Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab85 Menjelang Pernikahan


__ADS_3

°°°


"Sayang... kemarilah," panggil Andra pada Sabil.


"Ya." Sabil pun bangkit dan mendekat pada Andra yang masih berdiri.


"Apa ini nona yang akan kami rias tuan?" Tanya salah satu dari orang di depan Andra.


"Iya benar, perkenalkan dia calon istriku." Andra tersenyum menatap wanita yang berhasil menaklukkan hatinya dan tangannya meraih jari jemari Sabil lalu mendaratkan kecupan di sana.


Pipi Sabil memerah diperlukan seperti itu dihadapan banyak orang.


"Kak, ada apa ini?" Tanyanya yang masih merasa bingung.


"Mari nona," salah satu dari mereka yang menyahut.


Sabil menatap Andra dengan kebingungan mencoba mencari jawaban di sana.


"Kau bersiap-siaplah sebentar lagi kita akan menikah."


Apa maksudnya menikah, kenapa tidak ada yang bilang padaku. Ayah, apa ayah juga sudah tau. Sabil menatap ayahnya, dan mendapat senyuman dari sang ayah.


Apa artinya ayah, apa ayah juga tau. Ada apa ini, kenapa mendadak sekali.


"Ikutlah dengan mereka, nanti akan aku jelaskan."


Kenapa tidak dijelaskan sekarang saja kak.

__ADS_1


Dengan ragu Sabil mengikuti para penata rias dan busana yang sudah menyiapkan semuanya.


Didalam kamar yang sudah di penuhi gaun dan perlengkapan rias itu pun sabil mulai di rias. Ia pasrah saat satu persatu makeup disapukan ke wajahnya. Wajah cantik gadis itu semakin terpancar dengan makeup tipisnya.


Sabil memandangi dirinya sendiri di cermin, gaun pengantin pun sudah ia kenakan. Orang yang tadi sibuk mendandaninya pun sudah keluar dari kamar itu. Kini hanya Sabil sendiri yang tersisa, masih bingung dengan situasi ini.


Klek


Ayah Mul masuk dan menghampiri putrinya yang sudah begitu cantik.


"Kau sudah siap nak?"


"Ayah, sebenarnya ada apa ini. Kenapa mendadak sekali, bahkan kak Andra tak mengatakan apa-apa padaku." Bukannya Sabil tidak senang menikah dengan lelaki yang ia cintai tapi kenapa acaranya mendadak seperti itu.


"Putri ayah, percayalah nak Andra sudah mengaturnya dengan baik. Setelah ini kau akan menyusul mommy Rahmi."


"Kenapa dengan mom Rahmi ayah, semuanya baik-baik saja kan?" Sabil khawatir terjadi sesuatu yang tidak ia ketahui.


"Tapi kenapa tidak ada yang memberitahuku sebelumnya." Kak Andra kan bisa bercerita sebelumnya, gerutunya.


"Nanti juga nak Andra akan menjelaskan padamu, ayo kita turun..." Pak Mul membantu putrinya berdiri karena gaun panjang itu menyulitkan Sabil untuk bergerak.


Dengan hati yang masih menggerutu Sabil menurut saja ayahnya menuntunnya. Sedangkan lantai bawah, pemuda tampan itupun sudah siap dengan jas dan kemeja nya. Tampan tentu saja, mau pakai apapun juga terlihat tampan pria itu.


Pria ia memutar tubuhnya, menatap Sabil tanpa berkedip. Satu tangannya di masukan ke saku celana, rambutnya tertata rapi.


Aku tau kak Andra tampan, tapi kenapa aku masih saja terpana setiap kali melihatnya.

__ADS_1


Pak Mul masih setia menuntun putrinya menuruni satu persatu tangga. Menatap wajah keduanya yang saling pandang, membuatnya tersenyum samar.


Wajah Sabil merona ditatap seperti itu oleh sang calon suami, tadinya ia kesal tapi entah kenapa ia melupakan kekesalannya begitu sampai dihadapan lelaki itu.


Andra berjalan mendekat kepada Sabil yang telah sampai di anak tangga terakhir. Matanya memancarkan kekaguman yang luar biasa, bukan hanya hatinya yang cantik tapi parasnya seperti bidadari.


"Ayo..." Andra mengulurkan tangannya pada Sabil.


Sabil sempat terdiam menatap ayahnya.


"Pergilah nak bersama nak Andra, ayah akan menggunakan mobil yang lain."


Ahh bisakah aku bersama ayah saja. Sabil menatap ayahnya penuh arti. Namun, tangannya sudah lebih dulu digenggam oleh Andra.


Ayah... aku bersama ayah saja, aku tidak bisa mengatur jantungku bila bersama pria ini. Sabil menatap ayahnya yang terlihat semakin jauh.


°°°


Xiexie


Pengumuman guys


Author ada novel baru tapi di akun yang beda. Cari di pencarian ya.


Judulnya Bersabar Dalam Luka Perjodohan


Nama penanya Three ono

__ADS_1


Jan lupa kasih dukungan juga.


Xiexie


__ADS_2