Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab89 Bocil Skip Aja Ya


__ADS_3

Author udah peringatkan ya, yang masih Bocil Skip aja bab ini. Jangan salahin author kalau nanti kalian dimarahin emak di rumah.


°°°


Satu persatu pakaian berceceran di lantai. Handuk kecil yang tadi melilit pindang sang empunya pun entah kemana.


Andra mengagumi keindahan di depan matanya dengan mengecupi setiap jengkal tubuh indah sang istri.


Kecupan lembut di kening turun ke mata, hidung, pipi dan singgah cukup lama di bibir ranum milik Sabil.


Pagutan, hisap-an, lilitan hingga keluar suara kecapan dari bibir yang seolah sedang bertarung tak ada yang mau mengalah. Andra cukup lihai menuntun Sabil untuk mengimbangi permainan nya. Saling mengabsen rongga mulut dan menyalurkan hasrat.


Andra menarik wajahnya menjauh, masih banyak hal yang belum ia coba dan rasakan. Bibirnya berpindah menyusuri dagu hingga leher putih mulus itu, ia menyapukan lidahnya di sana hingga ke telinga tak luput dari sapuannya.


"Aahhh kaak...." Desaahaaannn terdengar keluar dari mulut Sabil saat Andra menggigit telinga dan melu-maat nya.


Gairah Andra semakin terbakar tak kala mendengar suara-suara sensasional yang Sabil keluarkan. Ia semakin gencar mengabsen telinga dan ceruk leher Sabil. Menghisap, meninggalkan jejak-jejak kepemilikan yang merah kehitaman. Sabil semakin erat meremas seprai.


Merengek seperti bayi,"Kak..."


Entah apa yang Sabil rasakan, ia tak bisa mengartikan segala reaksi alami yang tubuhnya hasilkan. Apalagi saat lidah itu mulai menyusuri dua buah aset kembarnya.


Andra mengangkat kepalanya, memandangnya sesaat.


"Indah sekali sayang, ini sangat pas di tanganku."


Andra meraupnya, mere-mas kedua aset kembar itu.


Tubuh Sabil sudah tak karuan, hal asing dan pengalaman baru yang membuatnya melayang.


Andra tak hanya puas meremas, kini ia juga memainkan lidahnya di pucuk areola yang mungil dan tidak terlalu menonjol. Bak bayi yang kehausan ia tak berhenti menghisap.


"Aaahhh no kak... " Ini gila, rasanya geli dan aneh tapi kenapa aku menginginkan sesuatu yang lain. Apa ini, kenapa?


Sabil meliuk-liukkan tubuhnya, sensasi yang Andra ciptakan sungguh membuat tubuhnya lemas dan panas.


Dinginnya AC tak membuat dua insan yang sedang meraup surga dunia itu kedinginan walau tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh nya.


Hawa panas yang tercipta dari sensasi pemanasan yang Andra lakukan, berhasil membakar gairah keduanya.


Andra seperti seorang yang handal, mungkin seperti itulah laki-laki. Meski pengalaman pertama mereka tetap saja tau apa yang harus dilakukan.


Puas dengan aset yang kenyal, Andra kembali turun menyapukan lidahnya. Air liurnya sudah membasahi sebagai tubuh Sabil. Kembali meninggalkan jejak-jejak merah disana. Tentu saja benda kenyal dan lembut tadi pun sudah di penuhi jejaknya.


Memutar-mutar lidahnya di atas pusar, semakin membuat Sabil menggeliat geli.


Sabil tidak tau harus berbuat apa, ia menerima dan menikmati semua sentuhan bibir dan lidah Andra. Seprai, bantal sudah tak beraturan.


Andra kembali memandangi indahnya aset bawah yang ada di depan matanya saat ini. Bulu-bulu halus tumbuh di sana, jelas sang pemilik tubuh sangat menjaga keindahan itu. Andra mendekatkan hidungnya, menghirup harumnya surga dunia.


"Ohhh sayang, ini harum. Apa yang kau gunakan untuk membersihkannya?" Tanya Andra dengan suara serak dipenuhi hasrat.

__ADS_1


Sabil menggigit bibir bawahnya, melihat Andra memandangi daerah intimnya.


Andra merentangkan kedua paha untuk memudahkan aksesnya untuk melihat lebih dalam, seperti apa bibir bawah sang istri. Sungguh ini juga pengalaman pertama bagi Andra. Ia hanya mengikuti naluri nya saja saat bertindak.


Jarinya mulai menyentuh belahan daging dengan banyak bulu di pinggirnya.


"Aahhh kak... Sudah..." Mulut berkata cukup tapi aneh tubuhnya semakin bereaksi, bergerak erotis, semakin menantang.


Andra mulai memainkan jarinya, ia tau sang istri sudah hampir sampai puncaknya. Tangan yang satu pun tak tinggal diam, kembali menggapai buah d** Sabil. Meremas dan memilin puncaknya.


Sabil semakin menggila, seperti sesuatu akan tumpah dibawah sana. Jari-jarinya mencekeram erat pada pundak Andra.


Ini aneh, Ahhh ada apa ini. Aku seperti ingin pipis.


Kini jari Andra berganti dengan lidahnya, menj***i kenikmatan dunia. Sesekali menyesapnya tanpa rasa jijik, bermain-main hingga membuat sang pemilik mengejang dan bergetar hebat.


Sesuatu tumpah, cairan panas milik sang istri. Andra tersenyum puas melihat istrinya berhasil ia taklukan. Lain dengan Sabil, tubuhnya terkulai lemas. Pelepasan pertamanya membuat tenaga hampir habis.


