Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab111 Siapa dibalik Itu Semua


__ADS_3

°°°


Andra bingung harus mulai menjelaskan dari mana, masalahnya sudah seperti ini. Ia kecolongan, Sabil sudah terlanjur tau. Ia semakin erat memeluk sang istri, menenangkannya yang masih terus menangis.


"Menangis lah sayang, setelah ini tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Aku mohon tetap seperti ini sebentar saja, aku takut jika kau lepaskan pelukanku, aku takut tidak bisa melihatmu lagi, takut kau pergi lagi, takut aku tak bisa menemukanmu."


Sabil mulai berhenti meronta, ia merasakan kehangatan dan ketenangan dalam pelukan suaminya. Ia memejamkan matanya yang sembab, merasakan detak jantung Andra.


"Apa kau sudah tenang sekarang?" tanya Andra pelan.


Sabil masih sesenggukan dalam pelukan sang suami.


"Sayang kau mau kan mendengarkan penjelasanku?" Sabil mengangguk.


Andra senang Sabil mau mendengarkan penjelasannya, dan tidak berspekulasi dengan pikirannya sendiri.


Andra menghapus air mata yang membasahi pipi sang istri. Semua salahnya yang tidak berani jujur dari awal.


"Sayang... lihat aku." Andra mengangkat dagu Sabil dengan jarinya agar sang istri mau menatapnya.


"Berhenti menangis, aku mohon. Lebih baik kau pukul aku sepuasnya tapi jangan menangis." Andra memohon dengan sangat.


Sabil menarik nafasnya dalam-dalam agar lebih tenang. Ia berusaha menatap manik mata hitam sang suami.


"Kau siap mendengar semuanya?" tanya Andra lagi, Sabil mengangguk pelan.


"Apa kau ingat kita pernah bertemu waktu kecil di toko kue ayahmu. Dulu aku anak laki-laki yang menyapamu mengira kau sendirian disana tapi siapa sangka kau adalah putri dari pemilik toko. Aku dulu iri padamu saat melihat ibumu begitu menyayangi mu."


"Aku juga tidak menyangka jika pertemuan itu yang membuat ibumu pergi untuk selamanya."


Andra menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat. Ia yakin Sabil tidak tau apa penyebab ibunya bisa kecelakaan dulu. Gadis kecil itu pasti hanya mengira ibunya meninggal karena tertabrak, tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya.


Pak Mul tidak pernah bercerita jika ibunya dulu tiada karena menyelamatkan seorang anak laki-laki yang hendak tertabrak. Pak Mul hanya mengatakan jika ibunya itu orang yang berhati mulia hingga Tuhan lebih menyayanginya.


Sabil mendengarkan semua dengan baik, ternyata ibunya semulia itu hatinya. Tanpa pikir panjang ia rela mengorbankan nyawanya bahkan untuk orang yang tidak dikenal. Dan dia jadi tau apa penyebab Andra selama ini membenci mommy nya.


Bukan salah Andra memang atau pun mom Rahmi, semuanya sudah garis takdir dari Tuhan. Tidak ada yang bisa menentang apa lagi menghindar, jika dulu bukan Andra yang hendak tertabrak pasti ibunya juga akan tetap menyelamatkan hidup orang itu.

__ADS_1


"Maafkan aku yang menutupi semuanya selama ini. Kau boleh membenciku tapi jangan pernah pergi dariku." Kini Andra yang tak kuasa menahan air matanya.


Sabil masih diam dengan pikirannya, belum bisa menjawab apapun.


"Dan jika kamu bertanya apa aku hanya menikahi mu karena rasa bersalah, itu salah besar Sabila. Semuanya nyata rasa cintaku dan kasih sayang yang mom dan dad berikan semuanya nyata. Tidak ada pura-pura semuanya nyata."


Sang istri masih diam saja membuat Andra semakin frustasi. Harus berkata apa lagi agar istrinya percaya.


"Aku mencintaimu, bukan karena rasa bersalahku tapi karena memang hatiku mengatakan aku mencintaimu, Sabila." Rapuh terlihat sangat rapuh pertahanan Andra saat ini.


"Tapi kau adalah penyebab kecelakaan yang menimpa ibuku kak. Aku butuh waktu untuk meyakinkan hatiku." Sabil akhirnya bersuara.


