
°°°
Alex beberapa kali menghela nafasnya.
Ia duduk di kursi yang di sediakan di salah satu toko pakaian brand mewah.
Sudah beberapa babak ia menangkan dalam game online nya, namun belum juga gadis itu menyelesaikan kegiatannya.
"Sayang lihatlah bagus tidak yang ini," panggil Shila sambil menempelkan baju yang di pegang ke badannya.
Dengan berat Alex mengangkat kepalanya.
"Bagus," kata itu saja yang ia ucapkan, kemudian kembali menatap layar ponselnya.
Berharap gadis itu segera menentukan pilihannya.
"Ihhh lihat dulu dong...!!" Shila menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.
Tak mendapat respon, ia maju melangkah.
Diambilnya ponsel yang sedari tadi membuat kekasih nya tak fokus padanya.
"Kau...!!!" kesal Alex.
"Apa...!!" Shila tak kalah melotot.
"Kembalikan ponsel ku," ujar Alex menahan amarahnya.
"Tidak, dari tadi aku mengajakmu bicara kau tidak mendengarkan," Shila tak mau kalah.
"Cepat kembalikan!!" habis sudah stok kesabaran Alex.
"Tidak," Shila hendak berbalik dan menjauh.
Kleeppp
Namun ia kalah cepat dengan Alex.
Di tariknya tangan Shila dengan kasar. Seketika tubuh Shila berputar dan berbalik.
Badan Alex menegang, matanya melotot. Ia sungguh tak menyangka akan terjadi adegan seperti ini. Bibir keduanya menempel dengan sempurna.
Tak hanya Alex, Shila pun membelalakkan matanya. Lalu kemudian ia mengalungkan tangannya ke leher Alex.
Dari pada menerima kemarahan Alex, lebih baik memberinya pendingin, pikir Shila cepat.
Shila pun mulai memejamkan matanya, menikmati sentuhan bibir mereka.
Alex cukup terkejut dengan tindakan gadis itu. Namun ia tak melepaskannya, ia membiarkan gadis itu menikmati benda kenyalnya itu.
Ya walaupun Alex terkenal suka gonta-ganti pacar, namun berpacaran dengan Shila membuatnya menahan diri. Bahkan berpegangan tangan atau berpelukan saja sangat jarang. Alex yang mudah lepas kendali bila berdekatan dengan Shila, membuatnya sedikit menjaga jarak bila sedang bersamanya.
Sebenarnya Alex beberapa kali menjalin hubungan dengan wanita lain, selama berpacaran dengan Shila. Tapi sialnya setelah malam itu Alex melihat tubuh polos Shila, seakan adiknya tak bernap_su pada wanita lain.
__ADS_1
Alex tersadar, mereka kembali menjadi pusat perhatian. Ia segera mendorong tubuh Shila.
Dan tentu saja adik kecilnya selalu merespon berlebihan dan tidak tau tempat.
"Cepat aku tunggu di parkiran," ujar Alex, kemudian ia pergi meninggalkan Shila.
Tak lupa ia membawa barang belanjaan Shila, ya dia tak akan tega membiarkan seorang gadis membawa begitu banyak barang sendiri.
Di sisi lain, Shila tersenyum puas. Kemudian ia segera membayar pakaian yang tadi di pilihnya.
Dan menyusul Alex yang sudah tak terlihat lagi.
Shila memang hobby sekali membuat Alex kesal selama mereka berpacaran. Terlihat aneh kenapa mereka sampai saat ini masih saja menjalin hubungan. Bukankah awalnya mereka hanya karena terpaksa, lebih tepatnya Shila yang memaksa. Tentu saja karena berbagai cara yang Shila buat membuat Alex tak bisa lepas darinya.
Apa Shila mulai menyukai Alex??
Entah,, ia hanya merasa nyaman saat bersamanya.
Lalu apa Shila tidak tau Alex pernah berselingkuh??
Tau, bahkan pernah melihatnya sendiri.
Apa ia tak cemburu??
Siapa yang tidak cemburu bila kekasih nya berselingkuh.
Tapi ia juga tau Alex tak pernah lama menjalin hubungan perselingkuhan nya itu.
Kenapa Shila tak protes, karena ia juga belum tau arti perasaan nya.
°°°
Tok,tok,tok
"Sayang, Mommy masuk ya? mommy membuat camilan untuk menemani belajar mu,"
"Iya mom," sahut Andra.
Mom Rahmi membuka pintu, dan meletakkan camilan dan minuman yang di bawanya ke sebuah meja di depan sofa yang terdapat di kamar putranya.
Kemudian ia mendekat ke sang putra tampannya, "Bukankan putra Mommy sudah terlampau pandai, apa perlu belajar sekeras ini."
Andra mengalihkan pandangannya, melihat sang mommy.
"Mom, aku masih harus banyak belajar. Apalagi jika nantinya aku harus meneruskan perusahaan Daddy. Banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada Daddy. Aku tidak ingin mereka kehilangan pekerjaan karena aku yang tak becus mengurus perusahaan." ujar Andra.
