Penjara Hati Sang CEO

Penjara Hati Sang CEO
Kedatangan Greta


__ADS_3

Selamat membaca!


Alice dan Raymond terlihat berada di kamarnya. Keduanya masih diselimuti rasa kaget yang sangat luar biasa, mereka tak menyangka bahwa Richard yang ditemuinya adalah Kakak dari Raymond yang selama ini menghilang.


"Ternyata Richard adalah Kakakku, Daddy harus tahu berita baik ini."


"Betul sweetu, kasihan Daddy saat ini pasti dia merindukan kita."


Alice memasang wajah sedihnya, mengingat saat ini Nicholas sedang berada di tahanan.


Raymond langsung mendekat dan duduk di sebelah Alice, ia mengusap punggung Alice dengan lembut.


"Sabar sweety, menurut kabar yang aku dapat Daddy akan sidang dalam dua hari ini, kita bisa datang sekalian menemuinya," tutur Raymond menenangkan Alice yang kelihatan sendu.


Alice mengesah pelan. Sentuhan Raymond seakan menguatkan kelemahannya, karena ia begitu sedih saat harus kehilangan waktu bersama Nicholas yang sudah dianggapnya seperti Ayahnya sendiri. Alice baru merasakan dalam hidupnya memiliki sosok Ayah yang sangat baik seperti Nicholas, namun kebersamaan mereka sudah direnggut oleh sebuah kasus, yang sampai saat ini baik Alice dan Raymond belum meyakini bahwa memang Nicholas melakukan pembunuhan itu.


🍁🍁🍁


Apartemen Greta.


Greta sudah melangkah menuju parkiran mobilnya.


"Aku harus menemukan dimana Raymond, semua pesanku tidak di balas, bahkan saat ini untuk menghubunginya saja tidak bisa," gumam Greta dengan wajah kesalnya.


Greta mulai melajukan mobilnya. Ia mengikuti titik GPS yang ditunjukkan oleh layar handphonenya.a


"Kamu pikir aku tidak bisa melacak keberadaanmu Tuan Raymond, kamu jangan lupa kalau aku adalah asisten Tuan Will, yang memiliki perusahaan berbasis teknologi sama seperti MANGO Corporate, jadi untuk tahu keberadaanmu adalah hal yang mudah untuk aku lakukan. Seandainya kamu membalas pesanku, mungkin Alice tidak perlu tahu tentang kehamilanku, tapi saat ini sepertinya Alice harus tahu, bahwa apa yang telah kita lakukan berdua membuahkan hasil di dalam rahimku ini dan itu adalah anakmu," tutur Greta sambil terus menginjak gas mobilnya dengan dalam, wajah Greta tampak sangat geram karena Raymond mencampakkannya begitu saja.


1 jam kemudian.


Greta sudah sampai di titik dimana GPS Raymond berada.


"Akhirnya aku sudah sampai, sekarang tugasku bagaimana aku bisa menemukan keberadaan Raymond," tutur Greta keluar dari mobilnya dengan tergesa dan mulai memasuki lobi apartemen.


Greta menghampiri resepsionis untuk mulai mencari informasi.


"Permisi, bisakah saya mengetahui keberadaan salah satu pengunjung atas nama Raymond Weil. Dia ada di lantai apa dan apartemen nomor berapa ya?"


"Baik Nona, saya check dulu silahkan menunggu sebentar ya," jawab resepsionis sambil melihat dokumen pengunjung apartemen.


Tanpa Greta sadari Albert kebetulan lewat di belakangnya untuk menuju keluar apartemen.


"Jadi bagaimana, Tuan Raymond di apartemen nomor berapa? Kenapa lama sekali mengeceknya?" kata Greta dengan suara meninggi, yang sudah tidak sabar menanti jawaban resepsionis.


Albert tanpa sengaja mendengar suara Greta yang menyebut nama Raymond.


"Siapa wanita itu, kenapa dia mencari Tuan Raymond?" gumam Albert bertanya dalam hatinya.


Albert memutar balik arah langkahnya mencoba melihat wanita itu lebih dekat. Ketika sudut pandang Albert mulai jelas melihat wajah wanita itu, ia tertegun bukan kepalang.


