
°°°
Andra keluar dari mobil mewah nya. Tampan, gagal dan karismatik, siapa yang tidak tertarik.
Di kampus nya saat ini ia semakin terkenal dan semakin banyak yang menggilai nya. Bagai sebuah magnet, di mana pun ia berada selalu menjadi pusat perhatian. Tentu saja mereka tau, jika sang tuan muda sudah mempunyai wanita yang dekat dengannya. Karena banyak sekali media yang memberitakannya. Walaupun tak ada yang tau siapa gadis itu, bagi mereka itu begitu misterius, karena kadang hanya bagian punggungnya saja yang terlihat.
Maka dari itu para gadis itu tak menyerah juga menarik perhatian Andra. Bagi mereka berita itu palsu, hanya gosip belaka.
Termasuk gadis yang dengan gigih selalu mendekati Andra.
"Andra..." Panggil seorang gadis cantik dengan tubuh tinggi berambut panjang yang dibiarkan tergerai itu saat melihat Andra.
Andra berhenti tapi tak ada sahutan keluar dari mulutnya. Wajah nya masih tetap datar dan dingin.
Kini Jihan sudah berada di depan Andra, menyodorkan sebuah kotak makanan dan berkata, "Ini aku buatkan sandwich untukmu."
Senyum nya di buat semanis mungkin.
Setiap hari itu yang dia lakukan, bersikap baik dan lembut jika di hadapan Andra.
Andra masih tetap datar, melihat kotak berisi makanan itu sekilas. Lalu ia kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti akibat hal tidak penting barusan.
Malu... tentu. Sudah berulangkali Jihan di perlakukan seperti itu tapi masih tetap nekat.
Ia merasa tertantang, baginya selama ini tidak ada yang bisa menolak nya dan tidak ada yang tidak bisa ia dapatkan. Tak peduli jika pria itu sudah punya kekasih atau istri sekalipun, Jika Jihan sudah tertarik maka apapun akan ia lakukan untuk mendapatkan nya.
__ADS_1
Mungkin karena terlalu di manja orang tua nya, atau salah dalam pergaulan. Semenjak sekolah menengah ia sudah sering berhubungan badan dengan banyak lelaki.
Sialaan... Umpatnya dalam hati tapi tetap wajahnya menampakkan senyuman.
Teman-temannya memang tidak tau seperti apa Jihan sebenarnya, karena ia selalu bersikap layaknya gadis baik hati nan lembut saat di hadapan temannya.
"Sabar Ji... suatu saat nanti pasti Andra akan jatuh cinta padamu. Kamu cantik, baik dan kaya, siapa yang bisa menolak mu." Ujar Dila salah satu teman Jihan, yang menghampirinya setelah Andra pergi.
Jihan hanya tersenyum menanggapi temannya. Emosinya sudah memuncak tapi ia berusaha menahan nya. Andai ayahnya bisa membuat Andra bertekuk lutut di hadapan nya, pasti ia tidak akan repot-repot bersikap seperti ini.
Para mahasiswi yang melihat Jihan di tolak lagi pun tersenyum sinis. Mereka menganggapnya tak tahu malu. Memang mereka juga mengagumi Andra, tapi tak seberani Jihan, apa lagi sampai di tolak berkali kali. Bisa melihat wajah tampan itu setiap hari di kampus saja membuat mereka senang, bisa sedikit mengobati lelah letih dari tugas-tugas kuliah yang menumpuk.
"Kau baik sekali Ji... setiap hari membuatkan makanan untuk Andra. Apa kau membuat nya sendiri?" Tanya Tina, salah satu teman dekat Jihan juga di kampus itu.
"Tentu, untuk kalian saja kalau begitu." Ujar Jihan sambil menahan kekesalan. Begitulah setiap harinya, makanan-makanan yang ia bawa berakhir di tangan temannya.
Enak ya kalian, makan makanan enak setiap hari. Jihan memperhatikan temannya yang sedang menikmati makanan yang sudah di tolak oleh Andra.
Sebenarnya Jihan tak begitu suka pada temannya itu, mereka hanya ada jika ia sedang banyak uang saja. Sangat suka mengajak Jihan ke mall, tapi ujung-ujungnya dia yang terpaksa membayar belanjaan dan makanan yang mereka makan.
,,,
Di sisi lain, Andra sudah sampai di kelas untuk kuliah pertamanya pagi ini. Menghampiri Dion yang sudah lebih dulu datang, tapi tentu tak menyapa. Ia hanya duduk di dekat Dion tanpa permisi.
"Kau sudah datang?" Tanya Dion, dia memang selalu ramah pada siapa saja.
__ADS_1
"Hhmmm... " hanya itu saja jawaban Andra.
"Dimana Alex?"
Andra hanya mengedipkan bahunya.
Bocah itu, si Alex memang sering kali membolos. Ia sibuk berlatih kegiatan barunya.
Gerombolan Jihan dan temannya pun sudah sampai di kelas, Ia berjalan dengan anggun dan senyuman yang tak pernah pudar di wajahnya. Berharap sang tuan muda melihat dirinya. Mungkin jika mahasiswa lain menatap nya tanpa berkedip, banyak juga yang berusaha mendekati gadis itu. Namun Jihan menolaknya, dirinya saat ini hanya tertarik pada Andra seorang.
Jihan sengaja duduk di kursi dekat Andra yang masih kosong, dan teman-temannya duduk di belakang. Duduk manis bak gadis polos dan lugu. Menyelipkan rambutnya ke belakang telinga, sesekali tebar pesona pada lelaki di sampingnya.
Mungkin jika ada Alex, ia akan bersemangat menggoda Jihan, walaupun sudah tau wajah aslinya seperti apa. Tapi baginya sikap pura-pura lugunya itu lucu. Alex malah akan dengan sengaja seolah-olah sedang membatu gadis itu untuk dekat dengan Andra.
"An... apa kau ada waktu nanti. Kebetulan aku punya dua tiket bioskop, bagaimana jika kita pergi bersama."
Hai Jihan... apa kau tau dia itu Andra Alfatih Adiguna, dari pada ia melakukan hal tidak penting itu. Lebih baik ia gunakan waktunya untuk mempelajari bisnis Daddy nya.
Senyum masih mengembang di bibir Jihan, dengan percaya diri ia menawari Andra menonton bersama.
Tidak ada jawaban, begitulah Andra bila di hadapan orang lain apalagi para gadis yang berusaha menarik perhatian nya. Berbanding terbalik jika sedang bersama Sabila.
°°°
Xiexie
__ADS_1