Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab113 Hampir Mati


__ADS_3

°°°


Di jalan saat Andra akan kembali ke rumah sakit, tiba-tiba ia mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal.


"Hallo, apa benar ini nomor telepon tuan muda Andra?" suara seorang wanita.


"Iya, ada apa?" tanya Andra dingin.


"Tuan saya mendapat informasi tentang siapa yang menyebabkan nona muda pergi. Apa anda bisa menemui saya nanti ruang di ujung koridor lantai paling atas."


"Baiklah."


"Terimakasih tuan, saya tunggu."


Andra tersenyum sinis saat panggilan sudah terputus. Bagaimana ada orang yang tau jika ia sedang mencari informasi tentang penyebab Sabil pergi. Dad Ray tidak mungkin gegabah dalam mencari tau, dia pasti memakai caranya sendiri dan tidak mungkin menanyai satu-satu orang yang ada di rumah sakit itu.


"Sepertinya sebentar lagi aku akan menemukan orang itu tanpa perlu repot-repot mencarinya." Menyeringai, aura siap menangkap mangsanya keluar.


Sebelum itu Andra juga menelpon dad Ray dan memberitahukan jika ia sudah menemukan orang itu. Andra meminta bantuan agar daddy-nya menyiapkan orang-orang yang handal, kita tidak tau musuh seperti apa yang akan Andra hadapi. Jadi lebih baik berjaga-jaga terlebih dahulu tapi Andra meminta agar para pengawal nya nanti tidak mencolok, mereka bisa menyamar agar musuh tak kabur duluan.


Nanti Andra akan menemuinya sendirian dulu, jika nanti ia menghadapi masalah barulah meminta bantuan.


Sampai di rumah sakit, Andra langsung pergi ke tempat yang sudah dijanjikan tadi. Ia melihat sekeliling, ternyata hebat juga para pengawal itu menyamar. Ada yang memakai seragam pasien, perawatan, dokter bahkan cleaning servis dan sebagian ada yang berperan sebagai pengunjung pasien.


Andra tetap melangkah tanpa membuat curiga musuhnya. Sampai di depan pintu ruangan yang di maksud, Andra mengetuk pintunya. Tidak ada jawaban dan didalam tampak gelap minim cahaya. Ia membuka pintu perlahan, tampak rak berisi map tertata rapi tapi bau debu yang menyengat menandakan ruangan itu sudah lama tak dibersihkan.


Menyusuri setiap rak, Andra tak menemukan apa-apa. Karena cahaya yang minim membuatnya harus berkeliling mencari seseorang yang tadi menelponnya. Aneh, tidak ada apa-apa disana. Mungkinkah musuhnya telah kabur.


Tiba-tiba terdengar suara pintu dikunci, namun Andra tetap tenang dan hanya tersenyum miring. Rupanya orang itu berani muncul juga.


"Tuan Andra..." Panggil seorang wanita dengan nada menggoda.


"Maaf apa anda sudah lama menunggu," ujarnya lagi.


Andra berbalik ingin melihat siapa orang yang bernyali besar itu.

__ADS_1


"Cepat katakan apa yang kau ketahui." Sebenarnya Andra sudah menangkap gelagat aneh saat pintu ruangan di kunci, kini ia tau apa maksud wanita itu.


Ternyata suster Jane yang merencanakan itu semua, berdandan seperti jalaangg. Memakai pakaian minim dan sexxyy. Ia ingin memakai cara yang menjijikkan untuk mendapatkan Andra. Berharap Andra tergoda dengan tubuhnya.


Suster Jane mendekat, meletakkan jari-jarinya di dada bidang Andra lalu bermain-main disana.


"Kenapa tuan buru-buru sekali, kita bisa bersenang-senang dulu disini." Tersenyum menggoda.


Saat ini juga Andra sangat ingin melempar wanita itu ke lubang buaya. Menjijikkan pikirnya. Dia kira Andra akan tergoda oleh wanita murahan seperti itu. Bahkan melihatnya saja muak.


Sudah dari awal Andra tidak menyukai wanita itu tapi karena mommy nya yang meminta suster Jane menjadi perawat pribadi nya maka ia mau. Selama wanita tak membahayakan sang mommy maka Andra membiarkannya merawat mom Rahmi. Andra sudah tau dari awal siapa sebenarnya suster Jane itu, masa lalunya yang begitu buruk dan asal-usul keluarga nya pun tau.


