
°°°
Sabila sadar dari mimpinya, ia melihat suaminya menangis di samping ranjang. Seperti kata ayahnya tadi dalam mimpi. Saat ini ada sang suami yang mencintainya dan dalam perutnya ada calon anaknya yang belum lahir ke dunia. Ia harus menjadi wanita yang kuat untuk calon anaknya.
"Kak..." Panggil Sabil pada Andra yang sedang menunduk sambil terisak.
Seketika Andra mengangkat kepalanya dan langsung menghujani Sabil dengan ciuman.
"Sayang, kau bangun juga akhirnya. Aku mohon jangan membuatku takut lagi." Sang istri mengangguk dan sedikit mengangkat sudut bibirnya. Ia sadar sekarang apa maksud pesan ayahnya tadi lewat mimpi.
"Aku ingin melihat ayah," ujar Sabil membuat Andra menggeleng. Tidak mau hal yang lebih buruk lagi menimpa sang istri jika melihat ayah Mul terbaring tak berdaya.
"Tidak sayang, tetaplah disini."
"Kak aku mohon, ijinkan aku bertemu dengan ayah. Aku janji akan menguatkan hatiku."
Pada akhirnya Andra mengijinkan Sabil bertemu ayahnya, dengan syarat ia ikut menemaninya. Tentu itu bukan masalah bagi Sabil.
Sabil menyadari saat melihat ayahnya, mungkin ini memang maunya. Sengaja tidak memberitahu siapapun jika sedang sakit. Ini adalah tujuannya selama ini, menyusul ibunya dan berkumpul dengannya. Meski berat Sabil mencoba ikhlas jika Tuhan mengambil ayahnya. Mungkin ini rencana terbaik yang sudah Turun siapkan. Menghilangkan kesedihan, kesepian dan penderitaan sang ayah.
Kini Sabil bahagia Tuhan telah menggantikan ayahnya dengan pria yang sama baiknya, menyayangi dan melindunginya dengan baik. Bahkan Tuhan memberikan ayah dan ibu yang juga begitu baik.
Andra dan Sabil telah sampai di ruang makan, mom Rahmi dan dad Ray telah menunggu. Sang suami masih setia menuntunnya hingga ia duduk di kursi makan. Dengan telaten Andra juga mengambilkan beberapa menu makanan dan ditaruh pada piring sang istri. Hal yang seharusnya Sabil lakukan tapi malah Andra yang melayaninya.
Mom dan dad Ray pun sama sekali tak keberatan saat putranya justru melayani sang istri. Mereka justru bahagia melihat harmonisnya rumah tangga putranya.
Tubuh Mom Rahmi juga belum benar-benar sembuh. Meski ia sudah menjalani transplantasi jantung, tapi karena fisiknya yang sudah terlalu lemah saat menjalani operasi ia jadi tak bisa langsung pulih. Butuh waktu lama sampai ia bisa pulang ke negaranya. Ia juga sempat koma selama 2 bulan.
Di hari saat ayah Mul berpulang, bertepatan dengan mom Rahmi sadar dari komanya. Sabil selalu mengucap syukur atas apa yang Tuhan berikan, kepergian ayahnya digantikan dengan kesembuhan mom Rahmi.
Kini hidup mereka dipenuhi dengan kebahagiaan, apalagi sebentar lagi hadir calon penerus keluarga Adiguna. Lahir dari ibu yang baik hati dan ayah yang luar biasa, pasti janin yang kata dokter laki-laki itu akan menjadi anak yang luar biasa.
"Sayang apa besok kau jadi menghadiri pernikahan Dion dan Rani?" tanya Andra.
__ADS_1
"Iya kak, aku sudah berjanji akan menemaninya di hari bahagianya. Bolehkan kak?" Tatapan mata Sabil saat memohon sungguh membuat Andra tak bisa berkata tidak.
"Tapi kau tidak boleh sampai kelelahan nak, perutmu sudah semakin besar pasti kakimu akan mudah merasa lelah." Mom Rahmi turut mengkhawatirkan menantunya.
"Iya mom, nanti jika Sabil lelah pasti Sabil akan beristirahat."
"Aku tak bisa menemanimu, hanya bisa menyusul setelah rapat dengan beberapa investor untuk Mega proyek yang akan perusahaan kerjakan," ujar Andra merasa bersalah.
"Kau itu, jangan hanya memikirkan pekerjaan. Istrimu beberapa bulan lagi akan melahirkan, kau harus menjadi suami siaga." Mom Rahmi menyindir putranya.
"Iya mom, setelah proyek ini berjalan Andra bisa menyerahkan semuanya pada Toni. Tapi untuk sekarang Andra belum bisa lepas tangan." Semakin pesatnya perkembangan perusahaan Adiguna, maka semakin besar juga tanggung jawab Andra.
"Dad kau jangan diam saja, bantulah putramu. Biarkan dia menjadi suami siaga untuk saat ini." Dad Ray pun akhirnya terkena omelan istrinya, padahal dari tadi ia hanya diam saja.
