Penjara Hati Sang CEO

Penjara Hati Sang CEO
Anterograde


__ADS_3

Selamat membaca!


Alice sudah berada di dalam kamar dengan raut kesalnya. Ia terlihat duduk di tepi ranjang menahan rasa malu yang kini membuat wajahnya memerah.


"Semoga aku tidak bertemu lagi dengan pria itu."


Tiba-tiba suara telepon membuyarkan rasa kesalnya, ia mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas samping ranjang. Alice langsung melihat layar pada ponsel yang tertera nama "sweetu" menghubungi.


Alice menarik napasnya dengan kuat, lalu menghembuskannya dengan kasar.


"Sweetu tidak boleh tahu kejadian tadi, aku tidak ingin sweetu sampai berpikir yang aneh-aneh tentang aku."


Tak mau membuat suaminya menunggu terlalu lama, Alice langsung mengangkat teleponnya.


"Halo sweety."


"Iya sweetu, kamu sepertinya pagi sekali perginya, kenapa tidak membangunkanku saja?" jawab Alice dengan nada suara yang normal, seolah tidak terjadi sesuatu apapun pada dirinya.


"Maaf aku mendadak pergi, karena Elliot pun memberi kabar yang mendadak padaku, jika ia masih belum bisa pulang ke London, jadi aku harus menggantikannya untuk meeting penting dengan Robson Corporate."


Alice memaklumi kesibukan suaminya, semenjak Elliot memutuskan untuk rehat sejenak dari dunia bisnis. Permasalahan dengan Kelly membuat Elliot harus terbang ke Australia untuk menemuinya.


"Kasihan Kakak, semoga masalahnya dengan Nona Kelly dapat diselesaikan," gumam Alice yang menampakkan raut wajah sendu, karena memikirkan Elliot.


"Ya sudah ya sweety, aku meeting dulu ya, nanti selesai meeting aku akan mengajakmu untuk pergi ke mall, tapi aku sudah menghubungi Albert dan Risfa untuk menjemputmu di sana."


"Benar sweetu, akhirnya setelah sekian lama aku ingin ke mall, kamu baru mengabulkannya hari ini. Ya sudah sekarang, kamu jangan pikirkan aku, fokuslah pada meeting-mu, oke sayang."


"Siap sayangku, oke kalau begitu sweety, bye love you."


"Love you too sweetu."


Alice kembali meletakkan ponselnya dengan sembarang di atas ranjang. Sekejap kejadian buruk yang telah menimpanya dapat lenyap dari pikirannya, karena Raymond mampu membawa keceriaan pada wajah Alice yang kini sudah dapat menerbitkan sebuah senyuman.


Alice kemudian beranjak dari ranjang menuju bathroom untuk sekedar mengusir rasa penat yang kini begitu merusak mood-nya dengan berendam air hangat.


🍂🍂🍂


Mobil yang dikendarai Dave sudah tiba di lobi hotel. Ia keluar dari mobil dengan membawa stelan pakaian kerja milik seorang Nick Carter sesuai dengan perintahnya.


Dave memberikan kunci mobil kepada petugas valet untuk memindahkan mobilnya, yang tidak sempat ia parkir pada tempat yang benar. Setelah itu Dave mulai masuk ke dalam lobi dan melangkahkan kakinya menuju lift.

__ADS_1


Sesampainya di depan lift, tak perlu waktu lama, pintu lift pun terbuka. Dave mulai masuk ke dalam lift, ia kemudian menekan tombol 10 sesuai yang dikatakan oleh Nick, bahwa kamarnya terletak di lantai 10 dengan nomor kamar 16.


Setibanya di lantai 10, pintu lift mulai terbuka, Dave keluar lalu dengan langkah bergegas ia menuju kamar nomor 16. Kini Dave sudah berada di dua kamar yang membuatnya bingung, hingga ia hanya mematung di tengah-tengahnya.


"Kenapa kamar nomor 16 ada dua, ini yang ditempati oleh Tuan Nick sebelah kiri atau kanan ya," kesal Dave menentukan pilihan kemana langkahnya akan berlabuh.


Dave mengambil ponsel dari sakunya. Kemudian ia mencoba menghubungi Nick untuk menanyakan letak kamarnya berada di sebelah kiri atau kanan.


"Kenapa Tuan Nick tidak menjawab teleponnya?"


Dave akhirnya memutuskan untuk memilih kamar yang berada di sebelah kanannya, yang ternyata pilihan Dave adalah kamar Alice yang seharusnya tertera dengan nomor 19.