"Tolong percayalah padaku Sabil. Tanyakan pada hatimu apakah semua yang aku lakukan selama ini hanya pura-pura. Coba kau rasakan, jantung ini selalu berdebar saat kau ada disisi ku." Andra menempelkan telapak tangan Sabil pada dadanya.


"Kak, tolong biarkan aku sendiri dulu. Aku percaya pada kak Andra dan akupun percaya pada mom Rahmi dan dad Ray. Tapi aku kecewa, kenapa aku harus tau dari orang lain. Kenapa kak Andra tidak jujur saja padaku." Sabil tetap kekeuh dengan keinginannya yang ingin menenangkan diri.


"Baiklah tapi tidak disini, terlalu berbahaya di tempat ini. Kembalilah ke apartemen, aku janji tidak akan mengganggumu sampai kau siap memaafkan ku," ujar Andra.


Sabil tampak memikirkan apa yang Andra katakan. Pikirnya apanya yang bahaya, ia juga tidak akan keluar-keluar. Tapi pada akhirnya ia menurut, mengikuti apa mau suaminya.


"Sayang coba kau katakan siapa yang sudah mengatakan itu semua padamu?" Berulangkali Andra bertanya tapi Sabil tidak mau menjawab.


"Mau apa kalau kakak tau siapa yang bilang, harusnya aku berterimakasih padanya karena aku jadi tau semuanya. Kalau tidak entah sampai kapan kak Andra akan menyembunyikan semua itu dariku."


Andra akui apa yang sabil ucapkan memang benar tapi Andra hanya ingin mencari waktu yang pas untuk mengatakannya. Mencari tau lewat Sabil sepertinya percuma, dia masih sangat kecewa pada suaminya.


Kini Andra hanya bisa mencari jalan lain untuk mencari tau apa motif orang itu membuka rahasia yang hanya diketahui oleh keluarganya.


Jika sampai ada niat buruk dibalik kejadian ini Andra tidak akan memaafkan orang itu.


Awas saja jika aku menemukan orang itu. Andra mencekeram setir mobilnya.


,,,


Dirumah sakit suster Jane terus menemani nyonya Rahmi dari tadi. Selain untuk semakin menarik simpati keluarga itu, suster Jane juga sekaligus mencari sejauh mana rencananya berhasil.


Melihat nyonya Rahmi yang gelisah dan tak tenang justru membuat wanita ular itu senang. Itu artinya rencananya untuk membuat Sabil pergi sudah berhasil.

__ADS_1


"Tenanglah nyonya, anda tidak boleh banyak pikiran." Tersenyum palsu.


"Bagaimana aku bisa tenang sus, aku tau suamiku itu berbohong. Pasti menantuku saat ini belum ditemukan," ujar mom Rahmi, dari nadanya terdengar ia sangat khawatir.


Aku berharap menantu mu itu tidak pernah ditemukan nyonya. Pikirnya sangat percaya diri.


Bayang-bayang menjadi menantu keluarga Adiguna membuatnya tersenyum sendiri tanpa nyonya Rahmi tau.


"Dad..." Jika bisa mungkin saat ini mom Rahmi akan berlari menghampiri suaminya yang masih di ambang pintu, untuk segera menanyakan kabar Sabil.


Dad Ray berusaha menampilkan senyumannya didepan sang istri. Tadi dad Ray sempat menelepon Andra dan ia lega karena saat ini putranya berhasil menemukan sang istri. Dad Ray juga begitu marah saat tau apa yang menyebabkan Sabil pergi. Kini tugasnya mencari tau siapa orang itu, ia harus waspada pada setiap orang.


"Apa kau sudah makan sayang," tanya dad Ray berbasa-basi.


"Dad, kau membuatku takut. Cepat kau ceritakan apa yang terjadi dan dimana Sabil saat ini." Mom Rahmi sudah tidak sabar mendengar kabar tentang menantunya.


Suster Jane pun ikut menajamkan telinganya menunggu tuan Ray bercerita. Ia sedang pura-pura membereskan ruangan itu, agar bisa mendapat informasi.


°°°


Xiexie


Pengumuman guys


Author ada novel baru tapi di akun yang beda. Cari di pencarian ya.


Judulnya Bersabar Dalam Luka Perjodohan


Nama penanya Three ono


Jan lupa kasih dukungan juga.


Xiexie


#Kawalsampaiakhir


Salam sayang dari Sabila dan Andra.

__ADS_1


__ADS_2