
Selamat membaca!
Raymond dan Alice sedang berada di sebuah taman bersama kedua anak kembarnya yang diawasi oleh dua orang baby sitter. Raymond memang sengaja mempekerjakan mereka, ia tidak mau bila Alice sampai kerepotan dalam menjaga kedua buah hatinya, karena Raymond masih ingin memiliki waktu bersama dengan Alice, seperti liburan atau sekedar menghabiskan waktu di malam hari dengan dinner yang romantis.
Kepergian mereka ke taman tidak luput dari pengawasan Christopher dan Arnold yang turut mengawal mereka.
Sejak memiliki dua orang anak, Raymond dan Alice sepakat merubah nama panggilan mereka. Raymond tetap memanggil Alice dengan kata sweety, sedangkan Alice mulai terbiasa memanggil Raymond dengan kata hubby. Awalnya Alice kurang menyukainya, namun lama kelamaan ia jadi terbiasa dengan semua yang sudah mereka sepakati, terlebih saat ini Raymond sudah banyak berubah, ia kini menjadi sosok laki-laki yang sangat baik dan menyayangi keluarganya.
"Sweety, aku ingin lari dulu 2 putaran mengelilingi taman ini. Apa kamu mau ikut?"
"Aku ikut, tapi jangan terlalu cepat ya."
Mereka pun berlari meninggalkan kedua anaknya yang berada dalam pengawasan dua baby sitter. Arnold dan Christopher pun langsung berbagi tugas, Arnold ikut berlari dengan Raymond dan Alice, sementara Christopher tetap tinggal didekat Raynold dan Valicia.
Saat ini Raynold Weil dan Valicia Weil sudah berusia 5 tahun. Keduanya tumbuh dengan sempurna, walau Raynold lebih cengeng dari kakaknya Valicia yang lahir lebih dulu.
"Mommy aku mau ikut lari juga dong Mom," ucap Valicia menegur Alice yang sedang melintas ke arahnya.
__ADS_1
Alice tersenyum melihat ke arah Valicia sambil melambaikan tangannya.
"Lari itu kan capek Vali," gerutu Raynold yang masih mengayun di ayunan yang masih didudukinya.
"Biarin aja aku ini yang capek," cebik Valicia sambil menjulurkan lidahnya ke arah Raynold.
Percakapan di antara kedua anak itu membuat Christopher menahan gelak tawanya rapat-rapat.
Setelah dua putaran Raymond dan Alice tampak sudah kembali ke dekat mereka dengan napas yang terengah-engah.
"Daddy, aku juga mau lari, Dad." Valicia meminta dengan wajah memohon.
"Nah sekarang ayo kita lari bersama." Raymond mulai berlari pelan mengitari taman, yang kembali diiringi oleh Arnold yang mengekor di belakangnya.
Wajah Valicia tampak ceria berada di atas pundak Raymond. Sementara Alice yang melihat putrinya bahagia, ikut merasa senang, terlihat dari manik matanya yang begitu berbinar sambil terus memandang ke arah Raymond dan Valicia. Ia kemudian menatap putranya yang sepertinya menginginkan hal yang sama dengan Valicia. Namun, Raynold sedikit tertutup, beda dengan Valicia yang lebih terbuka pada kedua orangtuanya.
Alice melangkah mendekat ke arah Raynold.
__ADS_1
"Hai handsome, apa kau mau seperti itu?" tanya Alice dengan mengangkat kedua alisnya.
Raynold menatap dengan raut wajah yang datar.
"Aku.."
"Sudah aku tahu kamu juga mau, biar Uncle Christopher yang akan menggendongmu." Alice mengalihkan pandangannya ke arah Christopher yang terus memerhatikan mereka.
Christopher yang mendengar ucapan Alice, dengan senang hati langsung berlutut di hadapan anaknya.
"Ayo Tuan kecil, silahkan!"
Raynold akhirnya turun dari ayunannya, ia dengan malu-malu mulai menaiki pundak Christopher. Tak terelakkan lagi, balapan pun terjadi antara Raymond dan Christopher.
Melihat semua itu betapa bahagianya Alice, wanita itu jadi teringat akan perjalanan cinta bersama Raymond yang sungguh penuh rintangan. Tak mudah bagi Alice bertahan menghadapi semuanya. Namun, pada akhirnya dia bisa sampai pada titik dimana kebahagiaan itu ada saat ini dan tak ada lagi kesedihan.
"Semoga kebahagiaan ini akan kekal selamanya. Terima kasih Tuhan, aku bersyukur bisa memiliki dua anak yang menggemaskan itu dan juga seorang suami yang saat ini sangat mencintaiku," batin Alice dengan senyum termanis di wajahnya.
__ADS_1
Bersambung ✍️