Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab33 Gosip Pagi


__ADS_3

°°°


Sabil segera menghampiri Rani dan Dion ketika Andra melepaskan tangannya.


"Sabil... kau bersama kak Andra?" Tanya Rani.


"Iya Ran."


Sabil masih enggan menoleh ke belakang, ia bergegas mengajak Rani meninggalkan tempat parkir itu. "Ayo kita masuk." Ajaknya.


Rani tersenyum melihat gelagat Sabil. "Apa kalian berpacaran?" Tanyanya tanpa basa-basi.


"Siapa yang berpacaran." Dion yang baru keluar dari mobil pun ikut penasaran.


"Tuh Sabil pacaran dengan kak An.." Hap Sabil buru-buru membungkam mulut Rani dengan tangan nya.


"Huuuss... kau jangan bicara sembarangan, bagaimana jika ada yang mendengar." Ujar Sabil sambil melihat kiri kanan.


Rani terkekeh, sontak membuat Dion semakin penasaran.


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Dion pada Rani.


"Sabil dan kak Andra." Jawab Rani namun dengan sedikit berbisik di telinga Dion.


"Benar Bil?" Kini pertanyaan itu tertuju pada Sabil.


"Tidak kak, tidak seperti itu. Aku hanya dekat dengan Mommy Rahmi, dan ternyata adalah mommy nya kak Andra." Jelas Sabil.


"Kalau benar juga tidak apa-apa, aku tau dia lelaki yang baik."


"huhh kak Dion, tidak usah ketularan Rani suka bergosip ya. " Sabil mencebikkan bibir nya.


Dan sekarang ia berjalan lebih cepat meninggalkan sepasang kekasih itu.


"Hahaha... Sabil ngambek kak." Seloroh Rani.


Kemudian ia menyusul Sabil, yang berjalan ke arah kelas mereka.

__ADS_1


Dion menggelengkan kepalanya, kemudian ia berbelok ke arah lorong kelas nya sendiri.


,,,


Di parkiran tadi.


"An, kenapa dia lari?" Tanya Alex yang baru saja mendekat, tapi mendapati gadis yang bersama temannya sudah kabur duluan.


"Takut melihat kalian." Jawab Andra sambil tersenyum, lalu pergi meninggalkan Alex yang terlihat kesal.


"Lihat za, Andra semakin menjadi semenjak ada cewek." Ujar Alex pada Reza yang berada di sampingnya.


"Nikmati saja." Hahaha... Reza tertawa, dan menyusul Andra yang sudah lumayan jauh dari mereka.


Mereka bertiga kini berada di ruangan khusus mereka berkumpul di waktu senggang. Sebuah ruang seperti gudang, dengan banyak barang di dalamnya. Namun di sulap sedemikian rupa, hingga menjadi ruangan yang nyaman untuk bersantai sejenak.


Terdapat sofa dan meja, ada komputer juga untuk bermain game, kulkas lengkap dengan isinya. Tentulah mereka bisa membuat ruangan seperti itu, sekali lagi Daddy Ray adalah donatur terbesar untuk sekolah itu.


Tapi itu tidak membuat mereka bermalas-malasan di sekolah ya..


Hanya sesekali saja ruangan itu di gunakan. Dan kebetulan sekarang mereka amat senggang, setelah melewati UN tinggal menunggu hasilnya saja.


"Belum." Jawab Andra datar, setelah ia meneguk minuman kaleng di tangannya.


"Belum? Berarti kau menyukainya?"


Plaakk!!.


Reza melempar majalah yang ada di meja, tepat mengenai wajah Alex.


"Apa masih kurang jelas, sampai kau bertanya. Apa selama ini Andra bisa melihat para gadis di sekelilingnya. Hanya adik kelas itu yang mampu membuat matanya berpaling dari kesendirian." Reza menjelaskan pada Alex yang tampak lambat otaknya dalam membaca situasi. Mungkin karena itu nilai sekolah nya tak pernah bagus.


Dahi Alex berkerut, seperti sedang mencerna ucapan Reza barusan.


"Berarti sebentar lagi hanya kau yang jomblo...buahaha..." Tawa Alex menggelegar.


Ia malah meledek Reza sekarang.

__ADS_1


Plaakk..!!


Sebuah buku majalah kembali melayang.


"Awas kau...!!" kesal Reza.


Ceklek


Saat mereka asyik saling mengejek, ada orang yang membuka pintu. Sontak mereka mengalihkan pandangan nya pada arah pintu.


"Sayang..." Panggil gadis yang baru masuk itu.


Raut wajah Alex berubah seketika, baginya melihat sosok itu adalah pertanda buruk.


"Hai Za, hai An..." sapa nya kemudian. Lalu mendudukkan tubuhnya di samping Alex. Ya siapa lagi, itu Shila kekasih Alex. Namun kenapa Alex tak suka kekasih nya datang?


Itu karena ada saja tingkah gadis itu yang merepotkan dan membuat kesal Alex.


"Hai cantik," sapa Reza.


Dan Andra seperti biasa tak bereaksi apa-apa.


Sebenarnya Shila cantik, tubuh tinggi dan langsing, rambut panjang, hidung lancip bibir tipis dan seexy, idola para pria di sekolah itu juga. Sangat masuk kriteria Alex sebagai pencinta wanita. Apalagi Alex sudah tertarik padanya semenjak di sekolah dasar. Ya mereka termasuk teman masa kecil juga. Orang tuanya bahkan berteman dekat dulu, jadi mereka sering bertemu dulu.


"Ada apa?" Tanya Alex dengan nada ketus.


"Tidak apa, hanya mau menyampaikan pesan. Mamah dan papah mengundangmu ke rumah untuk makan malam nanti." Ujarnya, sekarang ia bergelayut manja pada lengan kekasihnya.


Huh... ada helaan nafas lega dari mulut Alex. Semoga gadis ini tidak berbuat aneh-aneh hari ini.


Sekarang tangan Shila merayap menyusuri dada bidang Alex. Seketika Alex menghentikan aksi Shila, baru saja ia bernafas lega. Ia memegang tangan Shila yang sudah berada di dadanya, kemudian menatap nya tajam.


Gadis itu hanya menyengir kuda.


Itu lah yang Alex tidak suka. Gadis itu suka sekali menggodanya, dan tubuhnya mudah sekali bereaksi jika bersama Shila.


°°°

__ADS_1


Xiexie


__ADS_2