Namun, semua itu belum cukup sampai disitu. Andra merangkak naik, mensejajarkan wajahnya di atas wajah sang istri.


"Sekarang giliran ku sayang."


Kembali melahap bibir Sabil, kali ini dengan sedikit buas tidak seperti tadi. Sabil bahkan kewalahan menyeimbangkannya, hisapan yang Andra lakukan begitu kuat hingga membuat bibir Sabil membengkak. Kedua tangannya pun kembali mere-mas kedua aset yang ujungnya sudah sedikit menyembul.


Andra bergerak cepat, menyesap bergantian sisi kanan dan kiri , hisap-an itu semakin kuat seolah sedang menghilangkan rasa dahaganya.


Tangan Andra menuntun tangan Sabil pada benda berharganya yang sudah menegang.


Sabil mencoba menggenggamnya, tapi satu tangannya hampir tak sampai untuk meraupnya.


Andra mengerang saat tangan Sabil memainkan miliknya. Ia sudah tidak tahan ingin melesatkan pusakanya ke dalam kenikmatan.


"Aku akan mulai, bersiaplah. Mungkin sakit awalnya tapi aku akan pelan-pelan."


Andra memberikan ketenangan, mengecup lembut kening dan bibir Sabil agar tak perlu takut.


Sabil lagi-lagi mencari pegangan disekitarnya, saat merasakan gesekan pucuk kejanta*** sang suami pada miliknya. Ia menutup mata mencoba tenang dan percaya kalau ini tidak akan sakit.


"Awww... sakit kak." Sabil merintih saat Andra mencoba membobolnya.


"Percayalah, ini hanya sebentar," katanya agar Sabil tenang.


Andra mencoba jalan lain, ia mengalihkan perhatian Sabil. Kembali memberikan cum-buan, menautkan bibirnya dan satu tangannya mere-masi dadanya.


Saat Sabil mulai terbuai, tangan satunya digunakan untuk mengarahkan miliknya melesat masuk.


Sabil mengeluarkan air matanya saat penyatuan itu berhasil karena rasa perih dan sobekan pada miliknya. Andra mengecupi seluruh wajah istrinya, merasa bersalah melihat Sabil kesakitan.


"Maafkan aku sayang."


Andra menyesali perbuatannya, tapi bukankah memang seperti itu hubungan suami-istri. Aahhh... aku akan bergerak perlahan agar Sabila terbiasa.

__ADS_1


Hiks, hiks


Rasa perih dan mengganjal begitu terasa.


Kenapa rasanya sakit seperti ini, aku tidak mau lagi.


Perlahan-lahan Andra menggerakkan miliknya, mencoba membuat Sabil merasa terbiasa. Sambil terus memberikan rangsangan pada tubuh sang istri yang terlihat tegang.


"Rileks sayang ku, Sabilaku... Setelah ini tidak akan sakit lagi." Janjinya.


Ahhh... aku tidak mau lagi. Sabila mencengkeram erat punggung sang suami saat lelaki itu mulai menggoyang pinggulnya.


Ini aneh, sungguh kenapa orang bilang surga dunia padahal ini menyakitkan.


Gerakannya semakin cepat, saat Sabil mulai mengendurkan ketegangannya. Terus memompa, bergerak berputar dan menghentak semakin dalam.


Tangan dan bibirnya pun sibuk dengan da** sintal istrinya. Menghisap semakin kuat bersamaan dengan pinggulnya yang makin cepat.


"Aahhh... sempit dan hangat, ini memabukkan. Aku akan selalu menyukainya mulai sekarang." Rancaunya disela-sela permainan.


Andra menautkan kedua tangannya pada tangan Sabil, membawanya ke atas.


Nafas keduanya sudah tersenggal, semakin cepat Andra memompa Sabil pun semakin melayang.


Bukannya tadi sakit, ini mustahil berubah seketika. Perasaan apa ini.


"Hah...hah... " Andra bergerak semakin cepat.


Hentakan terakhir, ia mengeluarkan bibit-bibit unggulnya yang berhasil melesat dalam kehangatan. Bersamaan dengan Sabil yang untuk kesekian kalinya ia menumpahkan kenikmatannya.


Andra menjatuhkan tubuhnya di samping Sabil, memeluk erat sang istri dengan penuh cinta.


Mengecupi wajahnya sebagai tanda terimakasih.


"Terimakasih istriku, kau menjaganya untukku. Aku mencintaimu Sabilaku." Ujar Andra merasa bahagia.


Sabila hanya tersenyum ia terlalu lemas untuk menjawab, sebenarnya ia juga bahagia bisa memberikan mahkotanya untuk lelaki yang sudah sah menjadi suaminya.


Mereka berpelukan saling menyeruakkan rasa cinta yang sudah semakin dalam setelah kegiatan panas tadi. Tak peduli badan yang masih tak memakai sehelai benangpun hanya ditutupi selimut dan lengket karena peluh keringat, kedua memejamkan matanya.


Mereka tertidur sangat lelap dalam hangatnya dekapan pasangannya.


°°°


Xiexie


Ahhh aku kok malu sendiri pas nulisnya.


Tidak tau sudah sesuai ekspektasi kalian apa tidak karena tidak bisa dijabarkan lebih detail lagi. wkwkwk


Maafkan kalau terluka panas atau kurang panas.

__ADS_1


Like n komen jangan lupa biar author nya khilaf lagi buat bab yang panas lagi.😂


__ADS_2