Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab72 Terpesona


__ADS_3

°°°


Sabil berulangkali menatap dirinya di cermin. Gaun panjang indah dengan belahan sampai kepaha yang menampakkan kaki jenjangnya, tidak terlalu terbuka tapi tetap elegan. Wajahnya pun sudah di poles dengan makeup tipis sesuai permintaan tuan muda yang membuatnya semakin cantik. Sedangkan rambutnya dibiarkan tergerai indah, hanya ditambah dengan jepitan cantik di sisi kirinya.


Ternyata Andra tak hanya menyuruh orang mengantarkan gaun tapi ia juga menyiapkan penata rias terbaik yang sudah biasa merias artis papan atas.


Sabil bingung kenapa ia didandani secantik ini hanya untuk makan malam saja.


"Kau sudah siap, nak Andra sudah datang. Dia menunggu didepan," ujar pak Mul menghampiri putrinya.


"Apa aku cantik yah?" Sabil bertanya dengan polosnya.


Pak Mul terkekeh mendengar pertanyaan putrinya, "Putri ayah selalu cantik."


"Benarkah? Bukan karena aku putri ayah kan, jadi bilang begitu." Bahkan wanita secantik Sabil saja tidak percaya diri.


"Lihatlah cermin itu, apa ayah berbohong," ujar pak Mul, seraya menunjuk cermin besar di depan putrinya.


Sabil pun setuju dengan perkataan sang ayah, ia beruntung karena kecantikan sang ibu menurun padanya.


"Cepatlah bersiap, nak Andra sudah lama menunggu," ujar pak Mul lagi.


"Benarkah... Kenapa ayah tidak bilang kalau kak Andra sudah datang dari tadi." Buru-buru Sabil memakai sepatu hak tingginya.


"Tidak usah terburu-buru nak," ujar pak Mul geleng-geleng kepala melihat putrinya yang mondar-mandir entah mencari apa.


"Sebentar yah, dimana tasku tadi aku taruh disini, ponselku juga tadi ada disini..." Karena gugup Sabil jadi tak konsentrasi.


,,,


Dibawah lelaki yang sudah berbalut jas dan kemeja dengan warna senada gaun yang dipakai Sabil pun sudah tak sabar melihat gadis itu malam ini. Kalau saja diijinkan pasti ia akan menyusul ke kamar.


Andra pun memainkan ponselnya untuk mengurangi ketidaksabarannya. Hanya mengscroll sosial media yang jarang ia gunakan. Banyak sekali kotak masuk di sosial medianya, ia memang tak pernah membukanya karena kebanyakan pesan itu berasal dari para wanita yang haus kasih sayang.

__ADS_1


Lalu terpikir oleh Andra untuk mengintip sosial media milik Sabil. Hasilnya nihil, sama sepertinya gadis itu juga sangat jarang membuka sosmednya. Foto terakhir yang di posting pun dua tahun yang lalu, itupun bukan foto dirinya melainkan hanya hasil jepretan kamera handphone yang menampakkan sebuah pemandangan.


Lelaki itu jadi ingat kalau ia belum pernah berfoto bersama dengan Sabil.


Nanti aku akan berfoto bersama nya di atas pelaminan. Andra tersenyum sendiri dengan pikirannya.


Sampai suara sepatu hak tinggi terdengar dari arah tangga. Seketika Andra berdiri dan menoleh ke arah tangga. Matanya menatap tak berkedip dari bawah sampai keatas. Terpana dengan kecantikan Sabil malam ini.


"Kak, ayo pergi..." Suara lembut Sabil menyadarkan Andra.


"Ayo... Dimana ayah, kita pamit dulu padanya."


"Tidak perlu kak, tadi ayah menyuruh kita langsung berangkat, beliau sudah beristirahat di kamarnya," ujar Sabil.


"Baiklah, ayo..." Andra mengulurkan tangannya dan Sabil menyambutnya dengan senang hati.


