elliot, apa kami terlambat?" tanya Claire kepada Elliot.
"Tidak Nyonya Claire, tapi ada beberapa momen yang Anda lewatkan, tapi tidak apa mari saya antar ke pelaminan."
Elliot berbisik kepada Albert untuk menggantikan tugasnya. Albert menuruti dan langsung bersiap menggantikan tugas Elliot.
Claire dan Mike melangkah masuk ke dalam gedung resepsi, tanpa melihat sepasang foto yang terpajang di sisi kiri dan kanan pintu masuk.
Claire menghela napasnya kasar. Darahnya seakan berdesir sampai membuat debaran jantungnya berdegup sangat kencang.
Semoga Raymond mau memaafkan kesalahanku.
Mereka mulai menaiki anak tangga menuju pelaminan, langkah Mike terhenti saat pandangannya menatap Alice yang duduk di kursi mempelai wanita.
"Alice."
Alice mendengar suara yang tak asing di telinganya. Alice langsung menoleh, ia terhenyak kaget karena kini di dalam bola matanya terdapat wajah Mike dalam pandangannya, pria yang dicintai dari semasa kuliah dulu, hingga detik ini saat dirinya hanya dapat mematung tanpa suara.
__ADS_1
Di sisi lain Nicholas dan Raymond begitu terkejut mengetahui kedatangan Claire.
Wajah Raymond mengeras. Darahnya mendidih, amarah merangkak naik ke otaknya, tangan mulai mengepal sambil menggertakkan giginya menahan rasa kesalnya.
Claire melangkah dengan perlahan menghampiri Nicholas, yang matanya masih membulat besar menatap kehadiran Claire.
"Nicholas aku minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan, aku hanya mengikuti kata hatiku saja."
"Aku sudah memaafkanmu Claire, karena aku masih menyimpan cinta di dalam hatiku untukmu," gumam Nicholas.
Nicholas tersenyum tipis tanpa suara.
Raymond terlihat memanggil Elliot.
"Iya Tuan," jawab Elliot menghampiri Raymond.
"Berani sekali kamu mengundang dia datang ke resepsi pernikahanku tanpa perintahku."
Raymond mencengkram kerah kemeja Elliot sampai kakinya berjinjit.
Alice yang melihatnya langsung melerai dengan cepat, perselisihan yang terjadi antara Raymond dan Elliot.
"Jika kamu ingin marah, lampiaskan padaku, Tuan Elliot hanya mengikuti apa yang aku minta."
Raymond menghempaskan cengkeramannya, hingga tubuh Elliot mundur beberapa langkah ke belakang.
"Maafkan saya Tuan," ucapnya sambil membungkuk hormat.
Raymond mendekatkan wajahnya ke wajah Alice dengan mata yang mulai memerah.
"Aku hanya ingin kebencian dalam hatimu hilang, apalagi Nyonya Claire adalah Ibumu Tuan, maafkanlah dia."
"Tuan kendalikan dirimu, resepsi ini diliput oleh media, jangan sampai itu merusak reputasimu, yang akan menimbulkan kesan buruk di mata dunia."
Raymond tersadar mendengar ucapan Elliot. Amarahnya kepada Alice mulai mereda.
"Lihat nanti Alice, perhitunganku belum selesai denganmu!" seru Raymond mengancam.
Claire mendekat ke arah Raymond, menatap wajah anaknya dengan lekat. Tatapan seorang Ibu yang begitu merindukan anaknya.
"Ray, apakah kebencian itu tidak akan pernah hilang, Nak?" tanya Claire lirih dengan air mata yang mulai menetes membasahi kedua pipinya.
Claire menyentuh wajah Raymond dengan sebelah tangannya, sentuhan yang tak membuat Raymond bergeming, ia terus mengalihkan pandangannya.
"Tatap mata Mommy, Ray!" lirih Claire.
Kebencian Raymond runtuh saat melihat derai air mata begitu deras di wajah Claire.
"Kenapa Mommy melakukan itu Mom?" tanya Raymond parau, yang selama bertahun-tahun memendam pertanyaan ini dalam dirinya.
"Mommy minta maaf, Mommy janji setelah acara ini, Mommy akan ceritakan semuanya kepadamu, tapi tolong berikan Mommy kesempatan untuk menjelaskannya."
