Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab13 Sisi Lain Mommy


__ADS_3

°°°


Sabil tersenyum senang menatap seorang wanita yang raut wajahnya tampak berseri.


Tidak seperti hari hari sebelumnya. Wanita yang biasanya berkunjung ke toko ayahnya dengan wajah muram dan lesu, kini wanita yang merupakan seorang ibu itu, kini wajahnya cerah berbinar.


"Saya yakin nyonya, tak ada anak yang benar-benar membenci orangtuanya. Mungkin ia kecewa, ia hanya butuh waktu untuk memahami semuanya."


Kata-kata itulah yang selalu Sabil ucapkan setiap kali melihatnya datang dengan wajah suram.


Mereka memang akrab, selain karena memang wanita itu pelanggan setia toko ayahnya. Juga karena Sabil yang amat pandai perhubungan dengan seseorang.


Wanita itupun tak segan bercerita sedikit kegundahan hatinya, meski tak begitu rinci menceritakan masalahnya.


"Terimakasih nak, kau telah banyak memberikan energi positif untukku. Hingga aku yakin dan bersabar menunggu nya kembali,"


"Tak perlu sungkan nyonya," balas Sabil.


"Semoga setelah ini nyonya selalu bisa tersenyum, karena anda terlihat sangat cantik saat tersenyum," lanjutnya lagi.


"Kau masih saja pandai memuji," wanita itu tersenyum.


Setelah mendapat kue kue itu, wanita itu segera memasuki mobil yang sudah menunggunya di luar.


"Pergi sekarang nyonya??" tanya sang sopir.


Wanita itu menganggukkan kepalanya menatap spion di depan.


Sebenarnya masih ada satu yang mengganjal hatinya, ia belum memiliki keberanian untuk meminta maaf pada keluarga itu.


Wanita itu menatap keluar, ke arah toko itu sekali lagi.


Aku harap suatu saat aku berani meminta maaf dan menebus kesalahanku pada kalian.


Ya wanita itu ialah Rahmi Dewi Wiguna yang dulu terlibat perselingkuhan, dan terpergok oleh anaknya. Dan naasnya kesalahannya malah membuat nyawa seseorang melayang.


Lalu kenapa Sabil dan ayahnya tak tau dan tak mengenalinya selama ini. Entahlah ia pikir mungkin dulu mereka begitu sibuk kehilangan istri dan ibu dari gadis manis itu.


Ada yang tanya kenapa keluarganya tak meminta maaf dan bertanggung jawab?


Tentu saja sudah, Daddy Ray bahkan dulu menawarkan 10% saham miliknya.


Tapi ayah Mul tetap ayah Mul yang baik hati sejak dulu. Meskipun kehilangan istri yang amat dicintai nya, namun ia sama sekali tak menuntut apapun.


"Saya bahagia, istri saya meninggal karena menolong orang, bahkan ia tersenyum sebelum hembusan nafasnya yang terakhir. Ia seolah berkata aku baik-baik saja, itu tandanya ia tak pernah menyesal menolong anak itu"

__ADS_1


"Dan maafkan saya, saya sungguh tak bisa menerima apapun. Karena nyawa istri saya bukan hal yang bisa di tukar dengan barang apalagi uang. Itu kecelakaan, dan itu takdir sang pencipta."


Itulah dulu yang ayah Mul katakan,


setelah kejadian itu memang mom Rahmi tak segera menemui keluarga itu. Hanya dad Ray yang bolak balik menemui mereka. Ia begitu takut untuk menemui mereka untuk sekedar meminta maaf. Bahkan ia sempat depresi dan harus mendapatkan perawatan dari psikiater.


Bayangan dimana ia menabrak wanita itu terus berputar di pikirannya. Meski bukan ia yang melajukan mobilnya, tapi semua karena perbuatannya.


Sekarang ia berusaha memperbaiki satu persatu kesalahan nya. Ia sudah mendapat maaf dari putranya. Kini ia bertekad akan berusaha menjaga dan melindungi keluarga itu.


Itulah salah satu alasan mengapa ia datang setiap hari. Selain rasanya dan karena toko kue itu menjual kue kesukaan putranya. Ia juga memastikan mereka baik baik saja.