Suster Jane mendekatkan tubuhnya lalu satu tangannya bergerak menurunkan tali dress nya. Menggerakkan bibirnya sensasional, bahkan sesekali bermain dengan lidahnya.


Amarah Andra meninggi seketika, tangannya bergerak menyentuh leher wanita itu. Mencekiknya sekuat tenaga.


"Uhhukk... uhhukk... a..apa yang anda lakukan tuan." Suster Jane hampir kehabisan nafas akibat cekikan yang sangat kuat.


"Apa kau kira aku akan tertarik dengan tubuhmu itu." Aura menyeramkan menyeruak dari wajah Andra.


"Kau kira siapa, berani macam-macam dengan keluarga Adiguna."


"Kau berani membuat istriku terluka dan menangis hah!!!"


Wanita itu sudah tak bisa bersuara, nyawanya sudah hampir melayang. Ia berusaha melepaskan tangan Andra di lehernya tapi usahanya sia-sia. Justru kakinya semakin terangkat keatas.


Amarah sudah menguasai jiwa Andra, ia ingin sekali melenyapkan wanita itu.


Brak


Pintu yang tadi terkunci oleh suster Jane di dobrak paksa oleh pengawal suruhan Daddy nya.


"Kak berhenti, kau bisa membunuhnya."


Teriakkan Sabil membuat Andra berpaling menatap sang istri.

__ADS_1


"Kak lepaskan dia, jangan mengotori tanganmu. Kau bisa dipenjara kak." Pinta Sabil yang begitu takut melihat adegan yang dilakukan suaminya.


Perlahan cengkraman tangan Andra mengendur membuat suster Jane jatuh ke lantai. Ia terus terbatuk-batuk dan memegangi lehernya yang hampir saja putus. Lalu perlahan mundur, menjauh dari Andra takut jika benar-benar dibunuh.


"Sayang kenapa kau kemari?" Andra menggenggam tangan istrinya yang gemetaran akibat melihat sisi lainnya.


"Aku takut kak Andra kenapa-napa. Kalau aku tidak datang kak Andra bisa membunuhnya," ujar Sabil yang masih syok.


"Maafkan aku, kau jadi melihat kejadian seperti itu." Memeluk sang istri.


Sedangkan suster Jane ia akan berusaha kabur tapi ternyata banyak penjaga di pintu masuk. Tidak ada jalan lain, ia harus menggunakan jalan pintas. Perlahan-lahan ia bergerak, takut jika ada yang menyadarinya.


Andra pun masih sibuk menenangkan istrinya. Tapi siapa sangka jika buruannya hendak kabur. Kaki Andra menendang rak yang berjejeran itu hingga roboh dan menimpa rak lainnya. Satu persatu rak itupun roboh dan menghalangi jalan keluar suster Jane.


"Kau kira bisa kabur dari sini!!" Tatapan elang itu mampu melumpuhkan musuhnya.


Andra tetap memeluk istrinya sehingga wajah Sabil menghadap dadanya, tak ingin membuat sang istri lebih takut lagi Andra segera pergi dari sana.


"Hahaha... kalian kira bisa hidup dengan tenang setelah apa yang kau lakukan. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Suster Jane berteriak.


"Hahaha... kalian akan lihat siapa yang menang." Wanita gila itu sungguh berani. Ia beruntung ada Sabil disana sehingga Andra tak berbuat lebih.


"Kalian bereskan dia, jangan sampai kabur. Bawa ketempat biasa!!" Perintah Andra pada para pengawal.


Tawa suster Jane masih terdengar hingga keluar, bahkan saat para pengawal membawanya pun dia terus tertawa.


"Mau dibawa kemana wanita itu kak?" tanya Sabil.


"Tenang saja mereka akan membawanya ketempat yang tidak ada orang yang tau." Bahkan dia akan memilih mati dari pada tetap hidup.


"Ayo kita lihat mommy." Sabil pun mengangguk.


Setibanya di ruangan mom Rahmi, mereka terkejut karena mom Rahmi dan dad Ray tidak ada di tempat.


°°°

__ADS_1


Xiexie


Kemana ya kira-kira?


__ADS_2