"Baik, aku akan berikan kamu waktu untuk menjelaskannya nanti," ucap Raymond dengan tegas sambil mengusap air mata di wajah Ibunya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Claire mencium tangan Raymond saat masih mengusap air matanya, kerinduan yang begitu dalam tersirat dari raut wajahnya.
Mike hanya termangu melihat momen itu, beberapa kali pandangannya beradu dengan Alice yang terus menatapnya dengan dalam.
Andai aku yang ada di posisi Raymond, aku pasti akan sangat bahagia, Alice.
Alice masih mematung tak bergeming, ia terus menatap Mike dengan lekat.
Cinta kita kalah Mike, dulu karena persahabatanku dengan Jenny dan kini karena kekuasaan Raymond.
πππ
Sepasang tamu undangan ingin menaiki pelaminan, namun langkahnya terhenti karena mendengar perdebatan yang terjadi di pelaminan.
Seorang pengusaha muda yang bernama Muhammad Hafidz Prasetya, perusahaan yang bergerak dalam beberapa bidang bisnis. Ia juga berprofesi sebagai dokter senior spesialis obstetri dan ginekologi atau lebih akrabnya dokter spesialis kandungan.
Ia menggandeng mesra perempuan yang baru ia nikahi beberapa Minggu yang lalu, Rianti Nandita namanya.
Keduanya terlihat begitu serasi. Hafizh sendiri memakai setelan tuxedo berwarna silver rancangan dari Samuel Wongso. Seorang perancangan terkenal yang juga diberitakan di beberapa media televisi Indonesia, sebab ikut andil dalam merancang tuxedo milik artis ternama Baim Wong dalam acara pernikahannya yang digelar dua tahun silam.
Sedangkan Rianti memakai gaun panjang berbahan brokat prada. Bahan brokat termahal dari jenis brokat lainnya. Warnanya senada dengan warna pakaian Hafizh. Kemudian dipadukan dengan jilbab pashmina mewah berwarna merah muda dengan beberapa hiasan bros elegan yang menghiasi jilbabnya.
"Sayang, sepertinya kita tunda dulu ya untuk menemui Raymond dan Alice, kelihatannya sedang terjadi perdebatan di atas," tutur Hafizh masih menatap pelaminan penuh selidik.
"Iya Mas, kasihan Alice, aku lihat sepertinya dia tampak tertekan sekali."
"Ya semoga saja yang mereka perdebatkan hanya kesalahpahaman semata ya, sayang."
Rianti tersenyum sependapat dengan Hafizh, mereka lalu melangkah untuk melihat sekeliling gedung, sambil menikmati beberapa hidangan yang tersaji di buffet.
πππ
Elliot terlihat sudah turun dari pelaminan untuk kembali ke tempatnya.
"Kalau saja bukan karena Alice, aku tidak akan sudi bekerja lebih lama dengan Tuan Raymond, sekarang semua menjadi sulit untukku, karena aku tidak bisa membiarkan Alice diperlakukan seenaknya oleh Tuan Raymond, aku harus melindunginya, ini janji seorang Kakak terhadap Adiknya," gumam Elliot dengan rasa kesalnya.
Elliot sudah mendekati Albert dan langsung bertanya siapa saja tamu undangan khusus yang sudah datang selama dirinya pergi.
Elliot mulai melihat data yang ditulis oleh Albert.
"Nona Dva desainer asal Kanada, Nona Addelya Syukron pengusaha tekstil asal Arab, Nona Dephine pengusaha properti asal Singapura, Nona Ananta Moen pengusaha kuliner di London, Tuan Redi Indra Yuda pengusaha media asal Indonesia, Nona Laura Agatha pimpinan stasiun TV terkenal di London, Nona Sofi Hernandez pengusaha berlian asal Meksiko," tutur Elliot mulai menghitung dan mengingat siapa tamu undangan khusus Tuan Raymond yang belum hadir.
πΈπΈπΈ
BersambungβοΈ
Penasaran terus ikuti kisahnya ya! Terima kasih untuk para tamu undangan yang telah hadir.
Muhammad Hafidz Prasetya dan Rianti Nandita berasal dari Novel Takdir Cinta Rianti.
Kaka Hardian dan Meilika berasal dari Novel Akibat Sandiwaraku.
__ADS_1