Penjara Hati Sang CEO

Penjara Hati Sang CEO
Ingatan Greta


__ADS_3

Selamat membaca!


Saat itu Greta terus mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi untuk menuju rumah sakit terdekat dari rumah kediaman Weil. Di tengah perjalanan, Richard mulai membuka matanya dengan perlahan, kesadarannya saat ini memang tidak sepenuhnya kembali. Namun, kedua matanya sudah dapat melihat sosok wanita yang saat ini sudah berada di kursi kemudi, walau hanya terlihat samar.


"Greta, setelah masalah ini selesai, apa kamu mau menikah denganku?" Pertanyaan Richard membuat Greta begitu terkejut, bahkan wanita itu sampai tersedak salivanya sendiri dan menjadi sangat gugup dengan apa yang Richard tanyakan padanya.


Namun, saat Greta melihat ke arah Richard, ternyata pria itu sudah kembali tak sadarkan diri. Wanita itu pun langsung meraih pergelangan tangan Richard dan mulai merasakan denyut nadi pria itu yang benar saja, saat ini terasa semakin melemah.


"Aku harus cepat!" Greta seakan menepikan keterkejutannya atas pertanyaan yang dilontarkan Richard padanya karena saat ini yang paling penting adalah ia harus cepat membawa Richard ke rumah sakit, agar segera mendapatkan penanganan dari team medis.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup menyita tenaga dan pikirannya, kini mobil yang dikendarai oleh Greta sudah tiba di pelataran rumah sakit. Wanita itu pun turun dan memanggil team medis untuk menolongnya. Tak butuh waktu lama, team medis pun mulai berdatangan dengan membawa sebuah brankar dan Richard pun langsung dipindahkan ke atasnya.


"Kamu harus selamat Richard karena ada pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu," gumam Greta menatap kepergian Richard yang saat ini sudah masuk ke dalam ruang operasi.


Greta pun duduk di depan ruang operasi dengan perasaannya yang cemas.

__ADS_1


Butuh dua jam lamanya, sampai akhirnya seorang Dokter keluar dari ruang operasi dan langsung menghampiri Greta yang masih setia menunggu kondisi Richard saat itu.


"Dokter jadi bagaimana keadaanya?" tanya Greta yang sudah beranjak dari posisi duduknya dan menghampiri sang Dokter.


Dokter pun terlihat sudah dapat bernafas dengan lega, setelah menghadapi situasi yang genting di dalam ruang operasi. Bagaimana tidak, kondisi Richard benar-benar kritis dan sulit sekali untuk diselamatkan. Namun, semangat hidup yang tinggi dari pria itu membuatnya mampu bertahan dan tetap hidup.


"Anda sudah bisa tenang karena saat ini pasien sudah berhasil melewati masa kritisnya. Kalau begitu saya permisi dulu ya, Nona." Dokter pun bergegas pergi untuk kembali melanjutkan pekerjaannya karena ada jadwal operasi selanjutnya yang harus dijalaninya.


Kabar baik yang membuat Greta, kini dapat bernapas dengan lega. "Syukurlah, setelah ini aku akan menuntut janji Tuan Raymond untuk menikahiku! Tapi aku masih penasaran dengan perkataan Tuan Richard, sewaktu di mobil tadi." Greta memutuskan untuk tetap tinggal di rumah sakit, setidaknya sampai dirinya mendapat jawaban atas pertanyaan yang saat ini memenuhi isi kepalanya. Pertanyaan tentang perkataan Richard yang ingin menikahinya.


"Jadi begitu Alice, waktu itu akhirnya Richard dipindahkan ke ruang rawatnya dan setelah ia sadar, aku langsung menemuinya untuk menanyakan apa maksud pertanyaannya sewaktu di dalam mobil."


"Aku hanya mengatakan padanya, apa kau tidak lelah terus mengejar seorang pria yang tidak mencintaimu, sekalipun kau dijadikan istri keduanya, kau pasti tidak akan bisa mendapatkan hati dan cintanya. Bukankah yang kau butuhkan adalah cinta bukan sebuah status," ucap Richard yang memang mendengar perkataan sang adik saat melakukan penawaran kepada Greta untuk menyelamatkan nyawanya.


"Tapi Richard, apa waktu itu kau mencintai Greta?" tanya Alice yang semakin penasaran dengan kisah cinta antara Greta dan Richard yang tak pernah ia duga akan berujung ke pelaminan.

__ADS_1


"Apa artinya cinta Alice, jika hanya bertepuk sebelah tangan. Aku dan Greta adalah dua orang yang pernah mengalami semua itu, jadi aku memutuskan untuk menikahi Greta, walau saat itu cinta di hatiku belum ada untuknya. Saat itu pikiranku hanya satu, yaitu menjauhkan Greta dari hidup kalian, agar kalian bisa hidup tenang tanpa obsesi Greta yang belum tercapai kepada Raymond." Richard tersenyum ke arah Greta karena sang istri memang sudah mengetahui alasannya waktu itu.


Alice masih berusaha mencerna setiap perkataan yang Richard katakan. Ia tak menyangka bila Richard sampai berkorban seperti itu demi dirinya juga demi adiknya.


"Bagaimanapun aku berhutang budi kepada adikku karena dia telah menyelamatkanku. Maka dari itu aku pikir keputusanku untuk menikah dengan Greta adalah yang terbaik untuk semua orang," sambung Richard mengakhiri ceritanya.


Alice yang melihat keduanya kini sudah dipenuhi dengan cinta kasih menjadi ikut merasa bahagia karena walau awalnya pernikahan keduanya tanpa ada rasa cinta. Namun, pada akhirnya kini kebahagiaan terus menaungi pernikahan mereka. Terlebih saat ini Richard dan Greta sudah memiliki seorang anak yang menjadi simbol dari cinta yang saat ini telah bersemi di hati keduanya.


"Pada akhirnya tidak ada penderitaan yang akan terus-menerus kita rasakan karena Tuhan pasti akan memberikan kebahagiaan di akhir cerita hidup kita. Selama kita yakin dan kuat untuk bertahan dengan semuanya, jangan pernah tutup kepercayaan kita bahwa Tuhan pasti akan mengganti kesedihan dengan kebahagiaan. Terima kasih Tuhan, atas semua kebahagiaan yang tercipta untukku juga untuk Greta," batin Alice menatap keduanya dengan penuh haru.


...🌺🌺🌺...


Lanjut ke Penjara Hati Sang CEO 2 tetap di buku yang sama πŸ‘‰


Penjara Hati Sang CEO 2 lebih menceritakan perjalanan Elliot dalam menemukan cinta sejatinya dan mengungkap masa lalu dari Elliot dan Alice kenapa mereka sampai terpisah.

__ADS_1


Dan, untuk Penjara Hati Sang CEO season pertamanya sudah TAMAT ya.


Di season 2, Alice, Raymond, Richard dan Greta akan ambil bagian juga dalam perjalanan kisah Elliot. Di tambah pertempuran antara para bodyguard yang dipimpin oleh Benjamin dengan Garry sang Mafia, Kakak dari Kelly.


__ADS_2