
°°°
Andra sudah menjelaskan semuanya, rencananya yang akan membawa Sabil menemui sang Mommy yang sudah sangat rindu dan mengapa harus menikah mendadak.
Bukannya Sabil ingin pernikahan mewah dan megah, ia tak mempermasalahkan hal itu. Tapi kenapa tak dibicarakan dulu berdua karena ini bukan hanya menyangkut salah satu dari mereka. Menikah itu menyangkut banyak hal. Tapi mau tak mau Sabil pun mengerti dan memahami.
Mobil yang berhiaskan pita dan bunga khas pernikahan pun telah sampai di depan sebuah gedung yang tidak terlalu besar. Namun, sangat jelas ada sebuah acara dengan banyaknya bunga yang menghiasi.
Andra keluar terlebih dahulu, kemudian membukakan pintu mobil untuk Sabil.
Sabil masih tidak percaya, bukankah tadi katanya hanya pesta sederhana tapi kenapa ramai dan meriah.
Karpet merah di gelar disana, mereka berjalan beriringan dengan anggun. Para tamu undangan pun berdiri menyambut mempelai pengantin.
Rani, kak Dion, kak Amel dan itu Alex dan yang lain, mereka datang. Sabil tersenyum pada para tamu. Memang tak banyak yang hadir, hanya kerabat dan sahabat dekat saja tapi itu sudah cukup bagi Sabil.
Di altar ayah Mul sudah bersiap dengan buket bunga yang akan diserahkan pada pasangan pengantin itu. Sabil terharu sungguh ia tak bisa berkata apa-apa lagi. Ayahnya bisa menyaksikan pernikahannya adalah impian terbesar dalam hidupnya.
Janji suci telah terucap, kini mereka sah sebagai suami istri secara agama dan negara. Tepuk tangan para tamu memeriahkan suasana, Sabil menitihkan air matanya karena terharu.
Pak Mul dan teman dekat Sabil pun sama terharu ikut bahagia.
Ayah apa kau bahagia sekarang, ibu apa kau juga melihatnya. Aku sudah menikah dan menjadi istri dari lelaki yang luar biasa.
Air mata bahagia tak sanggup Sabil hentikan. Senyumnya merekah melihat sang ayah yang begitu bahagia. Melihat teman dan kerabat semua tersenyum dan terharu. Sekali lagi Sabil tak bisa menahan rasa harunya. Air matanya meleleh begitu saja.
Hangatnya tangan membelai wajahnya yang basah karena air mata.
__ADS_1
"Kenapa kau menangis." Tanyanya mengusap lembut dengan ibu jarinya.
"Aku bahagia kak, lihatlah." Tunjuk Sabil pada ayah dan temannya.
"Mereka orang yang selalu ada untukku pun ikut berbahagia." Tangis Sabil masih berderai. Rasa bahagia dan haru menyelimuti perasaannya saat ini.
"Terimakasih kak, kau dikirim tuhan untuk membuatku bahagia."
Kecupan lembut pun mendarat di kening Sabil lalu Andra membawanya ke dalam pelukannya.
"Jangan pernah mengeluarkan air mata mu lagi, hatiku seperti teriris melihatmu menangis." Wajah Sabil menempel di dada bidang Andra, tak peduli riasan atau apapun lagi. Ia terus menelusupkan wajahnya, mencari ketenangan. Degup jantung dan bau tubuh pria yang sekarang sudah menjadi suaminya itu sungguh menenangkan.
Tepuk tangan riuh pun kembali terjadi, tak kala para tamu melihat kemesraan sepasang pengantin baru itu.
Sabil yang tak menyadari hanya diam saja dalam dekapan suaminya. Aku rasa mulai saat ini aku akan selalu suka dipeluk seperti ini. Bahkan tangannya semakin mengeratkan pelukannya.
"Eheemmm... pelukannya dilanjutkan nanti malam saja ya. Ini cincinnya belum dipasang."
Alex jadi iri melihatnya.
Ahhh... aku lupa masih banyak orang. Sabil terkekeh sendiri.
Sepasang cincin sudah di sematkan ke jari manis pengantin itu. Kini semua orang berteriak. Cium, cium, cium...
Tidak jangan disini ada ayah dan yang lain, aku malu. Sabil melirik pria disampingnya berharap pria itu tau maksud tatapannya.
Ehh apa maksud kak Andra tersenyum seperti itu, jangan bilang kalau kak Andra mau menuruti permintaan mereka.
__ADS_1
Tidak, tidak sebaiknya aku menjauh sebelum kak Andra benar-benar menciumku di depan mereka.
Sabil melangkah pelan berniat menghampiri ayah dan para teman-temannya. Namun, cekalan tangan membuatnya berhenti.
"Kau mau kabur?" Tidak kak hanya menjauh saja.
"Aku ingin menghampiri ayah dan yang lain." Lepas kak. Kenapa kau selalu membuat jantungku berdegup kencang.
Sabil berusaha membebaskan tangannya tapi kekuatannya tak sebanding dengan sang suami. Dengan enteng Andra menarik Sabil dan berhasil mendarat sempurna di dadanya.
Ciuman mendarat saat Sabil akan bersuara. Gadis itu membelalak tak percaya dan merasa malu. Namun, suara tepuk tangan membuat Sabil juga menikmati sentuhan bibir itu. Ia pun ikut memejamkan matanya, merasakan setiap sesapan yang Andra berikan.
°°°
Xiexie
Makasih ya yang masih setia baca cerita author. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like dan komen.
...Pengumuman guys...
...Author ada novel baru tapi di akun yang beda. Cari di pencarian ya....
...Judulnya Bersabar Dalam Luka Perjodohan...
...Nama penanya Three ono...
...Jan lupa kasih dukungan juga....
__ADS_1
...Xiexie...