Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab79 Suara Aahhh...


__ADS_3

°°°


Seorang wanita cantik duduk termenung di depan meja riasnya. Hari ini ia bertekad akan menemui sang kekasih di kantornya. Semalaman ia juga menunggu kepulangan kekasihnya tapi nihil, tidak ada tanda-tanda kemunculannya sama sekali.


Huuufffttt...


Rani menghembuskan nafasnya dengan sedikit kasar.


Dimana sebenarnya kak Dion. Apa aku terlalu payah sebagai kekasih, sampai kegiatan dan keberadaannya saja aku tidak tau.


Apa aku tanya Om dan Tante saja tapi aku malu menceritakan masalahku. Ya lebih baik aku tanyakan langsung saja pada kak Dion.


Ia kembali melanjutkan merias wajahnya, hanya makeup tipis tak terlalu menor. Beruntunglah orang tua Rani campuran dari dua negara yang berbeda. Ayahnya yang warga lokal menikahi ibunya yang berasal dari Jerman. Campuran dari dua jenis negara itu menghasilkan wajah cantik Rani. Jika Sabil cantik nan manis tapi terlihat sangat lokal tapi Rani cantik dengan wajah kebule-buleannya.


"Aku siap sekarang, Rani semangat." Gadis itu menyemangati diri sendiri.


Penampilan nya sudah sempurna kemudian ia menyambar tas kecilnya. Ia berjalan keluar kamarnya, menuruni tangga menuju lantai bawah. Seperti biasa rumahnya sunyi sepi, hanya ada beberapa pelayan yang lalu lalang.


Menjadi anak tunggal tak punya saudara membuatnya kesepian berada di rumah, ayah dan ibunya sibuk bekerja dan jarang mempunyai waktu untuk anaknya. Makanya dulu saat masih sekolah ia sering menghabiskan waktu di rumah tetangga yang saat ini menjadi kekasihnya.


Sampai di lantai bawah Rani melirik meja makan sekilas, tak ada orang disana. Banyak makanan enak tertata di atas meja tapi tak membuatnya berselera. Bagaimana ia berselera makan kalau setiap jam makan hanya dirinya sendiri yang berada di meja makan.


Hufff...


Nanti saja aku makan siang bersama kak Dion di kantornya. Pikirnya.


"Bi, apa pesanan ku sudah siap?" Tanya Rani pada pelayan di rumahnya.


"Sudah non, ini."


"Terimakasih bi." Rani tersenyum menerima bekal makanan itu. Membayangkan sang kekasih akan senang bila ia datang.

__ADS_1


Perusahaan R Entertainment.


Rani berjalan melewati lobi, banyak mata yang memandangnya aneh tapi ia tak peduli. Apalagi saat ia berdiri di depan lift khusus yang akan mengantarkannya ke lantai paling atas, dimana ruangan sang CEO berada.


Banyak yang mencibirnya, sama saja dengan artis lain yang rela menyerahkan tubuhnya demi popularitas. Selama ini Rani dikenal sebagai artis yang tak pernah neko-neko, berhasil karena kerja kerasnya sendiri. Lalu kini ia hendak menemui CEO perusahaan itu, tanpa membuat janji atau urusan lain.


Gadis itu menghela nafasnya panjang, ia sudah tidak bisa mundur lagi. Biarlah semua gosip menerpanya, toh ia tak melakukan semua tuduhan itu. Ia hanya ingin menemui sang kekasih.


Ting


Akhirnya pintu lift terbuka, segera Rani masuk meninggalkan berbagai cibiran yang ditujukan padanya.


Sampai di tempat tujuan ia melihat sekeliling, baru pertama ia menginjakkan kakinya di sana. Ternyata sepi, hanya ada satu ruangan besar dan satu ruangan kecil.


Pasti itu ruangan kak Andra, dan itu ruangan sekretaris Mia sepertinya tapi dimana dia, padahal aku mau tanya apa kak Andra ada di ruangannya atau tidak.


Ya sudahlah aku masuk saja.


"Sayang... Ahhh..."


Deg


Kaki Rani melemas seketika, tubuhnya bergetar menahan gemuruh di dada.


Apa yang sedang kak Dion lakukan di dalam sana? Itu suara perempuan.


"Dion... Ahhh..."


Lagi-lagi suara itu yang terdengar, Rani meremas jari jemari nya, wajahnya sudah berurai air mata.


"Nona Rani, kenapa anda tak masuk."

__ADS_1


Suara seorang wanita menyadarkannya, lalu ia menghapus air mata yang membasahi pipinya kemudian berusaha tersenyum.


"Aku hanya mengantarkan ini untuk kak Dion, tolong sampaikan padanya kak Mia." Ujarnya pada sekretaris Mia dengan memasang senyum. Lalu ia segera pergi tanpa peduli lagi apa yang sekretaris itu katakan.


"Tapi kenapa anda tidak masuk sendiri nona." Sekretaris Mia sedikit berteriak karena Rani sudah berjalan cepat menuju lift. Ia dibuat bingung melihat wajah kekasih atasannya itu nampak sembab.


Rani sudah tak bisa lagi menahan tangisnya. Siapa yang bisa tahan bila mendengar sang kekasih bersama dengan seorang wanita dan mengeluarkan suara desaahaaannn seperti itu. Sudah pasti pikirannya sudah dipenuhi oleh hal-hal yang buruk.


Sialnya pintu lift itu lama sekali terbukanya, ia sudah tidak tahan berada di sana ingin segera pergi menumpahkan segala kesedihan di hatinya saat ini.


Matanya menatap sebuah pintu tangga darurat, ia segera berlari kesana. Saat hendak membuka pintu tiba-tiba sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya.


"Kau mau pergi begitu saja." Suara berat yang sangat ia rindukan.


°°°


Xiexie


Tak henti-hentinya author berterima kasih pada kalian.


Pengumuman guys


Author ada novel baru tapi di akun yang beda. Cari di pencarian ya.


Judulnya Bersabar Dalam Luka Perjodohan


Nama penanya Three ono


Jan lupa kasih dukungan juga.


Xiexie

__ADS_1


__ADS_2