Kriiinnnnnng, kringgg.


Bunyi telepon membuyarkan pikiran nya.


Ia tersenyum melihat nama yang tertera di handphone nya.


"Ya sayang,"


"Mom dimana, aku sudah sampai di panti, Daddy juga."


"Mommy masih di jalan, sekitar 30menit lagi sampai."


"Baiklah Mom, hati hati di jalan, bilang sama pak Maman jangan ngebut..." serunya sedikit berteriak.


Ia sangat bahagia, hari yang tidak pernah ia banyangkan sekarang menghampiri nya.


Sikap putranya kini kembali hangat. Semesta memang begitu baik padanya, ia berjanji tidak akan lagi menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan padanya...


^^^


Di panti para anak anak sangat senang menyambut kedatangan keluarga ternama itu.


Memang setiap bulannya tuan dan nyonya adijaya akan meluangkan waktu mereka, untuk mengunjungi yayasan panti milik keluarga adijaya.


Ini pengalaman pertama untuk Andra, ia senang melihat anak anak itu bahagia.


Karena memang panti itu dibangun belum lama. Tepatnya setelah Andra tak tinggal di rumah utama lagi. Dan yang membuat Andra terkejut ialah panti itu merupakan gagasan sang mommy.


Andra kagum, ia sadar mommy nya sudah benar-benar berubah.


Sebuah mobil mewah memasuki kawasan panti itu. Mom Rahmi datang, anak-anak yang tadi sibuk dengan mainan barunya langsung saja berlari ke arah mobil itu.


"Mommy Ami datang, mommy Ami datang,"

__ADS_1


yeeee...


Mereka begitu antusias menyambut Mommy, bahkan bersorak gembira.


Mom Rahmi turun dari mobilnya. Ia disambut dengan pelukan hangat anak-anak tadi.


Andra terharu melihat nya.


"Mommy bawa apa?" tanya salah satu anak itu, saat melihat pak Maman membuka bagasi dan mengeluarkan bungkusan plastik di sana.


"Mom membawa kue, apa ada yang suka kue??"


"aku, aku, aku...."


mereka saling berebut.


"Mereka sangat menyayangi Mom mu," ucap Dad Ray, yang sudah berdiri di samping Andra.


"Mommy mu adalah penyelamat hidup mereka, dulu ia membawa anak-anak itu dari berbagai tempat dan latar belakang, bahkan tidak sedikit yang bertemu dalam keadaan yang tidak pantas bagi anak-anak seperti mereka."


"Dan Mommy mu juga butuh perjuangan membawa mereka, karena kadang ada yang terjerat dengan preman, ada keluarga yang tak mengizinkan dengan banyak alasan. Yahh untunglah Dad mu ini bisa di andalkan, jadi tak ada masalah yang berarti." lanjutnya lagi.


Andra mengendus, Daddy nya itu suka sekali membanggakan diri.


"Semesta memang punya caranya sendiri untuk menguji umatnya, beruntung nya mereka saat ini, terbebas dari belenggu dunia yang kejam."


Jelas dad Ray.


Andra tersentak dengan penjelasan Daddy nya. Ternyata banyak sekali anak-anak yang tidak seberuntung dirinya, Mungkin di luaran sana masih banyak anak-anak yang tidak beruntung.


Hari semakin sore, keluarga Adiguna itu pun meninggalkan tempat itu.


Seperti janjinya kemarin, hari ini Andra pindah ke rumah utama.


"Sayang ini kamarmu," ucap Mommy Rahmi pada Andra, saat sampai di depan kamar yang dulu ia tempati sebelum memutuskan pindah ke apartemennya.


"Tidak ada yang berubah," ujarnya senang, karena kamarnya begitu di jaga walaupun ia tak tinggal di sana.


"Yaa Mom pikir jika tiba-tiba kau akan pulang, jadi setiap hari Mom menyuruh orang membersihkan nya tanpa mengubah apapun yang ada di dalamnya," ucap mommy nya, ia tau putranya merasa sedikit kebingungan.


"Terimakasih Mom..."


°°°


Ditunggu ***Like & komen nya...

__ADS_1


xiexie


__ADS_2