
°°
Esok harinya, Sabil dan Andra kembali mengunjungi mom Rahmi di rumah sakit. Andra menggunakan kemeja biru dan celana jeans panjang, dan tetap menggunakan mantel tebal karena salju masih turun.
Sabil pun menggunakan dress panjang dan sama mantel tebal dengan merek terkenal ia pakai.
"Kau sudah siap?" Andra menatap sang istri yang sudah cantik walaupun wajahnya terlihat kelelahan dan kurang tidur.
Andra sudah bilang jika ke rumah sakitnya nanti malam saja agar mereka bisa istirahat lebih lama. Tapi Sabil menolak, ia tidak percaya pada suaminya yang berkata akan istirahat. Bisa-bisa ia semakin kewalahan menghadapi serangan Andra.
"Ayo kak," jawab Sabil.
Mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kebahagiaan keduanya menyeruak memenuhi mobil, binar-binar cinta dan kasih sayang membuat siapa saja yang melihat ikut merasakannya. Semoga saja tidak ada yang tega merenggut kebahagiaan mereka.
"Kak, apa kita tidak perlu membeli sesuatu untuk mommy dan daddy?"
"Tidak perlu, mereka tidak kekurangan apapun disana. Mereka hanya butuh kehadiran kita," jawab Andra seraya mengusap kepala istrinya.
Sabil mengangguk paham.
"Kemarilah." Menarik Sabil kedalam pelukannya. "Tidurlah lagi sebentar, aku akan membangunkan mu jika sudah sampai." Entah sihir apa yang Andra pakai, Sabil dengan mudah sudah terlelap masuk kedalam alam mimpinya.
Hingga sampai ke halaman rumah sakit Sabil masih belum membuka matanya. Andra pun tidak berniat membangunkannya.
__ADS_1
"Tuan kita sudah sampai." Sang supir di depan mengingatkan tapi nasibnya kurang beruntung sepertinya. Ia mendapatkan tatapan tajam sang tuan muda. Seolah berkata, berani sekali menyuruh tuan mu turun dari mobilnya sendiri.
Seketika nyalinya menciut, bahkan untuk bernafas saja susah. Oksigen di dalam mobil itu seperti habis tak tersisa.
,,,
Didalam ruangan rawat inap pasien, seorang ibu sudah tidak sabar bertemu dengan putra dan menantunya. Setelah seharian kemarin ia tak bertemu, rasanya sekarang ia sangat merindukan mereka.
"Dad, kenapa mereka belum sampai juga. Bukankah tadi Andra bilang sudah dalam perjalanan. Apa jalannya macet, atau terjadi sesuatu pada mereka." Mom Rahmi terlihat gelisah dari tadi.
"Sabarlah mom, mungkin mereka sedang menyelesaikan urusan penting." Dad Ray yang sedang membaca koran hanya menjawab sekenanya.
"Urusan apa dad, apa ada masalah?" Ternyata jawaban dad Ray malah semakin membuat istrinya makin penasaran.
Mom Rahmi yang mendengar mengulas senyuman, bahagia sekali rasanya jika ia diberi kesempatan untuk menimang cucu di sisa umurnya yang tidak tau kapan Tuhan akan memanggilnya.
"Itu artinya sebentar lagi aku bisa menimang cucu Dad."
"Kita berdoa saja agar Andra itu tak mengecewakan kita. Keturunan Adiguna seharusnya memang mampu menumbuhkan bibit-bibit unggul dengan cepat."
Dad Ray bisa begitu santai saat mengatakan itu semua. Tidak sadar jika sang istri sedang melotot tajam.
"Dad, kau itu kalau bicara jangan terlalu frontal seperti itu. Bahkan disini ada suster Jane." Yang diberi tau bahkan masih sibuk membaca koran.
__ADS_1
"Maafkan suamiku sus, kami hanya terlalu semangat membayangkan bisa menimang bayi yang mungil," kata mom Rahmi pada suster Jane yang sedang menata sarapan.
Bayi. Bahkan kalian tidak akan mendapatkan nya karena sebentar lagi menantu kesayangan kalian akan pergi dari hidup Andra.
"Tidak apa-apa nyonya." Tetap menampilkan wajahnya yang ramah. Bermuka dua mungkin itu julukan yang pas untuknya.
"Kau memang wanita yang baik suster, aku yakin suatu saat nanti akan ada lelaki baik yang datang menimang mu." Mengusap kepala suster Jane. Mom Rahmi juga sudah menganggap suster itu seperti putrinya sendiri. Kebaikan dan kesabaran yang ditampilkan wanita bermuka dua itu membuat mom Rahmi menyayanginya. Bahkan mom Rahmi sudah menyiapkan sedikit warisan untuk wanita itu.
Aku memang akan menikah Nyonya tapi dengan putramu dan aku akan menjadi menantu keluarga Adiguna sebentar lagi. Suster Jane dalam pikirannya yang sudah dipenuhi dengan obsesinya.
Tidak ada yang tahu hati manusia, kadang kita sudah berbuat baik tapi malah di balas dengan hal yang menyakitkan. Orang yang kita anggap baik juga belum tentu baik, mereka bisa saja menusuk kita dari belakang.
Suster Jane adalah wanita yang cantik dan menarik bagi kaum pria. Wajahnya bisa dengan mudah mendapatkan pria mana saja. Salah jalan dan pergaulan membuatnya terjerumus dalam keindahan duniawi. Perpisahan kedua orangtuanya ikut mendorong semua perilakunya selama ini. Tidak mendapatkan kebahagiaan di dalam rumah sehingga ia mulai mencari kesenangan diluar. Mengenal dunia malam dan mulai merasakan minuman keras, bahkan kesuciannya direnggut paksa oleh lelaki biadab saat ia mabuk di sebuah club' malam.
Setelah kesucian hilang mulailah ia menjajakan tubuhnya untuk pria-pria kaya, bahkan menjadi simpanan pun ia lakoni. Tidak ada yang tau, rekan kerjanya pun tak tau. Yang mereka tau selama ini suster Jane adalah wanita baik-baik dan rajin beribadah.
Kini saat ia merasakan cinta untuk pertama kalinya, ia harus dipatahkan dengan kenyataan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Timbullah berbagai niat buruk dalam benaknya untuk mendapatkan yang seharusnya menjadi miliknya. Tidak peduli jalan apa yang ditempuh, hatinya sudah ditutupi oleh rasa sakit dan kecewa. Hanya ada obsesi kali ini, tanpa tau siapa yang sebenarnya ia hadapi.
°°°
Xiexie
Big love selalu untuk kalian semua.
__ADS_1
Yuk komen yuk, kalau masih mau author lanjutin ceritanya. Lemes rasanya kalau yang baca makin sedikit.