"Itu bukannya Nona Greta, kenapa dia ada di sini dan mencari Tuan Raymond ya, aku harus segera memberitahu Tuan Raymond," ucap Albert sambil merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel.


"Waduh, ponselku ketinggalan lagi di atas," keluh Albert sambil menepuk keningnya.


Albert langsung melangkah menuju lift dengan setengah berlari, namun dari kejauhan, ternyata Greta sudah terlihat berada di depan lift.


"Gimana ini? Bagaimana mungkin aku bisa sampai lebih dulu?" gumam Albert mulai panik, dahinya tampak berkeringat memikirkan perang dunia ke 3 akan bisa terjadi di apartemen ini.

__ADS_1


Albert langsung membalikkan tubuhnya saat pandangan Greta mulai melihat ke arahnya. Ia tak ingin Greta mengenalinya, akhirnya saat lift terbuka Albert hanya pasrah dan memilih untuk tidak melakukan apapun.


Maafkan aku Tuan Raymond, semoga Tuhan melindungi Nona Alice.


Albert terus memandang pintu lift yang sudah tertutup dan beranjak naik.


🍁🍁🍁


Lift sudah menunjukkan lantai yang ingin dituju oleh Greta. Pintu lift terbuka lebar, ia melangkah keluar dan menyusuri lorong apartemen untuk menuju kamar yang telah diberitahu oleh resepsionis.


"Apartemen ini atas nama Tuan Richard, dunia memang begitu sempit ya, ternyata investor terbesar perusahaan Tuan Will mengenal baik Tuan Raymond."


Greta tersenyum manis, karena sebentar lagi dirinya akan segera menemui Raymond. Sejujurnya dalam hati kecilnya, Greta sangat merindukan sentuhan dan liarnya Raymond saat di atas ranjang.


Aku sangat merindukanmu Tuan Raymond.


Greta mulai mendekati kamar yang menjadi tujuannya. Saat ia sudah berada di depan pintu, Greta mulai mengetuk pintu apartemen dengan sopan.


Tok-tok-tok!


Suara pintu terdengar oleh Kelly.


"Ada tamu, kira-kira siapa ya?" tanya Kelly kepada Elliot.


Elliot hanya mengedikkan bahunya tanda ia tidak tahu.


Kelly beranjak ke arah pintu untuk membukakan pintu. Pintu terbuka lebar. Kelly memandang sosok wanita berambut pirang, badan ramping tinggi semampai.


"Maaf mau cari siapa ya?" tanya Kelly dengan ketus.


Kelly menatap tajam ke arah tamu yang tak dikenalnya ini, menurutnya wanita itu tidak memiliki sopan santun datang ke apartemen orang dan mencari suami orang lain.


"Oh, ada urusan apa?"


"Itu bukan urusan anda, nona. Saya hanya ingin berbicara 5 menit saja dengan tuan Raymond."


Suara wanita yang bertamu ke apartemen Richard terdengar tidak asing di telinga Elliot, hingga ia penasaran untuk melihat langsung.


Rahang Elliot mengeras melihat wanita jal*ng yang datang dengan tidak tahu malu dan mencari suami adiknya.


"Kenapa ada mencarinya?" tanya Elliot dengan jengkel.


Amarah dalam diri Elliot pada Greta belumlah mereda, karena wanita itu adiknya hampir bercerai dengan Raymond, wanita tidak punya harga diri yang mungkin urat malunya sudah putus dan mati!


"Aduh kenapa kalian berdua ingin sekali tahu urusan saya dengan tuan Raymond."


Greta sudah kehilangan kesabarannya hingga ia hampir menerobos masuk karena merasa langkahnya dihalangi oleh kedua manusia yang berdiri di depan pintu masuk, seperti satpam yang sedang menjaga tuannya.


"Orang yang kamu cari tidak ada di dalam, mungkin kamu salah alamat, jadi sebaiknya Anda silahkan pergi," ketus Elliot dengan menautkan kedua alisnya melihat Greta dengan tajam.


"Tidak mungkin Elliot, saya sudah melacak keberadaan tuan Raymond sesuai dengan titik GPS pada smartphonenya."


Elliot masuk ke dalam dan mengambil ponsel Raymond yang terletak di atas meja makan, lalu kembali menghampiri Greta lagi.