Dave mulai mengetuknya dengan perlahan, namun ia masih belum mendapatkan sebuah jawaban dari dalam kamar.


"Kenapa tidak ada yang menjawab?" tanya Dave yang semakin mengeraskan ketukannya.


Suara ketukan pintu yang keras, benar-benar membuat Alice yang sedang berada di dalam bathroom mengendus kedatangan seorang tamu yang saat ini sedang menunggu di depan pintu.


"Itu siapa yang sedang mengetuk pintu.... Apa jangan-jangan pria itu lagi? Dia datang kembali untuk menggodaku," ucap Alice lalu mengacuhkan suara ketukan itu.


Dave mencoba berpikir dengan tenang, ia akhirnya beralih ke kamar yang satunya dan mulai mengetuk. Suara ketukan pertama ternyata langsung disambut dengan suara dari dalamnya. Tak lama pintu pun terbuka.


"Cepat Dave, masuklah!" titah Nick membuka pintunya lebar-lebar.


Nick langsung meraih pakaian kerja yang diberikan oleh Dave. Ia pun mulai mengenakannya.



"Apa materi meeting hari ini, sudah kau siapkan Dave?"


"Sudah Tuan, tak perlu khawatir, oh ya Tuan apa hari ini Anda sudah minum obat?"


"Aku tidak membawanya Dave, obat itu aku tinggal di kantor."


Dave menautkan kedua alisnya.


"Padahal itu hal yang penting tapi ia masih saja melupakannya, andai waktu itu aku menemanimu pasti kecelakaan mobil itu tidak akan terjadi," batin Dave melihat Tuannya dengan tatapan iba, sambil mengambil sebuah obat dari sakunya.


"Ini Tuan lekas minum obat ini, aku tahu Tuan pasti melupakannya, maka itu aku selalu membawakan yang lain."


Nick terkekeh kagum dengan Dave.

__ADS_1


"Kau memang asisten terbaikku, Dave."


Nick menderita amnesia anterograde, sebuah penyakit yang tidak dapat membentuk ingatan baru. Amnesia anterograde umumnya disebabkan oleh trauma otak, seperti pukulan pada kepala.


Penderita amnesia anterograde, tidak dapat mengingat informasi baru, meskipun dapat mengingat informasi dan peristiwa yang terjadi sebelum cidera.


Contoh kasusnya, penderita amnesia anterograde bisa membaca majalah yang sama berulang-ulang, tanpa ingat pernah membaca majalah tersebut dan itu selalu baru baginya. Hal tersebut bisa berlangsung sementara ataupun permanen.


Penyebabnya, hipokampus atau bagian pada otak besar yang terletak di lobus temporal mengalami kerusakan.


Hipokampus berfungsi untuk membentuk dan mengatur ingatan serta mengambilnya kembali saat dibutuhkan.


Namun, pada studi yang diterbitkan oleh suatu lembaga, 7 dari 10 orang dengan amnesia anterograde bisa mendapatkan ingatan baru secara sementara. Tapi terjadi fenomena yang disebut gangguan retroaktif.


Gangguan retroaktif ini akan mengganggu ingatan baru dengan ingatan-ingatan lama. Misalnya, kita bisa mengingat satu angka, tapi mempelajari angka baru setelahnya, yang akan membatalkan ingatan angka yang sebelumnya.


🍂🍂🍂


Sebuah rumah sakit di kota London. Terlihat Mike bersama Jenny sudah duduk bersebelahan di depan ruang IGD dengan dibalut rasa cemas.


"Mike, kita harus menemui Tuan Raymond, karena itu permintaan yang Mommy sempat katakan padaku."


Mike mengesah pelan.


"Tapi.."


"Lupakan yang sudah terjadi, mau bagaimanapun kalian itu saudara tiri, walau bukan dari rahim yang sama dan sekarang Ibumu membutuhkan kehadirannya."


Jenny meraih kedua tangan Mike yang saling bertaut. Kemudian Jenny menggenggamnya untuk meyakinkan Mike, agar menuruti segala yang dikatakannya.


"Baik, aku akan menemui Raymond."


Mike sebenarnya masih terlihat ragu, namun karena itu permintaan dari ibunya yang ingin bertemu dengan Raymond, mau tak mau Mike menepikan dahulu dendamnya yang sampai saat ini masih begitu membara, terlebih ketika mengingat akan sosok ayahnya yang sudah tiada.


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Berikan komentar kalian ya.


Terima kasih.

__ADS_1


Baca kisah Nick dan Alexa


di aplikasi D R E A M E ya..


__ADS_2