Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab90 Pagi Harinya


__ADS_3

°°°


Sang mentari sudah hampir meninggi, cahayanya pun telah masuk diantara celah-celah kamar sepasang pengantin baru itu. Orang-orang pun sudah melakukan pekerjaannya. Tapi sama sekali tak mengusik kedua insan yang masih berada di bawah selimut karena kelelahan akibat pergulatan semalaman.


Entah pukul berapa mereka tertidur mungkin hampir dini hari saat ayam-ayam jago mulai melakukan tugasnya yaitu berkokok dan burung-burung mulai bercuit.


Tidak hanya cukup sekali ternyata, Andra terus meminta lagi dan lagi. Seolah tak ada puasnya lelaki itu melakukan pelepasan.


Andra baru menghentikan aksinya saat melihat wajah pias Sabil yang mulai memucat dan terkulai lemas.


Tubuh gadis yang saat ini sudah bukan gadis lagi, mulai menggeliat dalam pelukan sang suami yang masih terlelap dalam mimpi indahnya. Sabil merasakan sakit di sekujur tubuhnya, lalu ia membuka matanya.


Untuk pertama kalinya ia melihat pemandangan baru di pagi harinya, wajah tampan yang semalam membuatnya sampai tak berdaya.


Pipi Sabil memerah saat mengingat kegiatan panas semalam.


Menutupi wajahnya sendiri dengan kedua tangannya.


Kenapa aku jadi teringat terus, ohh ini tidak bagus aku harus membersihkan pikiranku.


Ia terus berusaha menghilangkan pikiran me-sumnya. Sabil juga malu pada dirinya sendiri, saat ia berkata tidak ingin lagi pada awalnya tapi malah menikmati kegiatan itu lagi dan lagi.


Aku harus segera bangun sebelum kak Andra bangun juga. Atau aku akan lebih malu lagi.


Dengan pelan Sabil menyingkirkan tangan yang melingkar di perut ratanya.

__ADS_1


"Kau sudah bangun." Rupanya tidur Andra terganggu oleh gerakan kecil Sabil.


"Iya kak, bisa lepaskan tangan kakak. Aku ingin mandi," ujar Sabil yang ingin segera menghilang dari hadapan sang suami.


"Tidurlah sebentar lagi, apa kau tidak lelah?"


Semakin mengeratkan pelukannya pada Sabil.


"Tidak kak, aku ingin mandi sekarang."


Ini sudah sangat siang dan belum menyiapkan sarapan. Pikirnya.


"Benarkah kau tidak lelah, berarti kita bisa melakukannya lagi?" Tersenyum menyeringai dan tiba-tiba hilang rasa kantuknya.


"Ahhh bukan itu maksudku kak. Aku ingin mandi, tubuhku terasa sangat lengket dan aku lapar." Sangat lirih saat mengatakannya. Sabil memalingkan wajahnya karena malu.


Sontak Sabil semakin tersipu melihat milik suaminya yang kembali berdiri tegak.


"Ayo mandi, aku akan membantumu." Andra bergerak mendekati Sabil yang masih tersipu.


"A...aku bisa sendiri kak," ujarnya seraya menaikkan ujung selimutnya agar menutupi kedua asetnya.


"Apa kau yakin bisa berjalan sendiri?" Tanya Andra, bukankah kalau Sabil sampai kesusahan berjalan itu karena perbuatannya.


"Iya kak." Sabil mulai menurunkan kakinya sambil menggenggam erat selimut yang melilit tubuhnya. Mencoba berdiri, ingin secepatnya ia masuk dalam kamar mandi agar terbebas dari pandangan yang membuatnya panas dingin.

__ADS_1


"Aww..." Perih, sepertinya luka sobekan di selang**** cukup parah.


Kenapa sesakit ini, apakah robek.


Sabil meringis menahan sakit di daerah intinya.


"Benarkan, biar aku membantu membersihkan tubuhmu."


Andra mengangkat tubuh Sabil, Sabil yang kaget pun reflek berpegang pada leher suaminya. Tanpa sadar selimut yang tadi ia lilitkan tergeletak di lantai. Kini keduanya sama-sama polos masuk ke dalam kamar mandi. Sabil pun merasakan benda tumpul yang keras menusuk-nusuk punggungnya.


Sabil malu, tentu ia belum terbiasa dengan semua itu. Ia menenggelamkan wajahnya pada dada Andra untuk menutupi rasa malunya.


Sampai di kamar mandi, Andra mendudukkan Sabil pada wastafel. Sedangkan ia bergerak mengisi bathtub dengan air hangat agar bisa sedikit meredakan rasa sakit pada pangkal paha sang istri. Mencampur cairan sabun dan aromaterapi yang bisa membuat tubuh rileks.


Bergerak kesana-kemari tanpa rasa malu, padahal Sabil sudah bilang bisa melakukannya sendiri tapi Andra tetap kekeuh ingin membantu. Ini akibat ulahnya jadi ia akan bertanggung jawab pikirnya.


°°°


Xiexie


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian readers.


Like, komen, dan vote kalau punya.


Terus dukung sampai karya ini tamat yaaa....

__ADS_1


Big love untuk kalian semua.


__ADS_2