"Smartphone tuan Raymond tertinggal di apartemen, karena dia sedang pergi bulan madu lagi dan tidak ingin diganggu oleh siapapun." tutur Elliot yang sengaja bicara seperti itu, untuk memanasi Greta agar tahu diri sedikit bahwa Raymond sudah tidak lajang lagi.


Sial, aku gagal menemui Raymond untuk memberitahu kehamilanku.

__ADS_1


Wajah Greta penuh amarah, ia sangat kecewa saat ini karena gagal menemui Raymond, tanpa permisi Greta pergi begitu saja. Langkah kakinya sengaja dihentakkan keras agar kedua orang itu tahu, bahwa dirinya sedang kesal.


Elliot melongokan kepalanya melewati pintu, melihat kepergian Greta yang semakin lama semakin jauh, hingga punggungnya tak lagi terlihat. Elliot menutup pintu lalu kembali ke dalam.


"Terima kasih Elliot," ucap Raymond dengan lega yang sedari tadi sudah mengintip dari kejauhan, untungnya Albert sempat memberitahukan kedatangan Greta lewat telepon resepsionis apartemen.


Terima kasih Albert, di saat yang tepat kamu memberitahuku.


Elliot tersenyum tipis. Ia menajamkan tatapannya ke wajah Raymond yang sangat kelihatan sekali tidak tenang karena kehadiran Greta.


"Jika Anda menyakiti Adik saya, ingat apa yang saya katakan saat ini, saya akan membawanya pergi, sampai smartphone yang kamu miliki, tidak akan dapat melacak keberadaannya dan kamu akan kehilangan dirinya untuk selamanya," kecam Elliot mendekatkan wajah ke depan wajah Raymond, lalu pergi berlalu begitu saja meninggalkan Raymond yang masih termangu.


Raymond menelan salivanya dengan kasar.


"Tenang Elliot aku tidak akan menyakiti Alice lagi tapi untung saja Alice sedang tidur jika tidak pasti dia tahu Greta datang," gumam Raymond menghela napasnya dalam.


Raymond melangkah kembali ke kamarnya, namun belum juga langkahnya jauh dari pintu depan, suara ketukan sudah berbunyi kembali.


Dahinya kini kembali berkeringat.


Ya ampun jangan-jangan Greta balik lagi.


Tak lama terdengar suara langkah kaki terdengar menghampirinya, yang saat ini masih berdiri mematung di depan pintu, penuh keraguan untuk membukakan pintu atau tidak.


"Sweetu." suara panggilan Alice terdengar samar-samar di telinga Raymond, membuat rasa cemas semakin melanda, terlebih saat suara panggilan itu semakin lama, semakin mendekatinya.


Alice sudah bangun, gimana ini.


Wajah Raymond semakin cemas hingga dahinya terus basah oleh keringatnya.


"Kamu ngapain di sini sweetu, itu pintu dibuka dong sweetu," ucap Alice yang aneh melihat Raymond masih diam mematung tak ada niat untuk membukakan pintu, padahal suara ketukan semakin lama semakin sering terdengar.


Aneh sebenarnya siapa yang datang, kenapa sweetu tidak mau membukakannya.


Alice berinisiatif untuk membukakan pintu, ia melewati Raymond yang saat ini sangat bimbang, apa yang harus dilakukannya, jika yang berada di balik pintu adalah Greta.


Raymond menelan salivanya berkali-kali. Pintu akhirnya dibuka oleh Alice dengan perlahan.


Alice terperanjat tak percaya dengan apa yang dilihatnya, kini telah berdiri dihadapannya.


Wajah Raymond semakin panik terlebih melihat reaksi Alice saat ini, karena pandangan Raymond terhalang oleh pintu yang hanya dibuka sebagian oleh Alice.


Mati aku, apa yang ingin dilakukan oleh Greta ya, sampai dia jauh-jauh datang ke sini.


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Ikuti terus ya kisahnya, berikan dukungan dengan like dan komentar kalian ya.


Jika berkenan ditunggu vote-nya juga lho. Kalau ada pertanyaan silahkan gabung ke GC aku, kita berkumpul dan bertemu di sana ya.


🌹 Pastikan like kalian tidak ter-skip satu episode pun. 😘


Terima kasih 🌹


Sehat selalu. 😍

__ADS_1


__ADS_2