Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab87 Ketegangan di Malam Hari


__ADS_3

°°°


Duduk didepan cermin memandangi dirinya sendiri yang kini telah sah sebagai istri seorang Andra. Setelah hari yang singkat dan cukup melelahkan. Bahagia berselimut rasa haru bercampur menjadi satu.


Ibu aku harap kau pun bahagia melihat putrimu menikah. Dan ayah aku janji akan sering mengunjungimu, walaupun kau berkata suami adalah orang yang harus aku patuhi saat ini.


Aku yakin kak Andra tak akan mungkin melarang ku untuk menemui mu.


Aahhh... dimana laki-laki itu. Mungkin ia masih menemui beberapa tamunya.


Sabil pun memutuskan untuk berdiri dan melihat-lihat isi dari kamar suaminya. Tak banyak barang, hanya ada beberapa rak buku. Dinding yang dominan berwarna abu-abu dan gelap khas kaum pria. Hiasan pun tidak banyak terpajang di sana.


Puas memandangi seisi ruangan itu, Sabil berjalan menuju korden besar yang menutupi jendela. Sabil menyibakkan korden itu dengan sekali tarikan, terdapat kaca besar dibelakangnya. Kaca yang menghubungkan ruang kamar itu dengan balkon yang menjuntai diluar.


Sabil keluar, masih dengan gaun pengantinnya. Sebenarnya badan Sabil sudah terasa begitu lengket tapi ia bingung, ketika ingat dirinya tidak membawa apapun ke rumah itu. Akhirnya ia memutuskan menunggu Andra kembali untuk menanyakan perihal pakaian dan yang lainnya.


Sunyi, keadaan malam itu begitu tenang. Tak ada suara apapun, padahal biasanya para pekerja selalu berlalu lalang setaunya.


Kenapa sepi sekali, apa para pekerja sudah pada tidur di jam segini.


Sabil menopangkan kedua tangannya pada pagar pembatas balkon. Menatap kebawah, hamparan halaman yang luas dihiasi lampu-lampu taman yang menambah kesan romantis, ditambah danau kecil sebagai pemanis.


Ahh indahnya... udaranya pun segar karena banyaknya pepohonan dibelakang sana.


"Kenapa kau disini," suara yang amat Sabil kenal muncul dari belakang.

__ADS_1


Andra memasangkan jasnya pada Sabil, tak rela bila istri kecilnya merasa kedinginan.


"Aku hanya mencari udara segar kak." Mengagetkan saja. Pikirnya.


"Disini terlalu dingin dengan baju terbuka seperti ini." Kini Andra beralih, memeluk Sabil dari belakang.


"Ayo masuk, apa kau tidak mau membersihkan tubuhmu dulu." Ujarnya dibelakang telinga Sabil, deru nafas hangat Andra membuat gadis itu merinding karena geli.


"Aku tak ada baju ganti kak." Apa yang harus aku pakai.


"Apa kau belum melihatnya? Pakaian dan keperluan lainnya sudah disiapkan semuanya."


"Benarkah, aku tidak tau itu kak." Sabil melepaskan pelukan sang suami, dan beralih menatapnya.


"Tapi kalau kau tidak memakai pakaian juga tak masalah." Godanya dengan seringai tipis di bibirnya.


Cubitan kecil mendarat di perut Andra.


Awwww...


"Sakit sayang..." Andra memegangi perutnya.


"Kakak nakal si... Kalau begitu aku mau mandi dulu."


Gemas sekali pipinya itu, aku jadi semakin tidak sabar. Andra senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Sabil bergegas masuk ke kamar mandi, untuk menutupi rasa malunya. Ia melepaskan semua pakaian yang menempel pada tubuhnya. Menyalakan shower ya kalau harus berendam itu akan terlalu lama. Tidak maksudnya kak Andra mungkin juga mau menggunakan kamar mandi ini, dia juga belum mandi sepertinya.


"Sayang, apa kau belum selesai?" Gedoran pintu mengagetkan Sabil. Ia lupa tidak membawa pakaian ganti.


Bagaimana ini, aku tak membawa pakaian ganti. Tidak mungkin kan aku pakai gaun itu lagi, sudah kotor dan basah. Sabil melihat sekeliling, ada bathrobe yang menggantung. Ia segera menyambarnya dan memakainya. Panjangnya hanya di atas lutut, dan di ikat dengan tali agar tidak terbuka.


Dengan pelan ia membuka pintu, menyembulkan kepalanya mengintip.


Apa kak Andra sudah pergi?


Pelan, nyaris tak bersuara dia melangkah. Pikirnya, ia harus segera sampai pada ruangan yang berisi pakaian.


"Kau sudah selesai?"


Sabil tak berkutik, mematung di tempat ketika suara lelaki itu menyapa. Dengan mengumpulkan keberanian, ia berbalik....


°°°


Xiexie


Terimakasih yaaa untuk semuanya, tanpa kalian aku tidak mungkin punya semangat buat melanjutkan ceritaku. Aku tidak berpendidikan tinggi, semua murni dari hasil membaca novel para author pemes, dan saran teman sesama author yang sangat berarti.


Maaf bila masih banyak kesalahan kata dan tanda baca. Tegurlah author agar semakin berkembang.


Big love untuk readers ku tersayang....

__ADS_1


__ADS_2