Assisten Toni yang menunggu diluar pun segera membukakan pintu mobil untuk tuan dan nona nya saat melihat mereka menghampirinya. Kecantikan Sabil pun membuat assisten Toni terpaku. Sampai sebuah deheman, memaksanya menyudahi kekegumannya pada makhluk Tuhan yang terlihat begitu sempurna malam ini.


Lalu mereka pergi menuju tempat yang sudah Andra siapkan.


Sedangkan di atas balkon kamarnya, pak Mul memandang kepergian putrinya dengan senyum di bibirnya. Sebentar lagi akan ada lelaki baik yang bisa menjaga Sabil.


Istriku, kau juga melihatnya kan. Anak gadis kita sudah dewasa sekarang, ada lelaki baik yang melamarnya. Aku harap keputusanku menerima lamaran nak Andra bukan hal yang salah.


Pak Mul tersenyum seraya memandang bulan yang nampak bersinar lebih terang tidak seperti malam sebelumnya.


,,,


"Apa kita mau ke pesta kak," tanya Sabil yang terlihat bingung.


"Iya pesta kita berdua..." jawab Andra seraya mengusap kepala Sabil.


Mobil yang mereka tumpangi melaju memecah keramaian kota.

__ADS_1


Ketegangan sedang dirasakan Toni, sedari tadi ia menyetir hanya bisa menatap lurus ke jalanan. Bahkan matanya melirik spion saja harus berhati-hati, kalau tidak Andra akan memberikan tatapan mautnya. Biasanya ia juga merasa kaku bila satu mobil dengan tuan mudanya tapi hari ini terasa berbeda, seolah hawa dingin menyelimutinya.


Sedangkan Sabil yang tidak tau jika lelaki di sampingnya itu sedang posesif, justru sesekali mengajak Toni bicara untuk memecah keheningan. Dan Toni jangan ditanya, dia hanya menganggukkan kepalanya atau menggeleng bila Sabil bertanya.


"Apa kau punya pacar, assisten Toni?" Tanya Sabil yang lagi-lagi hanya dijawab gelengan oleh lelaki yang sedang menyetir itu.


"Isshhh... Kalian ini kenapa si diem aja. Apa kak Andra sedang marahan dengan assisten Toni?" Kesal Sabil karena tak ada yang menanggapi ucapannya.


Andra dari tadi hanya sibuk menggerakkan tangannya, mengelus rambut, punggung, tangan dan pipi Sabil. Sesekali menciumi aroma rambut gadis itu yang menurutnya sangat harum.


"Kak..." Rengek Sabil yang risih dengan ulah Andra.


"Kenapa...Hmmm..." Andra semakin merapatkan tubuhnya, meletakkan kepalanya di pundak sabil, membuat gadis itu merasa geli.


Lelaki itu memang sudah tak sungkan lagi menunjukan rasa cintanya pada Sabil setelah kejadian di kantor waktu itu. Berbeda dengan Sabil yang merasa aneh karena perubahan sikap manja Andra bila di dekatnya.


"Kau sangat cantik Sabila..." Puji Andra di belakangnya telinga Sabil, seketika gadis itu meremang. Suara serak dan hembusan nafas Andra yang terasa panas di kulitnya menciptakan gelayaran aneh.


"Apa masih jauh, kenapa belum sampai juga kak," tanya Sabil mengalihkan perhatian.


"Sebentar lagi..." Ujar Andra yang masih enggan menjauhkan tubuhnya.


Sabil pasrah menerima semua perlakuan Andra. Ingin menolak tapi tubuhnya berkata lain, tubuhnya seolah menikmati sentuhan lembut dari Andra.


Assisten Toni sudah panas dingin didepan, ia juga heran kenapa tuan mudanya yang dingin dan kaku itu bisa manja seperti itu.


°°°


Xiexie


Terimakasih semua yang sudah mendukung karyaku ini. Tanpa kalian aku tidak bersemangat untuk up... hehehehe


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


__ADS_2