
°°°
Sabil menggigit bibir bawahnya menahan malu, belum pernah sebelumnya ia berpakaian seminim ini di depan pria. Meski hubungan mereka kini halal tetap saja Sabil merasa malu.
"Kak Andra mau mandi juga."
Jangan mendekat kak. Please...
Tangannya sibuk meremas bagian atas yang sedikit terbuka, merapatkannya agar tak terlihat.
"Rambutmu masih basah, bisa masuk angin jika tak segera dikeringkan. Duduklah biar aku yang keringkan." Andra meraih ujung rambut Sabil yang meneteskan air.
"Tidak perlu kak, aku sendiri saja. Kakak mandi saja, tidak baik jika mandi terlalu malam."
Tidak bisa, aku bahkan tidak memakai apa-apa selain kain bathrobe ini.
"Kakak mau apa...Ahh..." Badan Sabil melayang saat Andra mengangkatnya tiba-tiba lalu menurunkannya di kursi di depan meja rias.
Lelaki itu membuka laci, mencari hairdryer di sana. Bola mata Sabil mengikuti setiap gerakan yang Andra lakukan.
"Diamlah..." Andra mulai menyalakan pengering rambut ditangannya.
"Aku saja kak," ujar Sabil yang masih merasa risih. Ia melihat melalui cermin didepannya, dengan telaten lelaki itu mengerikan rambut Sabil.
Kak Andra tampan sekali, bukankah ia memang selalu tampan. Pandangan Sabil sesekali menatap suaminya.
Beberapa saat kemudian rambut sabil yang tadi basah sudah mengering. Andra mematikan alat pengering nya dan menyimpannya kembali.
"Terimakasih kak."
__ADS_1
"Aku akan membersihkan tubuhku dulu." Andra mengecup ujung kepala Sabil.
Setelah memastikan Andra masuk dan menutup pintu kamar mandi, Sabil bergegas masuk ke dalam walk in closet.
Apa ini lemari tapi seperti kamar untuk menyimpan pakaian, banyak sekali seperti toko pakaian.
Satu persatu Sabil membuka lemari pakaian itu, dan benar saja sudah banyak pakaian perempuan tertata disana dan ukurannya sangat sesuai dengan tubuh Sabil.
Sabil mencari baju tidur untuk ia kenakan malam ini, satu pintu terbuka menampakkan deretan pakaian tidur sexxyy di dalamnya.
Apa ini, kenapa semua modelnya terbuka seperti ini. Apa yang harus aku pakai.
Tanpa pikir panjang Sabil menarik salah satu pakaian itu, takut Andra selesai dengan mandinya.
Pakaian itu begitu pas di tubuh Sabil, lekukan tubuhnya membentuk sempurna. Bagian atas yang terbuka dan panjang bagian bawahnya yang begitu minim.
Aahhh ini memalukan, aku terlihat seperti ingin menggodanya saja.
Jantungnya berdegup kencang, menunggu sang suami keluar dari kamar mandi.
Sabil sengaja menghadap ke arah kamar mandi. Mengintip dari celah selimutnya.
Klek.
Pintu terbuka, tubuh atletis yang masih setengah basah itu dibiarkan terbuka bagian atasnya. Hanya handuk kecil yang melilit di pinggang nya. Mungkin sedikit saja tertarik bisa terbuka semuanya.
Sabil menggeleng dengan segala pikirannya. Menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Kau akan sesak nafas bila seperti itu istriku."
__ADS_1
Istriku, panggilan itu membuat Sabil semakin malu.
Ehh kenapa ranjang ini seperti bergerak. Apa kak Andra sudah memakai pakaiannya.
Sabil menyembulkan kepalanya, sedetik kemudian matanya membulat sempurna. Wajah Andra sangat dekat bahkan nyaris menempel.
"Kakak belum memakai pakaian, nanti masuk angin loh..."
Apa ini sudah saatnya.
"Siapa yang memakai pakaiannya saat malam pengantin."
Brakkkk...
Andra menyibakkan selimut yang menutupi tubuh istrinya. Pemandangan indah yang sangat ia kagumi, pahatan tubuhnya jelas begitu sempurna. Ditambah lingerie seksi yang menempel memperlihatkan keindahan itu.
Mata Andra sudah dipenuhi kabut gairah, ia mendekatkan wajahnya mendaratkan bibirnya penuh kelembutan. Andra menyesapnya sedikit, memberikan efek yang aneh bagi tubuh Sabil. Lalu ia melepaskan sejenak menatap bola mata Sabil dalam.
"Bolehkah..." Tanyanya dengan nafas yang memanas dan memburu.
Sabil tau suaminya itu sudah sangat diselimuti gairahnya. Ia juga tau kalau ini adalah salah satu kewajibannya sebagai seorang istri.
Sebuah anggukan kecil menerbitkan senyum di bibirnya.
°°°
Xiexie
Besok lagi ya... masih bingung nyusun katanya. Ternyata menceritakan lebih sulit dari pada mempraktekkan. upss.....
__ADS_1
Yuk dukungannya jangan lupa...
Like dan komen yang banyak, ajak juga teman kalian buat mampir. Hehehe...