"Iya sayang, aku akan kembali ke perusahaan untuk membantu." Benar juga apa yang dikatakan sang istri, menantunya kini sangat butuh kehadiran putranya. Jangan sampai sang putra gila kerja seperti dirinya dulu.
Wajah Andra pun kembali cerah, sudah dari kemarin-kemarin ia membujuk sang Daddy untuk membantu. Akhirnya Dad Ray mau turun tangan juga walaupun dengan bantuan mommy nya.
"Tidak bisa nak, wanita hamil itu sangat butuh perhatian dari suaminya. Andra kau harus selalu peka pada perasaan istrimu." Mom Rahmi terus mengingatkan putranya.
Perdebatan siang itu berlangsung cukup lama, para suami dibuat mati kutu oleh mom Rahmi yang selalu memojokkan mereka. Sabil merasa sangat bahagia menjadi bagian dari keluarga itu. Tuhan seperti memberikan keluarga yang lengkap untuknya.
,,,
Di sisi lain warganet sedang dibuat heboh karena mendengar kabar jika artis idola mereka akan menikah sebentar lagi. Ada yang mengirimkan doa dan selamat, ada juga yang mencibir. Katanya jika menikah nanti karirnya akan meredup. Itulah resikonya hidup di dunia, orang biasa saja bisa mendapat cibiran apalagi ini artis yang sedang naik daun berkat aktingnya di drama "Ikatan Hati" yang sedang digandrungi para remaja.
Rani kesal membaca komentar netizen yang berkata negatif. Ia membanting ponselnya ke kasur. Keputusannya sudah bulat, menikah menurutnya tidak bisa menentukan karir seorang artis. Ia jadi ingin bertemu lelaki yang besok akan menjadi suaminya itu.
Walaupun rumah mereka berdekatan tapi saat ini mereka dilarang bertemu, sedang dipingit katanya. Bahkan sekedar bertelepon saja tidak boleh.
Huft... menyebalkan, padahal aku sangat rindu kak Dion.
Terakhir mereka bertemu adalah saat fitting baju pengantin, saat itu keduanya dibuat saling terpana satu sama lain. Dion bahkan sempat menciumnya diruang ganti, walaupun akhirnya kepergok ibu mereka sendiri. Mengingat itu Rani kembali merona, mereka jadi terkesan tidak sabaran untuk menikah.
__ADS_1
Tiba-tiba Rani mendapatkan ide tapi sebelum itu ia berjalan ke pintu kamarnya. Kepalanya menyembul keluar dan melihat situasi diluar. Dirasa aman ia kembali menutup pintunya. Lalu ia dengan semangat ke luar ke balkon kamarnya, berharap melihat kekasih hatinya dari sana. Kamar mereka memang berhadap-hadapan, bahkan dulu saat masih sekolah mereka sering saling melempar kertas untuk berkomunikasi. Aneh memang bukankan ada ponsel. Rani cekikikan sendiri mengingatnya.
Sudah cukup lama Rani menunggu tapi Dion belum juga kelihatan ada di kamarnya. Kemana kak Dion, ini sudah malam kenapa tidak tidur. Padahal Rani berharap sebelum tidur ia bisa melihat wajah lelaki yang sudah lama mengisi hatinya.
Hampir tengah malam dan Rani sudah beberapa kali menguap, Dion belum juga menunjukkan batang hidungnya. Akhirnya Rani menyerah, ia sudah sangat mengantuk. Baru saja ia akan bangun dari duduknya, terlihat Dion memasuki kamarnya. Hilang sudah rasa kantuknya, ia berjingkrak kegirangan.
Sepertinya Dion tidak melihat calon istrinya itu ada di balkon, padahal Rani ingin sekali menyapa dan mengucapkan selamat malam. Terbesit ide lagi, cara yang dulu biasa mereka lakukan saat masih kecil.
Rani berlari kedalam kamar dan mencari sesuatu yang bisa ia lemparkan ke balkon kamar Dion. Dia menemukan bolpoin di laci mejanya. Lalu Rani kembali ke balkon.
Matanya membulat dan mulutnya menganga, pemandangan yang baru ia temui hingga di umurnya yang sekarang, membuatnya terpana sekaligus malu. Saat Rani keluar ternyata Dion sedang mengganti bajunya. Alhasil mata polos Rani melihat pahatan sempurna tubuhnya. Walaupun dari jarak yang jauh tapi Rani bisa melihat dengan jelas kesempurnaan bentuk tubuh Dion. Wajahnya memanas seketika, buru-buru ia bersembunyi di balik tembok kamarnya saat Dion menoleh.
"Aku seperti sedang ketahuan mengintip, aku tidak sabar menyentuhnya besok."
Senyum-senyum sendiri sambil membayangkan tangannya menyentuh tubuh calon suaminya besok.
°°°
Xiexie
Yuk like nya mana nih, kok makin menurun. Yang baca jangan lupa kasih like ya, komen juga boleh, apalagi kasih vote. 🤭
Maafkan Author yang banyak maunya ya...
Salam sayang dari Sabila dan Andra.
baca novel author yang baru juga ya.
Judulnya Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
nama penanya THREE ONO
Inget ya di akun Three ono bukan di disini.
__ADS_1