"Mom tak menyangka pikiran mu sudah sangat dewasa, bahkan kau sudah memikirkan nasib orang lain sebelum memulai nya. Kau sungguh seperti tiruan Dad mu, Mom bangga padamu." Ujar Mom Rahmi, matanya sudah berembun. Ia bersyukur kebaikan hati suaminya menurun pada putra mereka.
Andra memeluk mommy nya, "Aku juga sangat bangga padamu Mom."
Ia sangat bangga pada sang Mommy. Banyak kebaikan yang sudah Mom nya lakukan setelah kembali ke jalan yang benar. Dan Mom nya tak pernah memamerkan itu semua pada orang lain. Meskipun sesekali ia akan berkumpul bersama teman sosialitanya. Tentu saja dengan ijin sang suaminya.
Dan tanpa Mom Rahmi tau suaminya sudah memfilter orang-orang berpengaruh buruk pada istrinya. Jadi hanya orang terpilih saja yang bisa berteman dengan istrinya.
__ADS_1
Bukan karena sombong, tapi ia tak ingin istrinya kembali pada gaya hidup yang tak benar lagi.
Tok,tok,tok
Terdengar ketukan dari luar pintu,
"Permisi nyonya, nona Sabila sudah sampai di depan," ujar bi Ani sopan.
Raut wajah mom Rahmi langsung berubah senang. Matanya berbinar, segera ia menyambut gadis yang telah ia tunggu sejak tadi. Sampai tak menyadari putranya yang menampakkan raut wajah yang kebingungan.
"Mom... Ohh kau melupakan ku begitu anak perempuan mu itu datang," ujar Andra yang kesal, Mom nya itu bukankah barusan menangis haru di pelukan nya. Lalu apa ini, ia berlari begitu saja setelah mendengar gadis yang ia sudah anggap putrinya sendiri itu datang.
Mom Rahmi menghentikan langkahnya, ia berbalik menatap putranya.
"Maafkan Mom nak, Mom terlalu senang akhirnya Sabila mau datang berkunjung," ucapnya begitu antusias.
"Ya... cepat Mom temui saja gadis itu," jawab Andra, ia juga senang ternyata Sabil membawa banyak kebahagiaan untuk Mom nya.
"Baiklah, Mom turun dulu," ujar sang Mommy , lalu ia segera keluar dari kamar Andra.
"Oh iya nanti juga kau harus menemuinya." ujarnya lagi, menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Siap Mom."
Hubungan Sabil dan mom Rahmi memang semakin dekat, sering kali mereka juga pergi bersama. Mom Rahmi sering membelanjakan Sabil barang-barang mewah sesuai selera nya.
Tentu selera Rahmi Dewi tak sembarangan. Dulu dia mantan model terkenal, bahkan sering dipakai di luar negeri. Maka brand-brand mewah sudah pasti melekat pada dirinya. Bukan karena endors ya, tapi memang mampu membelinya. Selain ia model terkenal, ia juga putri satu-satunya keluarga Wijaya.
Hari ini mom Rahmi mengundang Sabil makan malam di rumahnya. Dan ternyata setelah sekian lama Mom Rahmi membujuknya, ia mau juga berkunjung.
Tapi sampai saat ini baik Mom Rahmi atau pun Andra, mereka belum mengungkapkan bahwa mereka terlibat dalam kecelakaan yang menimpa ibunya. Dan Sabil pun belum tau, jika kakak kelasnya, ternyata putra dari wanita yang sudah di anggap ibu olehnya.
"Selamat datang di rumah Mom nak," ujar Mom Rahmi begitu melihat Sabil, kemudian ia memberikan pelukan.
Sabil tersenyum, "Mom sehat?"
"Tentu, apalagi sekarang melihat mu datang, Mom sangat bersemangat." Mom Rahmi menjawab dengan penuh semangat.
"Tadi ayah membawakan kue untuk Mom," ujar Sabil menyodorkan bungkusan yang di bawanya.
"Ya ampun, kenapa kau repot-repot," mom Rahmi menerima bungkusan itu.
"Bi Nah tolong bawakan kedalam," ujarnya kemudian pada bi Nah.
Bi Nah menerima, dan langsung pergi ke belakang melanjutkan pekerjaan nya.
"Ayo nak duduklah."
Sabil pun mengikuti mom Rahmi yang sudah duduk terlebih dahulu di sebuah sofa mewah itu. Sabil melihat sekeliling, matanya menelusuri setiap sudut rumah itu.
Sabil tak menyangka, rumah mom Rahmi akan begitu besar. Ia tau wanita itu kaya, tapi tak pernah mengira rumahnya sebesar ini.
Sabil berpikir, sekaya apa mereka bisa tinggal di tempat ini. Berapa banyak biaya listrik nya, lihatlah lampu-lampu kristal nampak menyala meski di siang hari. Berapa waktu yang di butuhkan untuk membersihkan rumah sebesar itu. Sabil tak tau saja seberapa banyak pekerja yang ada di situ.
__ADS_1
°°°
Xiexie