Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab78 Lagi-lagi Senam Jantung


__ADS_3

°°°


Di sebuah gedung yang tinggi di pusat kota. Lelaki tampan tampak berkutat dengan pekerjaannya. Langit malam tak membuatnya mengakhiri kegiatan itu, ia sudah bertekad untuk segera menyelesaikan pekerjaan sebelum mengurus pernikahan dan kepergiannya ke luar negeri.


Andra sudah menyiapkan semuanya, perjalanannya menyusul mommy dan Daddy akan menjadi bulan madunya juga. Ia jadi semakin semangat bila mengingat gadis kecil yang dicintai sejak lama sebentar lagi akan menjadi istrinya.


Ahhh aku jadi rindu, sedang apa dia sekarang.


Apa aku telfon saja, dia sudah tidur belum ya jam segini.


Andra melirik jam yang menunjukkan pukul sepuluh malam. Lalu mengambil ponselnya, menimbang-nimbang mau menelpon calon istrinya atau tidak.


Besok saja lah, aku tidak mau mengganggu tidurnya.


Lelaki itu pun kembali meletakkan ponselnya dan melanjutkan pekerjaan.


,,,


Sedangkan di sisi lain, Sabil pun sama. Sudah beberapa kali memejamkan mata tapi tetap masih terjaga. Berguling kesana kemari bahkan menghitung domba sudah ia lakukan agar mengantuk.


Kenapa kak Andra tidak menghubungiku lagi, terakhir tadi pagi saat ia mengirim pesan. Mungkin saja ia sibuk...


Ahh tidak, aku bisa penasaran sampai besok kalau tidak memastikan sendiri.


Sabil pun mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Mengscroll nama yang ada di kontak panggilan.


Ketemu... ia girang sendiri. Langsung saja ia memencet tombol panggil disana.


📞 calling kak Andra...


Sampai panggilan ketiga barulah ada yang mengangkatnya.


"Hallo sayang..."


Baru dipanggil sayang saja Sabil sudah merona.


"Apa kak Andra sudah tidur?"


"Belum cantik, apa kau rindu?"


Kenapa orang itu tau kalau Sabil rindu, Bukankah dia juga sama.


"Mmm... Aku ingin tau saja kakak sedang apa." Ya tidak mungkin kan aku bilang duluan kalau aku memang merindukannya.

__ADS_1


Terdengar suara kekehan di ujung sana, Sabil bisa mendengarnya meski samar.


"Jadi kau tidak merindukanku?


Berhentilah menggoda seperti itu taun tampan. Wajah Sabil sudah memanas mendengarnya.


Sabil diam, ia memegang dadanya yang semakin terasa tak sehat akhir-akhir ini. Debarannya semakin kuat dan keras, bahkan terkadang seakan ingin melompat. Apa itu pertanda kalau ia terkena serangan jantung?


Ohh tidak, jantungku...


Mengatur nafasnya, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya kemudian menghembuskan nya, sebelum kembali melanjutkan obrolannya.


"Kak..." Cara terakhir Sabil, merengek. Berharap yang disana berhenti menggodanya.


"Ok, ok... tidak menggoda lagi. Jadi ingin melihat wajahmu sekarang, pasti menggemaskan."


"Kakak ihhh... aku matikan ya," ujar Sabil sedikit mengancam.


"Hahaha... iya iya tidak goda lagi deh. Kau belum mengantuk?"


"Belum kak..." Apa Andra tidak tau gadis itu tidak bisa tidur karena memikirkan nya.


"Aku merindukan mu Sabila..."


Apa ini, orang itu benar-benar ingin membuatku kena serangan jantung. Gerutu Sabil dalam hatinya.


"Heii... kenapa tidak dijawab?"


"Aku harus jawab apa kak?" Sabil menggigit bibir bawahnya.


"Katakan kau juga merindukanku."


Lelaki itu benar-benar menguji Sabil.


"A..aku..."


"Aku apa?"


"Kau tidak sabaran sekali kak..." Sabil memanyunkan bibirnya.


"Maaf... jangan ngambek dong, jelek itu bibirnya di manyun-manyunin begitu."


"Haaa... Dari mana kakak tau?"

__ADS_1


Mulai paniklah Sabil, ia pikir apa lelaki itu memasang cctv di kamarnya. Lalu ia segera mencari di setiap sisi ruangan itu.


"Heii... berhenti mencari yang tidak ada, aku hanya menebak."


"Ihhh... kak Andra ngeselin."


Kenapa aku baru tau ada sisi dari kak Andra yang seperti ini. Sabil tersenyum.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi."


Sabil ragu, bibirnya kelu... bukan karena tak rindu tapi karena malu.


"A...ak..aku juga kak." Sabil tergagap.


"Juga apa sayang?" Terdengar suara yang begitu lembut dari ujung telepon.


"Itu kak..."


"Itu apa Sabila..."


"Rin...ndu... kak"


"Rindu siapa?"


"Aku rindu kak Andra, puas kan." Sabil menekankan setiap katanya.


"Hahaha... iya iya, terimakasih sudah merindukan ku."


Waktu terus berputar, hampir dua jam dua manusia itu saling melepas rindu lewat suara. Sabil menemani Andra lembur malam ini, meski tak secara langsung itu sudah cukup membuat lelaki itu tak kesepian.


Tangan Andra masih tetap mengerjakan pekerjaannya dan telinganya setia mendengarkan ucapan Sabil. Mendengar suara lembut gadis itu mampu membuat semangatnya kembali meningkat. Menghalalkan gadis pujaan adalah mimpinya yang utama. Kelak ia juga akan berjuang keras untuk memberikan kebahagiaan yang melimpah.


Tuhan memang mempunyai rencana sendiri untuk setiap pertemuan dan perpisahan di hidup seseorang. Di balik kesedihan dan kemalangan mungkin ada kebahagiaan di belakangnya. Kita tidak bisa marah ataupun mengeluh, hanya cukup menjalani saja dengan ikhlas.


Kamu ngomong apa si Thor. Kata sabil.


°°°


Xiexie.


Jangan bosan-bosan ya pencet tombol like dan komen nya. Kalau gak sengaja pencet vote juga aku terima kok.😁


Selalu berharap semoga karyaku ini membekas di hati kalian. Asyyiiikkkk.

__ADS_1


__ADS_2